Berlangsung Meriah, Bupati Heriyus Lepas Fun Run Murung Raya Hebat

Read Time:1 Minute, 24 Second

Murung Raya, Info Publik – Acara Fun Run Murung Raya Hebat Season 1 Tahun 2025 resmi digelar di Alun-Alun Jorih Jerah, Puruk Cahu, minggu pagi (30/11/2025).

Antusiasme luar biasa dari masyarakat luas mengikuti acara perdana ini, yang dibuka langsung oleh Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus bersama Wakil Bupati Mura, Rahmanto Muhidin.

Turut hadir jajaran unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, perwakilan perusahaan, hingga komunitas olahraga dan tamu undangan lainnya. Kehadiran unsur lintas sektor ini menjadi bukti kuat bahwa olahraga mampu menjadi ruang pemersatu bagi seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati Mura, Heriyus menegaskan bahwa penyelenggaraan Fun Run ini merupakan upaya nyata Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berolahraga, sekaligus mendukung program Murung Raya Sehat.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang lari, tetapi momentum penting untuk merayakan hidup sehat, mempererat kebersamaan, serta menyemai semangat sportivitas. Fun Run Murung Raya Hebat Season 1 mendapat perhatian khusus karena merupakan kegiatan fun run pertama yang digelar secara resmi di Kabupaten Murung Raya.

Lebih dari sekadar seremoni, Bupati Heriyus melihat Fun Run ini sebagai sarana penting untuk menjaring atlet-atlet muda berbakat. Dirinya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menemukan potensi baru di bidang olahraga yang dapat mewakili Murung Raya dalam kompetisi yang lebih besar, baik tingkat regional maupun nasional.

Bupati Mura juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, mulai dari panitia, sponsor, komunitas olahraga, hingga peserta yang meramaikan acara.

Acara Fun Run Murung Raya Hebat Season 1 pun berlangsung meriah dengan partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan. Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana rekreasi keluarga dan wadah mempererat hubungan sosial.

(DiskominfoSP_Nof, Res. Foto: PIKP).

Galeri Foto:


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Kisah Guru NTT yang Akhirnya Jadi PPPK Usai Videonya Ditanggapi Prabowo: Sampai Tidak Bisa Berjalan, Sa Baru Berhenti Mengajar

Read Time:2 Minute, 8 Second

Soe – Keterbatasan bukanlah halangan bagi Asnat Nenabu, guru PAUD di Desa Fotila, Amanatun Utara, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk terus mengajar. Dengan upah Rp200 ribu per bulan, Asnat menegaskan akan tetap mengajar. Asnat sendiri sekarang sudah resmi menjadi Pegawat Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu usai videonya ditanggapi oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Karena pendidikan adalah panggilan jiwanya. Sepanjang hidupnya akan ia dedikasikan untuk pendidikan anak-anak.

“Sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti (mengajar). Biar saya berbakti kepada manusia dan bangsa, buat anak-anak saya. Biar sampai saya mata buta, baru saya berhenti,” kata Asnat di PAUD Sob’ana Fotila, sekitar 3 jam perjalanan darat dari Soe, ibu kota Kabupaten Timur Tengah Selatan, NTT, Kamis (27/11).

Asnat baru saja diangkat menjadi PPPK paruh waktu setelah 36 tahun mengabdi sebagai guru honorer. Ia sempat mengajar di SMP Kristen Puli setamat SMA, kemudian pindah ke SD Inpres Fotilo. Karena tidak memiliki ijazah S1, Asnat memutuskan mengajar di PAUD hingga kini.

“(Gaji) kami sudah dinaikkan. Satu bulan Rp500 ribu. Baru enam bulan tahun 2025,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa gaji bukanlah hal utama baginya.

Ia mengaku sangat mencintai anak-anak dan ingin menanamkan nilai etika, kejujuran, dan keberanian sejak dini.

“Saya didik mereka dari etika, dari keberanian mereka, dari kejujuran mereka. Saya didik supaya mereka semakin hari semakin bertumbuh yang baik. Kalau dari dasar, PAUD itu didik dengan baik, semakin hari semakin mereka besar, mereka akan punya (karakter),” jelas Mama Asnat.

Asnat menyampaikan bahwa kecintaannya kepada anak-anak bahkan ia jalani sejak mereka masih dalam kandungan. Selain mengajar PAUD, ia juga menjadi Ketua Posyandu di kampungnya.

“Saya mendidik mereka mulai dari dalam kandungan ibu, sejak satu bulan dalam kandungan sampai sembilan bulan. Itu saya kawal para ibu hamil sampai melahirkan, lalu mereka dua tahun ke atas, tiga tahun ke atas, saya rangkul lagi untuk masuk ke PAUD,” tuturnya.

“Dan saya mau relakan saya punya tenaga. Saya bilang, kalau saya tidak bisa berjalan, baru saya lepas mengajar, karena memang saya cinta mereka,” tegasnya.

Untuk menambah penghasilan selain gaji mengajar, Asnat juga bekerja sebagai petani. Setelah mengajar, ia pergi berkebun. Jika bukan musim asam, ia menanam jagung, ubi, atau pisang. “Untuk kami makan, kami bisa cari,” ujarnya.

Asnat pun berpesan kepada seluruh guru di Indonesia agar terus mengabdi demi masa depan anak-anak bangsa.

“Mari kita tanamkan pendidikan yang kuat pada anak-anak kita dari dasar sampai SD, SMP, sampai SMA dan perguruan tinggi. Mari kita semangat untuk mendidik mereka. Kita harus membawa mereka dari kebodohan ke luar kepada kepintaran atau yang terbaik,” tutupnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Akhirnya Resmi Jadi PPPK, Guru PAUD Honorer 56 Tahun di NTT Ucapkan Terima Kasih kepada Prabowo

Read Time:1 Minute, 59 Second

Soe – Asnat Nenabu (56), guru honorer di Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sobana Fatilo, Amanatun Utara, Timor Tengah Selatan, NTT, telah resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya minta terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto yang dengan adanya video saya, Bapak tanggapi. Dan sampaikan salam saya, dari Mama Asnat kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto,” kata Asnat di halaman PAUD Sobana Fotilo, Kamis (27/11).

Asnat akhirnya masuk dalam daftar PPPK paruh waktu Kabupaten Timor Tengah Selatan setelah 36 tahun mengajar. Ia mulai mengajar sejak lulus SMA di SMP Kristen Puli, kemudian pindah ke SD Inpres Fotilo. Karena pihak sekolah mewajibkan semua guru bergelar sarjana, sementara ia tidak memiliki biaya untuk kuliah, Asnat memutuskan mengajar di PAUD hingga sekarang.

Nama Asnat sempat viral di media sosial lantaran memohon kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib pegawai honorer seperti dirinya. Ia berharap sebelum pensiun di usia 60 tahun, ia dapat merasakan satu hari saja menerima gaji dari pemerintah. Selama 12 tahun mengajar di PAUD, ia mengaku hanya mendapatkan upah Rp200 ribu per bulan dari dana BOS.

Ia mengaku sangat bahagia setelah menerima kepastian dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan bahwa ia kini resmi menjadi guru PPPK paruh waktu. Namun ia tetap berharap rekan-rekannya sesama guru honorer juga bisa segera diangkat menjadi PPPK.

“Saya juga mau, saya punya teman-teman juga kalau bisa mereka ikut merasakan berkat dari pemerintah. Karena saya punya teman-teman juga mengabdi untuk generasi umum muda ini,” harapnya.

Asnat menegaskan bahwa mengajar adalah panggilan hidupnya. Bahkan jika pun pemerintah tidak mengangkatnya menjadi PPPK, ia tetap akan mengajar.

“Saya bilang begini, biar tidak diangkat pun saya akan tetap mengajar, sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti. Artinya walaupun tidak diperhatikan pemerintah, saya tetap mengajar. Biar saya berbakti kepada manusia dan bangsa, buat anak-anak saya,” katanya.

“Biar sampai mata saya buta, sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti. Karena saya cinta anak-anak. Saya cinta kampung saya,” tegasnya.

Sementara itu, dalam keterangan resminya, Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Liou memastikan pihaknya telah mengakomodasi permohonan Asnat untuk menjadi guru PPPK. Ia juga menegaskan akan memperjuangkan nasib guru-guru honorer lainnya secara bertahap.

“Menjawab pemberitaan di media sosial mengenai Ibu Asnat Nenabu, dapat kami sampaikan bahwa Ibu Asnat Nenabu telah terakomodir dalam PPPK paruh waktu,” ujar Eduard.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Momen Prabowo Respons Video Anak Sekolah Seberangi Sungai: Ini Teriakan Mereka. Kita Harus Bertindak Cepat!

Read Time:2 Minute, 16 Second

Jakarta — Di tengah Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 di Kantor BI, Presiden Prabowo Subianto kembali menggugah perhatian untuk masyarakat ya g membutuhkan. Di hadapan para pejabat tinggi dan pelaku ekonomi, ia memutar sebuah video yang menampilkan potret pilu perjuangan anak-anak Indonesia di wilayah terpencil untuk menuju sekolah.

Dalam video tersebut, tampak anak-anak yang harus bergelantungan di tali untuk menyeberangi sungai. Ada pula yang harus menerjang arus hingga pakaian mereka basah. Bahkan, sebagian memanfaatkan pelampung styrofoam yang untuk menyeberangi sungai besar, sebuah risiko besar yang mereka ambil demi pendidikan.

“Saya minta dipaparkan anak-anak yang nyebrang sungai,” kata Prabowo Subianto, jeda sejenak menghentikan pidatonya pada Jumat malam (28/11).

Saat layar menampilkan visual tersebut, suasana ruangan langsung berubah hening. Prabowo kemudian terlihat berkaca-kaca menahan haru.

“Di tengah kita di sini, di tengah, nah ini. Ini adalah anak-anak yang tiap hari sekolah harus nyebrang sungai. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk sekolah,” kata Prabowo

Prabowo tampak menahan haru ketika video kiriman masyarakat itu terus berlanjut. Ia kemudian terdiam, fokus menyimak video yang memperlihatkan kenyataan pahit di lapangan usai berkata, “Tiap hari pakaian mereka basah, basah di ruang kelas”.

Video itu turut memuat suara seorang anak sekolah yang memohon bantuan. “Kami keseringan dihambat banjir di saat kami pergi ke sekolah. Dan kami mohon kepada Bapak untuk membangun jalan kami ini. Karena kami, kami terciksa kalau kami pergi ke sekolah,” ujar sang anak di video.

Prabowo kemudian mengajak dan meminta para pemimpin dan elit negeri dan menyampaikan bahwa ada 300 ribuan jembatan penyeberangan yang perlu untuk diperbaiki agar bisa digunakan oleh para anak-anak sekolah di daerah terpencil.

“Saudara-saudara para elit Indonesia, para pimpinan ini… ada 300 ribu penyeberangan sungai, 300 ribu jembatan yang seperti ini. Angka-angka pertumbuhan sangat bagus. Tapi rakyat kita, tiap hari, anak-anak, kita tiap hari masuk sungai basah. Duduk di kelas basah, pulang kembali basah,” ucapnya.

“Ini yang saya minta kita sebagai pengelola negara. Kita berpikir yang terbaik. Untuk mengatasi ini, saya bentuk suatu Satgas khusus, Satgas Darurat,” sambungnya.

Ia juga meminta peran aktif generasi muda melalui universitas teknik untuk terlibat dalam penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat dengan koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Dan saya minta Menteri Dikti untuk nanti mengerahkan semua mahasiswa tingkat 2–3–4 dari teknik sipil. Untuk terjun ke desa-desa, merancang dan membantu membuat jembatan-jembatan tersebut,” jelas Prabowo.

TNI dan Polri pun mendapat instruksi langsung. “Saya minta TNI dan Polri untuk juga kerahkan semua batalyon, semua batalyon teritorial pembangunan, semua kompi konstruksi dan kompi-kompi lain, semua terjun turun ke desa-desa tersebut, cari titik-titik. Saya minta ini diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” jelasnya.

“Kita kerjakan dan selesaikan ini. Anak-anak kita teriak. Kita harus jawab,” pungkasnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Guru Lega Prabowo akan Bangun Jembatan untuk Akses Anak Sekolah: Beliau Bekerja Pakai Hati

Read Time:1 Minute, 50 Second

Jakarta — Sudah lebih dari 10 tahun Koko Triantoro mengajar dan mendedikasikan diri di sekolah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Atas kegigihannya itu, Koko yang saat ini menjabat kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Embacang Lama, Sumatera Selatan, meraih penghargaan Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lebih istimewa lagi, penghargaan itu langsung diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Koko meraih Anugerah GTK untuk kategori tokoh masyarakat dari unsur guru.

Koko dianggap berjasa dalam membangun ekosistem sekolah di daerah 3T. Dia tak kenal lelah bergerak untuk kemajuan sekolah-sekolah di daerah terpencil.

“Sangat bangga dan terharu. (Penghargaan) ini menjadi trigger bagi saya sendiri. Apakah saya mampu mempertahankan karya saya ke depan karena ini memang penghargaan luar biasa yang selama ini saya terima,” kata Koko di sela acara Puncak Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (28/11).

Salah satu yang menjadi perhatian Koko adalah pembangunan jembatan agar siswa lebih mudah mengakses sekolah. Koko terharu ternyata Prabowo juga amat memperhatikan pembangunan jembatan ini.

“Sesuai dengan pidato Beliau tadi, jembatan dan fasilitas di daerah 3T akan menjadi fokus ke depannya. Mudah-mudahan ini menjadi semangat saya. Tentunya (memberi) semangat guru-guru yang ada di seluruh Indonesia,” kata dia.

Koko percaya janji Prabowo membangun jembatan ini serius dan akan terealisasi. Dia ingat setahun lalu Prabowo juga pernah berjanji mengirim panel interaktif digital ke sekolah-sekolah. Benar saja, janji itu kini terwujud.

“Saat ini sekolah kami di daerah 3T sudah menerima IFP (panel digital interaktif). Dan itu sangat bermanfaat,” kata Koko.

Janji yang sama untuk revitalisasi sekolah juga terucap dari Prabowo tahun lalu. Termasuk janji memberikan makan bergizi gratis.

“Sekolah kami saat ini sudah bagus, pagar-pagar juga sudah bagus. Dan harapannya, komitmen Pak Prabowo ini ke depan terus memajukan pendidikan,” katanya terkait pembuktian janji Prabowo itu.

Tak heran, Koko sangat percaya komitmen Prabowo membangun jembatan agar siswa bisa mudah ke sekolah, juga akan terealisasi.

“Kami sangat mengetahui Bapak bekerja dengan hati. Pesan-pesan Bapak kepada murid akan terus kami kawal Pak. Supaya pendidikan di Indonesia ini berkualitas. Kami terus akan mendoakan Bapak senantiasa sehat, panjang umur, dan diberi kekuatan untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” harap Koko.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Prabowo Minta Kabinet Gerak Cepat Bangun Jembatan untuk Siswa: Anak-Anak Kita Teriak, Kita Harus Jawab!

Read Time:1 Minute, 24 Second

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan instruksi kepada seluruh jajaran kabinet untuk mempercepat pembangunan jembatan penyeberangan bagi pelajar di berbagai pelosok daerah. Hal ini disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Gedung Grha Bhasvara Icchana, Jakarta, Jumat (28/11).

Dalam pidatonya, Prabowo menggarisbawahi urgensi percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang secara langsung menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak Indonesia.

Prabowo menyoroti video laporan warga dan kondisi siswa yang terpaksa menyeberangi sungai sambil mempertaruhkan keselamatan, dan menegaskan bahwa masalah tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Ada 300.000 titik penyeberangan sungai dan jembatan serupa di seluruh Indonesia. Angka-angka pertumbuhan ekonomi bagus, tetapi rakyat kita anak-anak kita setiap hari basah saat tiba di kelas. Ini yang harus kita jawab dengan tindakan,” tegasnya.

Untuk itu, Prabowo mengumumkan pembentukan Satgas Darurat Jembatan yang melibatkan berbagai unsur negara. Ia memerintahkan Menteri Pendidikan Tinggi untuk mengerahkan universitas guna membantu desain dan perencanaan jembatan.

Prabowo juga menyebutkan TNI dan Polri, khususnya seluruh Batalyon Zeni dan kompi konstruksi, perlu turun langsung ke titik-titik prioritas. Seluruh kementerian dan lembaga terkait juga perlu mempercepat eksekusi tanpa prosedur bertele-tele.

“Tidak ada lagi seminar, tidak ada simposium. Kita kerjakan. Kita selesaikan. Anak-anak kita teriak, kita harus jawab,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kinerja para menteri dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, namun mengingatkan bahwa capaian tersebut harus diimbangi dengan penyelesaian persoalan mendasar di lapangan.

“Rakyat kita yang paling miskin tidak bisa menunggu. Eksekusi sekarang adalah kunci,” katanya.

Pertemuan ditutup dengan ajakan Presiden agar seluruh unsur pemerintahan, sektor swasta, hingga pemangku kepentingan di berbagai level untuk bekerja dalam sinergi, melakukan percepatan, serta menjaga soliditas nasional dalam mencapai Indonesia Emas.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Prabowo Jelaskan Alasan Bentuk Satgas 300 Ribu Jembatan Sungai: Anak-Anak Tak Boleh Lagi Basah ke Sekolah!

Read Time:2 Minute, 6 Second

Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembentukan Satgas Darurat untuk menangani sekitar 300 ribu jembatan penyeberangan sungai di seluruh Indonesia didorong oleh keluhan langsung dari anak-anak di desa-desa.

Hal itu ia sampaikan dalam pidatonya di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Jumat (28/11). Ia juga menayangkan video kondisi anak-anak yang setiap hari harus menyeberangi sungai tanpa jembatan layak.

Prabowo mengatakan bahwa meski angka pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif, masih banyak rakyat, terutama anak-anak, yang menghadapi kesulitan mendasar untuk bisa mengenyam pendidikan.

“Angka-angka pertumbuhan sangat bagus, tapi rakyat kita tiap hari, anak-anak kita tiap hari masuk sungai basah, duduk di kelas basah, pulang kembali basah,” kata Prabowo.

Ia menegaskan, suara dari lapangan inilah yang mendorong dirinya mengambil langkah cepat dan luar biasa.

“Anak-anak kita teriak, kita harus jawab,” tegasnya.

Dalam forum itu, Prabowo mengumumkan pembentukan Satgas Darurat Jembatan Sungai, sebuah langkah masif yang akan melibatkan berbagai unsur mulai dari universitas, seluruh Batalyon Zeni TNI, kompi-kompi konstruksi dan satuan teritorial, dan unsur Polri yang terkait pembangunan fasilitas umum

Prabowo memerintahkan agar seluruh elemen ini terjun langsung ke desa-desa untuk merancang dan membangun jembatan penyeberangan bagi masyarakat.

Prabowo menekankan bahwa penyelesaian masalah ini tak boleh terhambat birokrasi.

“Kita kerjakan ini. Kita selesaikan ini,” kata Prabowo dengan nada tegas.

Prabowo juga menyinggung bahwa fase sekarang bukan lagi soal perencanaan, melainkan eksekusi cepat.

“Sekarang adalah execution. Sekarang adalah how to solve the problem. How to bring solution as fast as possible to the people. Rakyat kita yang paling miskin, rakyat kita yang paling bawah tidak bisa menunggu,” ujarnya.

Melihat video anak-anak menyeberangi arus sungai deras dalam perjalanan ke sekolah, Prabowo menyebut dirinya tak bisa tinggal diam.

“Ini, dan ada 300.000 penyeberangan sungai seperti ini,” katanya.

Rapat Akhir Pekan yang Tetap Ada Demi Jembatan

Prabowo mengakui bahwa tim ekonomi dan para menterinya bekerja keras hingga sering dipanggil rapat pada Sabtu–Minggu. Ia sempat berniat mengurangi rapat akhir pekan pada 2026, namun batal setelah melihat video kondisi anak-anak tersebut.

“Kemarin saya berniat tahun 2026 tidak lagi manggil Sabtu-Minggu. Tapi dikirim video klip oleh anak-anak langsung ke saya, jadi terpaksa ditunda lagi. Mungkin tahun 2027 enggak ada rapat Sabtu-Minggu, sampai jembatan-jembatan ini selesai,” ujar Prabowo.

Menutup pidatonya, Prabowo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu dan bergerak cepat menyelesaikan masalah mendasar rakyat.

“Saling mengisi, saling membantu, sinergi, persatuan, rekonsiliasi, hanya itu. Begitu kita kompak, semua unsur, semua stakeholder dari manapun… kita bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat menuju Indonesia Emas,” ujarnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Prabowo di Pertemuan Tahunan BI: Indonesia Makin Optimistis di Tengah Gejolak Global

Read Time:1 Minute, 26 Second

Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan optimismenya terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah situasi global yang masih dipenuhi ketidakpastian. Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) Grha Bhasvara Icchana, Kompleks Kantor Pusat BI, Kota Jakarta Pusat Jumat (28/11).

Prabowo menyoroti situasi dunia yang tengah dilanda perang dagang, persaingan hegemoni, hingga ketegangan geopolitik. Meskipun ada tanda-tanda positif bahwa konflik besar mulai mereda, ketidakpastian tetap muncul di berbagai kawasan. Namun, di tengah dinamika tersebut, kondisi ekonomi Indonesia dinilai tetap stabil dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat serta pelaku usaha.

“Memberi pada kita gambaran kondisi ekonomi Indonesia yang sesungguhnya cukup menjanjikan, cukup menenangkan kita di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian. Jadi di tengah ini semua, kondisi perekonomian kita yang tadi dipresentasikan oleh Menteri Koordinator Ekonomi dan Gubernur BI, saya kira cukup memberi suatu rasa optimisme bagi kita sekalian,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan refleksi satu tahun kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa berbagai capaian positif yang diraih pemerintah bukanlah hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari sinergi menyeluruh antarinstansi.

“Satu tahun pmeerintahan yang saya pimpin ternyata kita telah membuktikan kepada seluruh rakyat Indonesia hasil-hasil nyata, prestasi-prestasi yang cukup kita banggakan. Dan ini adalah sinergi, kerja sama yang cukup baik di antara pengelola-pengelola perekonomian kita,” lanjutnya.

Meskipun laporan makro ekonomi menunjukkan optimisme, Prabowo mengingatkan semua pihak bahwa tantangan rakyat di tingkat akar rumput harus segera dijawab dengan tindakan nyata. Prabowo menekankan pentingnya eksekusi yang cepat.

“Sekarang adalah execution. Sekarang adalah how to solve the problem. How to bring solution as fast as possible to the people. Rakyat kita yang paling miskin, rakyat kita yang paling bawah tidak bisa menunggu, dia harus dapat segera aksi-aksi yang membela mereka,” tegas Prabowo.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Sosok Umi Salamah yang Dedikasikan Rumah untuk Pendidikan, Tersentuh Pidato Prabowo: Beliau Keren!

Read Time:1 Minute, 24 Second

Jakarta — Umi Salamah (66), seorang guru sekaligus kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) asal Ajibarang, Banyumas, mengapresiasi pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Dia mengaku tersentuh dengan pidato Prabowo yang disampaikan dalam peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 di Indo Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (28/11).

Umi Salamah yang mendapatkan penghargaan langsung dari Prabowo itu melihat era kepemimpinan Prabowo menggambarkan komitmen pemerintah dalam memperkuat dunia pendidikan, khususnya pendidikan non-formal yang selama puluhan tahun ia geluti.

“Tadi saya mendengarkan sendiri pidatonya, Beliau keren. Sungguh keren, aduh,” ujar Umi Salamah usai menerima penghargaan.

Umi Salamah menyambut baik pesan Prabowo yang menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada proses mengajar, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

“Menurut saya dunia pendidikan itu kunci, tapi pendidikan itu tidak sekadar mengajar, tapi mendidik. Guru itu harus mendidik mulai dari diri sendiri dulu,” tegas Umi.

Umi turut menyoroti pentingnya keteladanan dalam dunia pendidikan, sebagaimana disampaikan dalam pidato Prabowo, seraya menegaskan kembali pengalamannya mengajar selama puluhan tahun.

Umi berharap arah kebijakan pendidikan yang disampaikan Prabowo dapat membawa perubahan nyata bagi pendidikan di Indonesia.

“Mudah-mudahan Indonesia benar-benar berubah, terutama melalui dunia pendidikan,” ujarnya.

Tak lupa, Umi juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian Prabowo terhadap dunia pendidikan non-formal yang selama ini menjadi ruang pengabdiannya.

Penghargaan yang diterima Umi sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus berkontribusi.

“Ini bonus saja dari Allah. Saya tidak pernah membayangkan atau bermimpi dapat seperti ini,” imbuhnya.

Umi Salamah membuka rumahnya untuk menjadi tempat pendidikan nonformal bagi para peserta didik buta huruf hingga perguruan tinggi. Umi mendirikan PKBM, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), kelas paket (A, B, C), SLB (Sekolah Luar Biasa), hingga merintis Pondok Pesantren ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Prabowo Bentuk Satgas Darurat Jembatan untuk Siswa Pelosok, Tak Mau Anak-anak Pertaruhkan Nyawa untuk Pergi Sekolah

Read Time:1 Minute, 18 Second

Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Darurat Jembatan sebagai langkah percepatan untuk memperkuat akses jalan para pelajar menuju sekolah di seluruh pelosok Indonesia. Langkah ini diambil menyusul laporan dan temuan mengenai banyaknya siswa yang harus mempertaruhkan keselamatan karena minimnya infrastruktur penghubung.

Hal ini disampaikan Prabowo pidatonya pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (28/11). Ia menegaskan pembangunan jembatan merupakan prioritas pemerintah untuk menunjang kemajuan pendidikan.

Prabowo menyebut kebutuhan pembangunan jembatan mencapai 300.000 unit di berbagai wilayah.

“Ada jembatan yang kecil, ada yang penyeberangan. Ini sedang kita rancang anak-anakku, sabar saya sedang bekerja, mudah-mudahan tahun depan semua jembatan bisa berdiri,” ujar Prabowo.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Prabowo langsung menugaskan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Ia meminta Brian mengerahkan SDM teknik sipil untuk terjun membantu pembangunan ratusan ribu jembatan yang dibutuhkan.

Selain itu, Prabowo menekankan peran penting TNI dan Polri dalam pengerjaan jembatan, termasuk pengerahan pasukan Zeni dan Brimob untuk membantu masyarakat desa.

“Kerahkan batalion-batalion Zeni untuk membantu, saya juga meminta polisi turun, saya meminta itu kompi-kompi Brimob terjunkan bantu rakyat di desa-desa untuk atasi masalah jembatan ini menjadi prioritas, karena saya tidak rela anak-anak seperti itu setiap hari mempertaruhkan nyawanya untuk ke sekolah,” tegas Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan elite-elite di Jakarta perlu lebih peka terhadap kondisi masyarakat.

“Tidak dengan hardik-menghardik, tidak dengan maki-memaki, tidak mengejek. Kita harus atasi jembatan itu dengan kerja nyata, pikiran nyata,” kata Prabowo.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Exit mobile version