Bupati Mura Lepas Peserta Yang Ikuti MTQH Ke-XXXIII Tingkat Provinsi

Read Time:1 Minute, 39 Second

Murung Raya, Info Publik – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) secara resmi melepas 120 orang kafilah yang akan mewakili Kabupaten Murung Raya pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) Ke-XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 di Kabupaten Barito Utara.

Prosesi pelepasan berlangsung di halaman kantor Bupati setempat, Jumat (14/11/2025), dipimpin langsung oleh Bupati Mura, Heriyus didampingi Wabup Mura, Rahmanto Muhidin dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Heriyus menyampaikan rasa syukur serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan kafilah, mulai dari proses Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XII Kabupaten Murung Raya hingga pembinaan peserta.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Murung Raya, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintahan, khususnya LPTQ Kabupaten Murung Raya yang telah bekerja keras melakukan pembinaan. Terima kasih juga kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa Murung Raya memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan prestasi pada tingkat provinsi, nasional bahkan internasional, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya Murung Raya mampu menembus tiga besar MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepada para peserta, Bupati berpesan agar terus menjaga kondisi fisik, menjaga kebersamaan, serta tetap berlatih dengan penuh disiplin dan semangat. Ia juga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai ‘Tira Tangka Balang – Maju Terus Pantang Mundur’ demi mengharumkan nama Bumi Tana Malai Tolung Lingu.

Ketua Umum LPTQ Kab.Mura, Rejekinoor, turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya, khususnya kepada Bupati yang terus memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pembinaan para peserta MTQH.

Ia berharap seluruh kafilah dapat bertanding dengan baik, menjaga kekompakan, serta membawa nama baik Murung Raya.

“Jaga kesehatan, jaga kebersamaan, berangkat dengan selamat dan pulang membawa prestasi. Kita semua berharap kafilah Murung Raya mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah,” ujar Rejekinoor.

Di akhir acara, Bupati secara resmi melepas keberangkatan kafilah Murung Raya menuju Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, tempat pelaksanaan MTQH XXXIII yang akan berlangsung pada tanggal 14 sampai dengan tanggal 22 November 2025.

(DiskominfoSP, Nof, Rid).

Galeri Foto:


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Bupati Heriyus Hadiri Rapat Kerja KONI. Ini yang disampaikan

Read Time:1 Minute, 6 Second

Murung Raya, Info Publik – Bertempat di Aula Gedung Pertemuan Bapperida Kabupaten Murung Raya (Mura) dilaksanankan Rapat Kerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Murung Raya, Kamis (13/112025)

Hadir Bupati Mura, Heriyus, Perwakilan dari KONI Prov Kalteng, KONI Kab.Mura dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Tapruji menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan berharap bahwa rapat kerja ini dapat melahirkan strategi yang efektif dalam meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Murung Raya.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan prestasi olahraga di Murung Raya. Rapat Kerja KONI Kabupaten Murung Raya 2025 dihadiri oleh 16 Cabang Olahraga dari 20 cabang olahraga yang ada di Kabupaten Murung Raya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KONI Kab.Mura untuk meningkatkan prestasi olahraga dan diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Murung Raya.

Sementara Ketua, KONI Prov. Kalteng dalam sambutannya Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa KONI Murung Raya memiliki potensi atlet yang besar dan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi olahraga Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Bupati Mura, Heriyus dalam sambutannya sekaligus membuka acara pada Rapat Kerja KONI Kabupaten Murung Raya tahun 2025, menekankan pentingnya evaluasi dan perencanaan dalam meningkatkan prestasi olahraga di Murung Raya.

“Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan adalah kunci untuk meningkatkan prestasi olahraga kita,” kata Bupati Mura.

(DiskominfoSP_Nof, Ren. Foto: Ren).

Galeri Foto:


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Prabowo Beri Hadiah Balik untuk Toto Anjing Kesayangan PM Albanese: Kaos Merah Putih & Tali

Read Time:1 Minute, 26 Second

Sydney — Dalam kunjungannya ke Australia, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan kejutan hadiah balik untuk Toto anjing kesayangan Perdana Menteri Anthony Albanese.

Prabowo menyerahkan satu kotak berukuran sedang berwarna krem kepada Albanese. Saat kotak dibuka, di bagian dalam tutupnya ada foto Toto memakai kalung syal merah bertuliskan “Toto ❤ Bobby”.

Di dalam kotak itu, ada baju kaos dengan warna dasar putih dan pinggiran warna merah. Pada bagian depan kaos terdapat tulisan “TOTO” warna merah, sementara di bagian belakangnya terdapat gambar anjing dan kucing. Selain itu, ada satu set tali garis-garis juga dengan tulisan “TOTO”.

Momen itu terekam dalam foto dan video yang diunggah akun @sekretariat.kabinet, dikutip Kamis (13/11). Albanese tampak senang menerima hadiah dari Prabowo untuk Toto. Ia tertawa saat membuka kado tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemberian hadiah kepada binatang peliharaan pimpinan negara adalah bentuk diplomasi ala Prabowo. Menurutnya, diplomasi tidak selalu harus dalam bentuk perundingan, negosiasi, atau pertemuan di forum internasional.

“Diplomasi tidak harus selalu dalam bentuk perundingan, negosiasi, pertemuan bilateral, acara bisnis, atau forum- forum internasional. Diplomasi juga bisa dilakukan melalui pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga seni dan budaya,” tulis Teddy dalam akun @sekretariat.kabinet.

“Diplomasi pun bisa dijembatani oleh dua binatang peliharaan milik dua orang pemimpin negara,” tambahnya.

Dia menuturkan Indonesia punya kucing Bobby atau yang dikenal juga sebagai Bobby Kertanegara, kucing kesayangan Prabowo. Sementara Albanese punya Toto sebagai anjing peliharaan kesayangan.

“Bobby dan Toto memang belum pernah bertemu, tapi mereka telah menjadi simbol kedekatan dua pemimpin negara. Simbol persahabatan dua negara,” kata Teddy.

Sebelumnya, Bobby, kucing Prabowo mendapatkan hadiah saat kunjungan Albanese ke Indonesia pada Mei 2025. Dalam momen jamuan makan malam, Albanese memberikan hadiah berupa syal merah bertuliskan “Australia ❤ Indonesia” kepada Bobby dan memakaikannya secara langsung.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Prabowo Beri Rehabilitasi untuk Dua Guru Luwu Utara, Hak dan Martabat Dipulihkan

Read Time:1 Minute, 53 Second

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menetapkan surat pemberian rehabilitasi untuk dua guru SMAN Luwu Utara Drs. Rasnal,M.Pd dan Drs. Abdul Muis Muharram imbas dari perkara dugaan kasus pungutan dana komite sekolah. Penandatanganan ini dilakukan Prabowo setibanya di Tanah Air dari kunjungan kerja ke Australia dini hari Kamis (13/11).

Keputusan pemberian rehabilitasi oleh Prabowo berlandaskan pada hak prerogatif Presiden Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD) 1945 yang menyatakan bahwa Presiden berwenang memberikan grasi, rehabilitasi, amnesti, dan abolisi.

“Kami pemerintah mendapatkan informasi dan mendapatkan permohonan yang secara berjenjang dari masyarakat baik secara langsung maupun melalui lembaga legislatif di tingkat provinsi kemudian berkoordinasi ke DPR RI melalui bapak Wakil Ketua DPR RI kemudian kami selama satu minggu terakhir, berkoordinasi minta petunjuk kepada Bapak Presiden untuk memberikan rehabilitasi kepada kedua orang Guru dari SMA 1 Luwu Utara,” tutur Mensesneg Prasetyo Hadi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis.

Kedua guru tersebut juga dihadirkan untuk bertemu langsung dengan Prabowo. Prabowo menghampiri mereka, bertegur sapa dan bersalaman hingga berfoto bersama dengan penuh kehangatan.

Prabowo juga pada saat itu langsung menandatangani berkas rehabilitasi yang berisikan pemulihan hak dan nama baik seseorang yang sebelumnya telah dijatuhi hukuman pidana setelah terbukti tidak bersalah atau setelah menjalani hukumannya.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa dengan penetapan rehabilitasi dari presiden kepada kedua guru tersebut maka harkat dan martabat keduanya menjadi guru kembali seperti sedia kala.

“Dan dengan diberikannya rehabilitasi, dipulihkan nama baik, harkat martabat serta hak-hak kedua guru ini,” tegas Dasco.

Sebelumnya, perkara ini mencuat bermula pada lima tahun silam di Luwu Utara ketika kepala sekolah baru di SMAN 1 Luwu Utara menerima keluhan dari sepuluh guru honorer yang belum menerima gaji selama sepuluh bulan. Masalah utamanya nama para guru tersebut belum terdaftar di Dapodik yang menjadi syarat pencairan dana BOS.

Untuk mencari solusi, kepala sekolah bersama Komite Sekolah mengadakan pertemuan dan menyepakati pengumpulan dana sukarela sebesar Rp20 ribu per orang tua siswa. Keluarga yang memiliki dua anak hanya membayar sekali, sementara yang kurang mampu tidak diwajibkan berpartisipasi.

Namun, kesepakatan tersebut kemudian menimbulkan masalah setelah sebuah LSM melaporkannya ke polisi. Empat guru diperiksa, dan dua orang diantaranya yakni Rasnal dari SMAN 3 Luwu Utara serta Abdul Muis dari SMAN 1 Luwu Utara ditetapkan sebagai tersangka.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Nama Baik Dipulihkan Presiden, Dua Guru Luwu Utara Ucapkan Terima Kasih kepada Prabowo

Read Time:2 Minute, 34 Second

Jakarta — Dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Abdul Muis dan Rasnal, setelah menerima langsung surat rehabilitasi dari Presiden RI Prabowo Subianto. Keputusan tersebut bukan sekadar pemulihan nama baik, tetapi penanda bahwa perjuangan panjang mereka selama lima tahun akhirnya menemukan titik keadilan.

Usai menerima surat rehabilitasi yang diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (13/11) dini hari, Abdul Muis dan Rasnal menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Kepala Negara terhadap nasib guru daerah.

“Saya pribadi dan keluarga besar saya sampaikan setulus-tulusnya terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan rasa keadilan kepada kami, yang di mana selama lima tahun ini kami merasakan diskriminasi, baik dari aparat penegak hukum maupun dari birokrasi atasan kami yang seakan-akan tidak pernah peduli dengan kasus kami yang kami hadapi,” ujar Abdul Muis, Guru Sosiologi SMA Negeri 1 Luwu Utara, dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Rasnal—mantan Kepala SMA Negeri 1 Luwu Utara yang kini mengajar Bahasa Inggris di SMA Negeri 3 Luwu Utara—menyebut perjalanan panjang mereka mencari keadilan sebagai sesuatu yang sangat melelahkan. Menurutnya, upaya penyelesaian yang mereka tempuh dari tingkat sekolah hingga ke provinsi tidak pernah membuahkan hasil.

“Ini adalah sebuah perjalanan yang sangat melelahkan. Kami telah berjuang dari bawah, dari dasar sampai ke provinsi. Sayangnya kami tidak bisa mendapatkan keadilan,” ujar Rasnal.

Keduanya pun mengungkapkan rasa syukur setelah bertemu langsung dengan Prabowo dan menerima keputusan rehabilitasi. Rasnal menyebut langkah tersebut sebagai anugerah besar yang memulihkan nama baiknya serta menjadi bukti nyata kepedulian Presiden terhadap keadilan bagi para guru.

“Setelah kami bertemu dengan Bapak Presiden, alhamdulillah Bapak Presiden telah memberikan kami rehabilitasi. Saya tidak bisa mengatakan sesuatu kepada Bapak Presiden, terima kasih Bapak Presiden,” ucapnya tulus.

“Saya bersyukur kepada Allah SWT. Dengan jalan ini kami telah memperoleh keadilan sekarang dan direhabilitasi kami punya nama baik,” lanjutnya.

Rasnal juga berharap pengalaman pahit yang ia dan rekannya lalui tidak kembali terjadi kepada para pendidik lain di seluruh Indonesia.

“Semoga ke depan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap guru-guru yang sedang berjuang di lapangan. Sekarang ini teman-teman guru selalu dihantui bahwa kalau sedikit berbuat salah, selalu ada hukuman-hukuman yang tidak pantas,” tuturnya.

Perkara yang menjerat keduanya bermula lima tahun lalu ketika Kepala Sekolah SMAN 1 Luwu Utara menerima laporan dari sepuluh guru honorer yang belum menerima gaji selama sepuluh bulan akibat belum terdatanya nama mereka dalam sistem Dapodik, syarat utama pencairan dana BOS.

Untuk mencari solusi darurat, pihak sekolah bersama Komite Sekolah sepakat mengumpulkan dana sukarela Rp20 ribu per orang tua siswa, tanpa mewajibkan pembayaran bagi keluarga kurang mampu maupun mereka yang memiliki lebih dari satu anak.

Namun, kebijakan internal tersebut kemudian dipersoalkan setelah sebuah LSM melaporkannya ke kepolisian. Empat guru diperiksa, dan dua di antaranya—Rasnal serta Abdul Muis—ditetapkan sebagai tersangka.

Dengan rehabilitasi yang diberikan Prabowo, kedua guru kini mendapatkan kembali hak, martabat, dan pengakuan atas profesi yang selama ini mereka jalani. Bagi Abdul Muis dan Rasnal, langkah ini bukan hanya mengakhiri masa kelam lima tahun terakhir, tetapi juga membuka jalan bagi mereka untuk kembali mengabdi di dunia pendidikan tanpa stigma.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Exit mobile version