Sektor Pertanian, Perdagangan, dan Industri Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Read Time:2 Minute, 24 Second

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan jadi tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbanyak jika dibandingkan data Agustus 2024. Penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, akomodasi, dan industri pengolahan juga mengalami peningkatan dalam setahun terakhir dengan masing-masing 0,49 juta, 0,42, juta, dan 0,30 juta orang.

“Tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Sementara, tiga lapangan usaha yang mengalami peningkatan tenaga kerja terbanyak dalam satu tahun terakhir ini adalah lapangan usaha pertanian, kemudian akomodasi dan makan minum, serta lapangan usaha industri pengolahan,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11).

Edy menjelaskan pada triwulan III tahun 2025, sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

“Total share keempat lapangan usaha tersebut mencapai sekitar 65,02 persen dari PDB,” katanya.

Ia menerangkan lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah jasa pendidikan yang tumbuh 10,59 persen. Ini didorong oleh dimulainya tahun ajaran baru dan peningkatan belanja fungsi pendidikan. Selain itu, lapangan usaha jasa perusahaan dan jasa lainnya juga tumbuh tinggi pada triwulan III tahun 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya secara berturut-turut sebesar 9,94 persen dan 9,92 persen.

“Jika dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan III 2025, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yaitu sebesar 1,13 persen,” ucap Edy.

Selanjutnya, lanjut Edy, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha perdagangan dengan sumber pertumbuhan 0,72 persen, informasi dan komunikasi dengan sumber pertumbuhan 0,63 persen, serta pertanian dengan sumber pertumbuhan 0,61 persen.

Ia menuturkan jika dilihat lebih rinci, industri pengolahan tumbuh didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri, di mana industri makanan dan minuman tumbuh 6,49 persen, utamanya didorong oleh peningkatan produksi untuk minyak mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan turunannya.

“Kemudian industri logam dasar tumbuh 18,62 persen, sejalan dengan peningkatan permintaan luar negeri untuk produk logam dasar, khususnya besi dan baja,” kata Edy.

“Kemudian industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 11,65 persen, didorong oleh peningkatan produksi bahan dan barang kimia untuk memenuhi permintaan domestik dan permintaan luar negeri,” lanjutnya.

BPS pun mencatat peningkatan proporsi pekerja formal pada Agustus 2025 yang mencapai 42,20 persen dari total penduduk bekerja. Angka ini meningkat dari 42,05 persen pada Agustus 2024, menunjukkan perbaikan kualitas pasar tenaga kerja nasional ditengah perekonomian yang tumbuh solid.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Agustus 2025 tercatat 4,85 persen, turun dari  4,91 persen pada Agustus 2024.

“Terjadi penurunan TPT, diikuti penurunan jumlah pengangguran terbuka menjadi 7,46 juta orang pada Agustus 2025”, kata Edy.

“Proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mengalami peningkatan selama Agustus 2024-Agustus 2025, utamanya didorong oleh meningkatnya penduduk yang bekerja sebagai buruh, karyawan atau pegawai”, ucapnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

E-Retail dan Marketplace Tumbuh 6,19%, Cerminkan Perluasan Ekonomi Digital

Read Time:1 Minute, 17 Second

Jakarta — Ekonomi digital Indonesia menunjukkan penguatan yang konsisten seiring meningkatnya aktivitas perdagangan online di seluruh wilayah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa transaksi e-retail dan marketplace tumbuh sebesar 6,19 persen secara key-to-key, menjadi sinyal positif bagi perluasan pasar dan transformasi perilaku konsumsi masyarakat.

“Kemudian pertumbuhan transaksi secara online dari e-retail dan marketplace sebesar 6,19 persen secara key-to-key.” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11).

Pertumbuhan ini sekaligus menegaskan bahwa digitalisasi ekonomi telah menjadi motor penggerak baru yang menopang distribusi barang dan mendorong pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk meningkatkan pemanfaatan platform daring. Pemulihan daya beli dan adaptasi digital masyarakat juga menjadi faktor pendukung.

“Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan perdagangan barang-barang domestik, khususnya produk pertanian dan industri pengolahan, serta peningkatan perdagangan secara online dan penggunaan kartu kredit dan uang elektronik.” kata Edy.

Selain sektor perdagangan online, BPS mencatat sektor informasi dan komunikasi terus menunjukkan tren positif yang berkaitan erat dengan meningkatnya infrastruktur dan akses layanan digital, termasuk pertumbuhan trafik data dan layanan telekomunikasi.

“Berikutnya informasi dan komunikasi tumbuh sejalan dengan adanya peningkatan aktivitas telekomunikasi, peningkatan traffic data dan peningkatan transaksi perdagangan melalui sistem secara elektronik.” tambahnya.

Pemerintah menilai momentum pertumbuhan ekonomi digital ini perlu dijaga dan diperluas melalui penguatan ekosistem pembayaran digital, peningkatan kualitas logistik, serta dukungan pemerintah terhadap UMKM digital. Dengan penetrasi internet yang semakin luas dan inovasi layanan e-commerce yang terus berkembang, ekonomi digital diproyeksikan menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Penduduk Bekerja Berpendidikan Tinggi Naik, Didominasi Diploma dan Sarjana

Read Time:1 Minute, 18 Second

Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan signifikan jumlah penduduk bekerja dengan pendidikan tinggi pada Agustus 2025. Berdasarkan data terbaru, 13,06 persen penduduk yang bekerja memiliki pendidikan diploma ke atas, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa meskipun pekerja berpendidikan tinggi menunjukkan tren kenaikan, kelompok berpendidikan rendah masih mendominasi struktur tenaga kerja nasional.

“Pada Agustus 2025, sebesar 13,06 persen penduduk yang bekerja mereka berpendidikan tinggi, yaitu diploma ke atas. Sementara itu, 34,75 persen penduduk bekerja merupakan mereka yang berpendidikan SD ke bawah,” ujar Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11).

Namun demikian, Edy menegaskan adanya perubahan positif dalam komposisi tenaga kerja Indonesia. “Jika dibandingkan dengan bulan Agustus tahun lalu, persentase pekerja pendidikan sekolah dasar ke bawah menurun. Sementara pekerja pendidikan diploma ke atas justru sebaliknya menjadi meningkat,” tambahnya.

Lebih lanjut, BPS juga melaporkan perkembangan terkait jam kerja penduduk Indonesia. Pada Agustus 2025, 67,32 persen pekerja atau sekitar 98,65 juta orang tercatat bekerja penuh dengan durasi lebih dari 35 jam per minggu. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 68,07 persen.

“Dengan demikian, proporsi pekerja dengan jam kerja tidak penuh yaitu antara 1 sampai dengan 30 jam selama seminggu sebesar 32,68 persen atau sekitar 47,89 juta orang,” kata Edy.

Di antara pekerja tidak penuh, tingkat setengah pengangguran, yaitu mereka yang bekerja di bawah 35 jam per minggu dan masih berusaha mencari pekerjaan tambahan, juga mengalami penurunan dari 7,99 persen menjadi 7,91 persen.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

IPM Melesat ke 75,90, Kualitas Hidup Rakyat RI Meningkat

Read Time:1 Minute, 12 Second

Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2025 mencapai 75,90, naik dari 75,02 pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menandai peningkatan nyata dalam kualitas hidup masyarakat di berbagai aspek utama: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Peningkatan IPM menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia secara umum hidup lebih sehat, pendidikan lebih tinggi, dan memiliki kemampuan ekonomi yang semakin baik. Seluruh komponen pembentuk IPM, harapan hidup saat lahir, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, serta pengeluaran riil per kapita, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Seluruh komponen pembentuk IPM meningkat. Tahun 2025, umur harapan hidup diperkirakan mencapai 74,47 tahun, naik dari 75,02 tahun pada 2024. Harapan lama sekolah meningkat menjadi 13,30 tahun, sementara rata-rata lama sekolah mencapai 9,07 tahun”, ungkap Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik, pada konferensi pers hari ini (5/11).

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan pendapatan riil per kapita yang stabil juga turut memperkuat capaian IPM.
”Pengeluaran riil per kapita per tahun yang telah disesuaikan adalah rata-rata konsumsi penduduk per tahun yang dihitung berdasarkan harga konstan tahun 2012 dengan wilayah rujukan Jakarta Selatan. Angka ini juga telah disesuaikan dengan tingkat inflasi dan daya beli paritas”, jelas Edy.

Meskipun capaian nasional menunjukkan tren positif, tantangan pemerataan masih menjadi perhatian utama. Beberapa provinsi di wilayah timur Indonesia masih mencatat IPM di bawah rata-rata nasional. Hal ini menunjukkan pentingnya penguatan kebijakan pembangunan manusia yang lebih inklusif.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Penyerapan Tenaga Kerja Agustus 2025 Capai 146,54 Juta Orang Seiring Pertumbuhan Ekonomi

Read Time:1 Minute, 20 Second

Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional pada Agustus 2025 mencapai 146,54 juta orang, meningkat 1,90 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan pasar tenaga kerja yang terus berlanjut seiring stabilnya pertumbuhan ekonomi nasional.

Sektor industri manufaktur menjadi salah satu penopang utama dengan kontribusi 13,86 persen terhadap total tenaga kerja, menandai pulihnya aktivitas produksi di berbagai daerah. Sementara itu, sektor pertanian tetap berperan penting dengan menyerap 28,15 persen tenaga kerja, disusul oleh perdagangan besar dan eceran yang berkontribusi sekitar 18,73 persen selama periode Agustus 2024–Agustus 2025.

“Peningkatan jumlah penduduk bekerja diikuti oleh penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 4,91 persen pada Agustus 2024 menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025. Jumlah pengangguran juga berkurang dari 7,47 juta orang menjadi 7,46 juta orang pada periode yang sama, bulan Agustus 2025 dibandingkan Agustus 2024”, ungkap Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) pada rilis hari ini di Jakarta (5/11).

Dari total 218,17 juta penduduk usia kerja, 154,0 juta orang tergolong sebagai angkatan kerja, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 70,59 persen.

BPS juga mencatat adanya perbaikan dalam kualitas pekerjaan. Proporsi pekerja penuh waktu meningkat, sementara setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu menurun, menandakan perbaikan dalam stabilitas lapangan kerja.

Secara sektoral, tiga lapangan usaha masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, yaitu pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Ketiganya menjadi tulang punggung penciptaan lapangan kerja nasional dan memainkan peran penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang tumbuh solid ditengah tekanan global.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Ekspor Tangguh, Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III

Read Time:1 Minute, 13 Second

Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Selasa (5/11). Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan-III 2025 tercatat tumbuh solid di angka 5,04 persen (y-on-y), salah satunya didorong oleh tangguhnya kinerja ekspor Indonesia pada periode tersebut.

“Ekspor barang tumbuh 9,91 persen pada triwulan-III 2025 (y-on-y)”, ungkap Moh.Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) pada konferensi pers di Jakarta hari ini (5/11).

 Lebih detail, ekspor nonmigas tumbuh 12,56 persen dengan komoditas utama dengan kenaikan nilai dan volume antara lain lemak dan minyak hewan/ nabati; besi dan baja; serta mesin/ peralatan listrik.  Sedangkan ekspor migas mengalami kontraksi 18,15 persen, sejalan dengan penurunan nilai dan volume ekspor migas.

Komoditas andalan ekspor Indonesia antara lain adalah minyak kelapa sawit, bijih besi, batubara, nikel, gas alam, serta minyak mentah.

Selain itu, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekspor jasa. Investasi, yang tercermin dalam komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), juga mencatat pertumbuhan yang positif sebesar 5,04 persen. Serta  konsumsi pemerintah yang tumbuh hingga 5,49 persen.

Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan tercatat tumbuh sebesar 5,54 persen. Kinerja industri pengolahan, khususnya industri makanan dan minuman, industri logam dasar, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional turut menopang pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” tambah Edy.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Industri Manufaktur Menggeliat, Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5,04% di Triwulan III

Read Time:1 Minute, 36 Second

Jakarta – Pada Selasa (5/11), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 (y-on-y) yang tumbuh sebesar 5,04 persen; sesuai dengan perkiraan para ekonom. Industri pengolahan menjadi motor ekonomi Indonesia triwulan III, yang tumbuh sebesar 5,54 persen, yang tumbuh diatas pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan demikian, peranan sektor industri pengolahan naik menjadi 19,15 persen yang sebelumnya 19,02 persen pada Triwulan III-2024. Di antara lima lapangan usaha dengan share terbesar (yaitu: Industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan), industri pengolahan mampu melesat tumbuh paling tinggi diantara lima lapangan usaha tersebut. Perdagangan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi kedua, yakni sebesar 0,72 persen.

Sedangkan, lapangan usaha informasi dan komunikasi menjadi sumber pertumbuhan tertinggi ketiga, yakni sebesar 0,63 persen.

 Apabila ditelisik lebih lanjut, industri yang menopang pertumbuhan adalah Industri Makanan dan Minuman yang tumbuh 6,49 persen dan industri logam dasar yang tumbuh 18,62%.

”Industri Logam Dasar tumbuh 18,62 persen sejalan dengan peningkatan permintaan luar negeri untuk produk logam dasar, khususnya besi dan baja,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud dalam paparannya.

Sementara, Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional dalam tumbuh 11,65 persen, didorong oleh peningkatan produksi bahan dan barang kimia untuk memenuhi permintaan domestik dan luar negeri. Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional sedang menunjukkan momentum pertumbuhan tinggi, karena di triwulan sebelumnya, yaitu triwulan II – 2025, tumbuh 9,39% (yoy).

 Sementara itu, secara kumulatif, ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2025 (c-to-c) tumbuh sebesar 5,01 persen. Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar 0,43 persen.

Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 10,37 persen; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,51 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,26 persen. Ini merupakan momentum Indonesia untuk terus tumbuh tinggi di kuartal-kuartal berikutnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Bupati Mura Serahkan SK Pengakatan Kepada Ribuan PPPK Paruh Waktu

Read Time:1 Minute, 27 Second

Murung Raya, Info Publik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) secara resmi mengangkat ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Pelantikan dan penyerahan Surat Keputusan pengangkatan PPPK Paruh waktu secara simbolis dilakukan oleh Bupati Mura, Heriyus, bertempat di Gor Tana Malai Tolung Lingu, Puruk Cahu, Kamis (6/11/2025).

Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua TP-PKK Kab.Mura, Warnita Heriyus, Ketua Komisi I DPRD Mura, Rejikinoor, Ketua Komisi II DPRD Mura, Bebie, Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemkab Mura dan tamu undangan lainnya.

Kepala BKPSDM Kab.Mura, Patusiadi menyampaikan, adapun jumlah PPPK Paruh Waktu berjumlah 1321 orang namun yang ditetapkan NI PPPK sebanyak 1313 orang, dimana terdapat 8 orang yang tidak mengisi DRH dengan berbagai alasan antara lain: mengundurkan diri, sudah tidak aktif lagi bekerja sebagai Non- ASN di Kabupaten Murung Raya.

Sementara itu Bupati Mura, Heriyus dalam sambutannya menyampaikan PPPK Paruh Waktu adalah pelayan atau abdi masyarakat yang memiliki tugas untuk memberikan pelayanan publik bukan untuk mendapatkan pelayanan dari masyarakat.

“Bapak atau ibu yang mendapat kesempatan untuk dapat diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu harus bersyukur dengan cara bekerja dengan sebaik-baiknya. Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan Bernegara, Pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat,” tegas Heriyus.

Ia juga menekankan agar setiap ASN dapat meningkatkan etos kerja Pemerintah Kabupaten Murung Raya yaitu 5 K (Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Keras, Kerja Tuntas dan Kerja Berkualitas). Membangun Murung Raya Hebat, Semakin Maju, Semakin Sejahtera serta Bermartabat dalam naungan NKRI.

”Kepada seluruh PPPK Paruh Waktu saya mengucapkan selamat menjalankan tugas, semoga senantiasa mendapat petunjuk dan bimbingan dari Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan tugas dan pengabdian untuk kepentingan masyarakat, Bangsa dan Negara.

(DiskominfoSP, Nof. Foto: Nof, Rid, Mel).

Galeri Foto:


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Pemkab Mura Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Read Time:1 Minute, 4 Second

Murung Raya, Info Publik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) terus mendorong perwujudan pembangunan yang berkelanjutan melalui Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Kecamatan Laung Tuhup.

Dalam proses tersebut, Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Dalam acara Konsultasi Publik KLHS RDTR yang di gelar pada Rabu (5/11/25), di aula Dinas PUPR Kab.Mura.

Bupati Mura, Heriyus yang dalam hal ini di wakili oleh Kepala Dinas PUPR Kab.Mura, Paulus Manginte, dalam sambutannya menegaskan, melalui penyusunan KLHS RDTR ini, agar memastikan bahwa setiap rencana tata ruang yang disusun telah mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan, serta memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial dan ekologi.

Penyusunan KLHS RDTR ini diharapkan menjadi panduan ilmiah dan instrumen pengendali pembangunan ruang di wilayah Laung Tuhup. Dengan adanya kajian ini, arah pengembangan wilayah akan lebih terukur, sesuai dengan karakteristik lingkungan dan aspirasi masyarakat setempat.

“Kita berharap proses penyusunan ini dilakukan secara partisipatif, transparan, dan kolaboratif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, hasil kajian ini nantinya dapat menjadi acuan penting dalam penetapan RDTR dan peraturan zonasi, serta mendukung percepatan perizinan berbasis OSS (Online Single Submission) sebagaimana diamanatkan Pemerintah Pusat.

(DiskominfoSP_Nof, Ad. Foto: Ad).


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Exit mobile version