Langkah Lebih Baik Demi Generasi Emas Indonesia 2045

Read Time:30 Second

Dari total 9.406 SPPG yang beroperasi, tercatat 45 dapur tidak sesuai dengan SOP. Sebanyak 40 di antaranya telah dihentikan sementara.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini dan menegaskan komitmen untuk melakukan perbaikan menyeluruh.

Ke depan, setiap SPPG diwajibkan memiliki sertifikasi serta mengutamakan penggunaan bahan pangan lokal. Langkah ini tidak hanya untuk menjamin mutu dan keamanan program MBG, tetapi juga untuk memberdayakan ekonomi lokal dan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.

Dengan pembenahan ini, program MBG diharapkan dapat berjalan lebih aman, bermutu, dan terpercaya demi kesehatan serta masa depan seluruh anak Indonesia.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Pekerja Dapur MBG: Kami Bekerja Sepenuh Hati, Semoga Program Lanjut Terus

Read Time:1 Minute, 43 Second

Bogor — Di usianya yang baru 20 tahun, Sabdan Nur Seno sudah memikul tanggung jawab besar. Setiap pagi, ia bekerja di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cijayanti, tepatnya di SPPG Babakan Madang 02, Kabupaten Bogor.

Ia bertugas memimpin tim cuci tray makanan anak-anak.Baginya, menjaga kebersihan peralatan makan adalah bagian penting agar ribuan porsi makanan bergizi bisa sampai dengan layak kepada anak-anak sekolah.Sabdan sudah delapan bulan bekerja di dapur MBG.

Sebelumnya ia pernah bekerja di sebuah perusahaan di Kota Bogor. “Seru juga kerja di sini, tambah pengalaman di dunia dapur. Bisa mewujudkan keinginan Pak Presiden Prabowo untuk lima tahun ke depannya,” paparnya ditemui di lokasi dapur pekan ini.Sabdan tinggal bersama ayahnya yang bekerja sebagai karyawan biasa, ibu yang tidak bekerja, dan dua adiknya yang masih sekolah. Penghasilannya ia gunakan untuk membantu menanggung biaya sekolah adik-adiknya sekaligus menabung.

“Untuk gaji di sini, hitungan per hari 100 ribu. Jadi sebulan itu terima gaji 2 minggu sekali. Alhamdulillah cukup senang, Pak. Seru juga di sini,” ujarnya.Ia mengaku sangat bahagia saat menerima gaji pertamanya.

“Waktu pertama kali menerima gaji dari MBG, cukup senang juga. Dengan gaji segitu bisa bantu-bantu orang tua, bisa menabung juga untuk diri sendiri, untuk ke depannya,” kata Sabdan.

Sabdan mendoakan program MBG terus berlanjut agar lapangan kerja terus terbuka.“Untuk Pak Prabowo, mudah-mudahan panjang program ini. Semoga Bapak sehat selalu. Saya ikut senang bisa bekerja di program MBG ini yang telah Bapak jalankan,” ucapnya.

“Semoga bisa diperpanjang lagi ke depannya. Lebih bagus lagi. Dan tidak ada kesalahan,” tambahnya.

Sabdan menyadari adanya kritik terhadap program MBG. Namun ia menegaskan tim dapur tetap bekerja sepenuh hati.

“Untuk kritik yang dari orang lain. Kami di sini bekerja dengan ikhlas, dengan sepenuh hati untuk kemajuan. Kami tahu di luar sana banyak yang mengkritik soal makan siang bergizi ini. Tapi kami di sini tetap semangat,” tegasnya.

Sabdan menutup dengan harapan agar semangat tim dapur menular kepada Presiden.“Untuk lima tahun ke depan, intinya dari saya mengharapkan Bapak harus selalu semangat. Kami di sini selalu mendukung Bapak untuk program ini,” tutupnya.

#BadanKomunikasiPemerintah


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Pekerja Dapur Harap MBG Jalan Terus: Serap Tenaga Kerja dan Bantu Petani

Read Time:1 Minute, 55 Second

Bogor — Muhammad Wahyudin (52), warga Cijayanti, Kabupaten Bogor, berbagi kisah perjalanan hidupnya yang kini membawanya ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Babakan Madang 02.

“Pekerjaan sebelum MBG memang sudah di dunia catering. Dunia catering itu tahun 2011, jadi waiter di Boehringer. Sama di beberapa pabrik,” tutur Wahyudin saat ditemui di lokasi dapur pekan ini.

Pada 2024, ia terlibat dalam program MBG dan sejak saat itu hidupnya terasa lebih berarti.“Tahun 2024 ada BGN, kita dilibatkan sama pimpinan untuk terlibat di MBG ini. Kesan-kesannya happy aja sih,” katanya.

Penghasilan Lebih BaikWahyudin mengaku penghasilannya kini lebih baik dibanding saat bekerja di catering.“Sebelumnya masih di catering ya, Rp50.000 per hari. Persip sih, kalau dua shift kita dapat Rp100.000,” ungkapnya.Di MBG, ia menerima upah yang lebih layak.

“Kalau di sini kita alhamdulillah dapat untuk helper Rp125.000 per hari. Total, kalau kita kebetulan dapat dua minggu, Rp1.250.000. Berarti per dua minggu kan sebulan Rp2.450.000 ya,” jelasnya.

Dengan status masih single, Wahyudin bisa membantu orang tua dan tetap menabung.“Selain untuk orang tua, kebetulan kan kita masih single. Paling untuk orang tua sama kehidupan sehari-hari aja. Lebih ada peningkatan, ya untuk kebutuhan kayak jajan atau kebutuhan kita liburan, ada lah. Nggak terlalu ini banget. Paling bisa nyimpen juga,” ujarnya.

MBG Serap Tenaga Kerja & Gerakkan EkonomiBagi Wahyudin, manfaat MBG jauh melampaui gajinya.“Kalau kita sebagai pelaku di MBG ya, kayaknya emang adanya MBG menyerap tenaga kerja juga sih Pak. Itu satu sisi buat keluarga yang kebetulan anaknya sekolah kan biasa makan apa adanya, bisa makan sehat. Bagi pribadi saya positif banget,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak positif keterlibatan petani dan UMKM lokal.“Karena tiap hari kan menu MBG itu kebanyakan sayur-sayur yang emang didapat dari petani UMKM,” paparnya.

Wahyudin mendorong Prabowo agar tidak ragu melanjutkan program MBG.“Untuk tetap terus maju Pak. Istilah kasarnya jangan dengarlah. Sebenarnya emang positif banget sih. Bagi yang kayak sekarang kan banyak menyerap tenaga kerja kayak ibu-ibu yang biasa di rumah dapat penghasilan. Pokoknya bagi kita sih positif banget,” tegasnya.

Ia menutup dengan ucapan terima kasih dan apresiasi.“Buat Bapak Presiden, terima kasih banyak atas adanya MBG ini. Karena emang satu, menyerap tenaga kerja. Dua juga, memberikan makanan sehat buat generasi sehat. Generasi emas, buat generasi emas,” pungkasnya.

#BadanKomunikasiPemerintah


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Exit mobile version