Jalur Darat Terputus, Kota Langsa Terima Bantuan 1,5 Ton via Helikopter

Read Time:1 Minute, 17 Second

Banda Aceh — Kodam Iskandar Muda menyalurkan total 1,5 ton bantuan logistik berisi makanan serta obat-obatan bagi warga yang terdampak bencana di Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur menggunakan Helikopter MI-17 V5 bernomor registrasi HA-5157 dari Lanud Sultan Iskandar Muda, Selasa (2/12).

Pengoperasian menggunakan helikopter merupakan aksi langkah cepat merespons kebutuhan masyarakat yang masih kesulitan akibat sejumlah jalur darat terputus dan distribusi logistik yang terbatas di beberapa wilayah terdampak.

Helikopter MI-17 V5 dipilih karena kemampuannya menjangkau area sulit serta kapasitas angkutnya yang besar, sehingga dianggap paling efektif untuk misi bantuan jarak menengah.

Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, menyampaikan bahwa pengiriman logistik ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Kodam IM dalam mendukung pemerintah daerah mempercepat penanganan bencana. Ia menegaskan bahwa prajurit TNI selalu siap memberikan bantuan kapan saja masyarakat membutuhkan.

“Pengiriman hari ini merupakan bagian dari upaya berkesinambungan Kodam IM untuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi. Kami akan terus memantau kondisi di wilayah terdampak dan menambah bantuan bila diperlukan,” ujar Pangdam Iskandar Muda.

Adapun bantuan dengan total berat 1,5 ton tersebut meliputi paket makanan siap konsumsi Eprokal, vitamin, obat-obatan penting, dan perlengkapan pendukung kesehatan. Seluruh logistik telah dipersiapkan oleh personel Kodam IM agar dapat segera disalurkan begitu tiba di Langsa.

Setelah menempuh penerbangan beberapa puluh menit, Helikopter MI-17 V5 dijadwalkan mendarat langsung di titik distribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan tim respons darurat. Dari lokasi tersebut, bantuan akan dibagikan kepada warga yang paling membutuhkan dengan dukungan personel TNI, BPBD, serta para relawan setempat.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Pemerintah Kerahkan Truk BBM dan Alat Berat ke Aceh Tamiang, Akses Darat Mulai Terbuka

Read Time:59 Second

Jakarta — Penanganan bencana di Aceh Tamiang terus dipercepat. Sejumlah kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan alat berat dari Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Kementerian Perhubungan telah bergerak dari Medan menuju wilayah terdampak. Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (2/12).

Dalam unggahannya, Sekretariat Kabinet menegaskan bahwa akses untuk pasokan logistik menjadi prioritas utama pemerintah guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

“Dorongan BBM dan alat berat dari Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan dalam perjalanan dari Medan menuju Aceh Tamiang. Akses jalur darat semakin hari harus semakin bisa dilalui,” tulis Sekretariat Kabinet.

Video dari udara memperlihatkan deretan truk BBM, truk logistik, dan kendaraan berat lainnya antre melewati jalur yang masih terendam, menggambarkan tingginya tantangan distribusi bantuan ke daerah yang menjadi salah satu pusat dampak banjir di Aceh.

Upaya pembukaan akses menjadi fokus utama pemerintah, mengingat jalur darat merupakan rute kritis untuk mobilisasi bantuan dan evakuasi warga. Dengan pengerahan alat berat dari PU dan dukungan penuh sektor energi dan transportasi, pemerintah menargetkan arus logistik ke Aceh Tamiang dapat kembali lancar.

Pengiriman bantuan dan BBM terus dimaksimalkan. Pemerintah memastikan koordinasi lintas kementerian berjalan intensif untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Upaya Pemulihan Aceh Tamiang Dipercepat: Akses Dibuka, Bantuan Dikirim Lewat Sungai dan Airdrop

Read Time:2 Minute, 36 Second

Aceh Tamiang — Pemerintah terus mempercepat penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Tamiang. Seluruh unsur negara, dari pemerintah pusat, TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, hingga relawan, bergerak secara terpadu untuk memastikan akses terbuka, bantuan tiba tepat waktu, dan pencarian korban terus dilakukan tanpa henti.

Akses Aceh Tamiang–Sumut Mulai Normal, Distribusi Logistik Lancar

Jalur lintas nasional yang menghubungkan Aceh Tamiang dengan Sumatra Utara (Sumut) yang sebelumnya lumpuh total akibat banjir dan longsor kini perlahan kembali dapat dilalui. Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, memastikan bahwa kendaraan berat sudah mulai melewati kawasan Seumadam, salah satu titik paling terdampak. Meski masih terdapat sisa lumpur dan genangan air, akses kini terbuka untuk mempercepat mobilisasi logistik dan alat berat.

“Alhamdulillah jalan nasional wilayah Aceh Tamiang–Sumut sudah normal dan sudah bisa dilewati truk besar,” ujar Armia.

Tim gabungan tetap melanjutkan pencarian korban, dengan jumlah korban meninggal yang telah terkonfirmasi sebanyak 22 orang.

Bantuan Tiba dari Jalur Darat, Air, dan Udara

Bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mulai berdatangan dan didistribusikan melalui jalur sungai dan udara karena sejumlah jembatan masih terputus. Pemkab Aceh Tamiang telah mengirim bantuan ke delapan desa terisolir di Kecamatan Sekerak menggunakan sampan. Di Desa Sekumur, yang rumah penduduknya hanyut karena banjir, bantuan untuk 1.000 warga telah disalurkan.

“Ada satu kampung rumah hanyut karena banjir, Desa Sekumur. Itu sudah kita drop untuk 1.000 masyarakat di sana. Kita drop pakai sampan, umumnya masyarakat di pinggiran sungai itukan rumahnya dari papan, jadi hanyut karena banjir,” kata Armia.

Untuk mempercepat jangkauan, Pemkab Aceh Tamiang telah mengajukan penyiagaan helikopter tambahan dari Mabes Polri.

Polri Lakukan Airdrop untuk Wilayah Terisolasi, Kapolri Pastikan Tidak Ada Hambatan Bantuan

Kapolri memerintahkan penggunaan metode airdrop untuk mengatasi medan ekstrem yang membuat helikopter tidak dapat mendarat. Komjen Pol Mohammad Fadil Imran menegaskan bahwa Kapolri menginstruksikan agar tidak ada hambatan dalam penyaluran bantuan.

“Bapak Kapolri menegaskan bahwa tidak boleh ada hambatan dalam penyaluran bantuan. Jika helikopter tidak bisa landing karena medan terdampak bencana, maka airdrop menjadi pilihan agar masyarakat tetap mendapatkan bantuan tepat waktu,” ujarnya.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, juga menempuh perjalanan ekstrem selama lima hari, melewati jalur yang terputus, tertutup lumpur, hingga harus menyeberang dengan perahu, untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan kehadiran Polri dirasakan langsung oleh warga.

“Saya harus tiba di Tamiang. Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi musibah ini. Dan mengecek langsung kondisi Mako serta memastikan Kesiapan Personil dalam penanganan dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.

BNPB: Pembukaan Jalan, Pendampingan Daerah, dan Airdrop di Titik Terpencil

Tim BNPB melaporkan bahwa jalur Medan–Aceh Tamiang mulai dapat dilalui kendaraan roda empat walau dengan kecepatan terbatas. Diperkirakan pada Rabu (3/12) jalur sudah dapat dibuka 100 persen. Alat berat Dinas Pekerjaan Umum masih bekerja menyingkirkan material longsor yang tersisa.

Selain itu, BNPB telah mengirimkan tim pendampingan ke seluruh titik terdampak, dipimpin oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Bantuan logistik disalurkan melalui jalur laut dari Banda Aceh ke Langsa, serta melalui airdrop menggunakan helikopter di titik-titik terisolasi seperti Babo dan Perupuk.

Bantuan tahap ini meliputi makanan siap saji, hygiene kit, sembako, selimut, matras, dan alat kebersihan.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Prabowo Fokus Pulihkan 3 Provinsi Terdampak Bencana, Kerahkan Seluruh Kekuatan

Read Time:1 Minute, 29 Second

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto kini memfokuskan pemerintahannya untuk mengatasi dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Seluruh instrumen pemerintah diturunkan untuk memulihkan kondisi ketiga provinsi tersebut.

“Beliau (Presiden) hari-hari ini sedang mengerahkan kekuatan segalanya untuk memulihkan kondisi di tiga provinsi tersebut,” ujar Ketua MPR RI Ahmad Muzani usai pertemuan dengan Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/12).

Pada kesempatan itu, Muzani menyampaikan laporan tentang kondisi di tiga provinsi terdampak bencana. Presiden juga sudah sempat meninjau langsung lokasi pada Senin (1/12).

Menurut Muzani, Prabowo ikut merasakan beban berat yang dialami warga terdampak bencana. Mulai dari kehilangan tempat tinggal hingga kehilangan anggota keluarga.

“Beliau melihat langsung kerugian yang didapatkan akibat dari bencana tersebut. Beliau juga melihat langsung pengungsi serta masyarakat yang terdampak akibat dari musibah tersebut. Beliau merasakan bagaimana beban berat yang dirasakan oleh masyarakat, termasuk beliau merasakan bagaimana warga yang terkasih, yang tersayang hilang, yang sampai sekarang belum ditemukan jasad dan jenazahnya,” ucap dia.

Presiden, lanjut Muzani, menginstruksikan seluruh kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, hingga BUMN strategis untuk mempercepat penanganan pascabencana. Perbaikan jalan dan jalur komunikasi jadi prioritas pemerintah.

“Beliau terus berkoordinasi dengan banyak menteri terkait, baik yang berkaitan dengan bantuan ataupun perbaikan infrastruktur. Bahkan Dirut PLN, dirut Pertamina, sudah dikerahkan untuk memulihkan kondisi listrik, suplai bahan bakar di sana agar normal,” tuturnya.

Banjir dan longsor terjadi di sebagian besar wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sejak hari awal bencana, pemerintah pusat telah menurunkan berbagai logistik kebutuhan warga terdampak bencana. Di antaranya sekitar 100 perangkat starlink dan genset dan tenda-tenda.

BNPB dibantu TNI dan Polri berupaya mendistribusikan bantuan hingga ke titik terdalam yang aksesnya terputus akibat longsor. Selain itu, BNPB juga sudah melakukan modifikasi cuaca di sejumlah titik yang mengalami banjir dan longsor ekstrem.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Perkuat SDM Melalui Bimtek Digital Transformation Acceleration Class

Read Time:1 Minute, 33 Second

Yogyakarta, Info Publik – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) melalui Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital daerah.

Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Digital Transformation Acceleration Class yang diselenggarakan di Sahid Raya Hotel & Convention, Yogyakarta, pada 2–4 Desember 2025.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai pendekatan audit berbasis risiko dan peranannya dalam mengidentifikasi, menilai, serta mengendalikan risiko teknologi informasi. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan organisasi agar lebih tepat dan berkelanjutan.

Kepala Diskominfo SP Kab.Mura, Yulianus melalui staf Bidang TIK, Kusairi Rosyadi, menyampaikan bimtek ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kompetensi SDM di bidang TIK. Percepatan digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan agar Pemerintah daerah mampu memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien.

Ia menegaskan bahwa hasil pelatihan ini akan diterapkan dalam pengembangan layanan digital daerah, termasuk peningkatan keamanan sistem, integrasi aplikasi, serta perluasan infrastruktur TIK di Kabupaten Murung Raya. Implementasi tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya layanan Pemerintahan berbasis digital yang semakin berkualitas dan mudah diakses masyarakat.

Bimtek ini menghadirkan pemateri berpengalaman dari lembaga profesional PT Inixindo Widya Iswara Nusantara. Materi yang disampaikan mencakup prinsip dan manfaat audit sistem informasi berbasis risiko, teknik identifikasi serta evaluasi risiko TI yang berdampak pada tujuan bisnis, integrasi hasil audit dalam pengambilan keputusan strategis, hingga penerapan kontrol pengelolaan risiko yang efektif dan efisien.

Selain teori, peserta juga mendapatkan praktik langsung mengenai strategi percepatan transformasi digital. Melalui metode pembelajaran interaktif, peserta dapat memahami secara lebih mendalam bagaimana mengimplementasikan teknologi yang inovatif, adaptif, serta sesuai kebutuhan organisasi pemerintah daerah.

Bimtek Digital Transformation Acceleration Class ini menjadi momentum penting bagi Diskominfo SP Mura dalam memperkuat langkah menuju tata kelola Pemerintahan digital. Dengan peningkatan kapasitas SDM, Kabupaten Murung Raya diharapkan semakin siap menghadapi era digital dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

(DiskominfoSP_Nof, Res. Foto: Res).


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Kisah Guru NTT yang Akhirnya Jadi PPPK Usai Videonya Ditanggapi Prabowo: Sampai Tidak Bisa Berjalan, Sa Baru Berhenti Mengajar

Read Time:2 Minute, 8 Second

Soe – Keterbatasan bukanlah halangan bagi Asnat Nenabu, guru PAUD di Desa Fotila, Amanatun Utara, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk terus mengajar. Dengan upah Rp200 ribu per bulan, Asnat menegaskan akan tetap mengajar. Asnat sendiri sekarang sudah resmi menjadi Pegawat Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu usai videonya ditanggapi oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Karena pendidikan adalah panggilan jiwanya. Sepanjang hidupnya akan ia dedikasikan untuk pendidikan anak-anak.

“Sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti (mengajar). Biar saya berbakti kepada manusia dan bangsa, buat anak-anak saya. Biar sampai saya mata buta, baru saya berhenti,” kata Asnat di PAUD Sob’ana Fotila, sekitar 3 jam perjalanan darat dari Soe, ibu kota Kabupaten Timur Tengah Selatan, NTT, Kamis (27/11).

Asnat baru saja diangkat menjadi PPPK paruh waktu setelah 36 tahun mengabdi sebagai guru honorer. Ia sempat mengajar di SMP Kristen Puli setamat SMA, kemudian pindah ke SD Inpres Fotilo. Karena tidak memiliki ijazah S1, Asnat memutuskan mengajar di PAUD hingga kini.

“(Gaji) kami sudah dinaikkan. Satu bulan Rp500 ribu. Baru enam bulan tahun 2025,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa gaji bukanlah hal utama baginya.

Ia mengaku sangat mencintai anak-anak dan ingin menanamkan nilai etika, kejujuran, dan keberanian sejak dini.

“Saya didik mereka dari etika, dari keberanian mereka, dari kejujuran mereka. Saya didik supaya mereka semakin hari semakin bertumbuh yang baik. Kalau dari dasar, PAUD itu didik dengan baik, semakin hari semakin mereka besar, mereka akan punya (karakter),” jelas Mama Asnat.

Asnat menyampaikan bahwa kecintaannya kepada anak-anak bahkan ia jalani sejak mereka masih dalam kandungan. Selain mengajar PAUD, ia juga menjadi Ketua Posyandu di kampungnya.

“Saya mendidik mereka mulai dari dalam kandungan ibu, sejak satu bulan dalam kandungan sampai sembilan bulan. Itu saya kawal para ibu hamil sampai melahirkan, lalu mereka dua tahun ke atas, tiga tahun ke atas, saya rangkul lagi untuk masuk ke PAUD,” tuturnya.

“Dan saya mau relakan saya punya tenaga. Saya bilang, kalau saya tidak bisa berjalan, baru saya lepas mengajar, karena memang saya cinta mereka,” tegasnya.

Untuk menambah penghasilan selain gaji mengajar, Asnat juga bekerja sebagai petani. Setelah mengajar, ia pergi berkebun. Jika bukan musim asam, ia menanam jagung, ubi, atau pisang. “Untuk kami makan, kami bisa cari,” ujarnya.

Asnat pun berpesan kepada seluruh guru di Indonesia agar terus mengabdi demi masa depan anak-anak bangsa.

“Mari kita tanamkan pendidikan yang kuat pada anak-anak kita dari dasar sampai SD, SMP, sampai SMA dan perguruan tinggi. Mari kita semangat untuk mendidik mereka. Kita harus membawa mereka dari kebodohan ke luar kepada kepintaran atau yang terbaik,” tutupnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Akhirnya Resmi Jadi PPPK, Guru PAUD Honorer 56 Tahun di NTT Ucapkan Terima Kasih kepada Prabowo

Read Time:1 Minute, 59 Second

Soe – Asnat Nenabu (56), guru honorer di Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sobana Fatilo, Amanatun Utara, Timor Tengah Selatan, NTT, telah resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya minta terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto yang dengan adanya video saya, Bapak tanggapi. Dan sampaikan salam saya, dari Mama Asnat kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto,” kata Asnat di halaman PAUD Sobana Fotilo, Kamis (27/11).

Asnat akhirnya masuk dalam daftar PPPK paruh waktu Kabupaten Timor Tengah Selatan setelah 36 tahun mengajar. Ia mulai mengajar sejak lulus SMA di SMP Kristen Puli, kemudian pindah ke SD Inpres Fotilo. Karena pihak sekolah mewajibkan semua guru bergelar sarjana, sementara ia tidak memiliki biaya untuk kuliah, Asnat memutuskan mengajar di PAUD hingga sekarang.

Nama Asnat sempat viral di media sosial lantaran memohon kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib pegawai honorer seperti dirinya. Ia berharap sebelum pensiun di usia 60 tahun, ia dapat merasakan satu hari saja menerima gaji dari pemerintah. Selama 12 tahun mengajar di PAUD, ia mengaku hanya mendapatkan upah Rp200 ribu per bulan dari dana BOS.

Ia mengaku sangat bahagia setelah menerima kepastian dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan bahwa ia kini resmi menjadi guru PPPK paruh waktu. Namun ia tetap berharap rekan-rekannya sesama guru honorer juga bisa segera diangkat menjadi PPPK.

“Saya juga mau, saya punya teman-teman juga kalau bisa mereka ikut merasakan berkat dari pemerintah. Karena saya punya teman-teman juga mengabdi untuk generasi umum muda ini,” harapnya.

Asnat menegaskan bahwa mengajar adalah panggilan hidupnya. Bahkan jika pun pemerintah tidak mengangkatnya menjadi PPPK, ia tetap akan mengajar.

“Saya bilang begini, biar tidak diangkat pun saya akan tetap mengajar, sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti. Artinya walaupun tidak diperhatikan pemerintah, saya tetap mengajar. Biar saya berbakti kepada manusia dan bangsa, buat anak-anak saya,” katanya.

“Biar sampai mata saya buta, sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti. Karena saya cinta anak-anak. Saya cinta kampung saya,” tegasnya.

Sementara itu, dalam keterangan resminya, Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Liou memastikan pihaknya telah mengakomodasi permohonan Asnat untuk menjadi guru PPPK. Ia juga menegaskan akan memperjuangkan nasib guru-guru honorer lainnya secara bertahap.

“Menjawab pemberitaan di media sosial mengenai Ibu Asnat Nenabu, dapat kami sampaikan bahwa Ibu Asnat Nenabu telah terakomodir dalam PPPK paruh waktu,” ujar Eduard.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Momen Prabowo Respons Video Anak Sekolah Seberangi Sungai: Ini Teriakan Mereka. Kita Harus Bertindak Cepat!

Read Time:2 Minute, 16 Second

Jakarta — Di tengah Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 di Kantor BI, Presiden Prabowo Subianto kembali menggugah perhatian untuk masyarakat ya g membutuhkan. Di hadapan para pejabat tinggi dan pelaku ekonomi, ia memutar sebuah video yang menampilkan potret pilu perjuangan anak-anak Indonesia di wilayah terpencil untuk menuju sekolah.

Dalam video tersebut, tampak anak-anak yang harus bergelantungan di tali untuk menyeberangi sungai. Ada pula yang harus menerjang arus hingga pakaian mereka basah. Bahkan, sebagian memanfaatkan pelampung styrofoam yang untuk menyeberangi sungai besar, sebuah risiko besar yang mereka ambil demi pendidikan.

“Saya minta dipaparkan anak-anak yang nyebrang sungai,” kata Prabowo Subianto, jeda sejenak menghentikan pidatonya pada Jumat malam (28/11).

Saat layar menampilkan visual tersebut, suasana ruangan langsung berubah hening. Prabowo kemudian terlihat berkaca-kaca menahan haru.

“Di tengah kita di sini, di tengah, nah ini. Ini adalah anak-anak yang tiap hari sekolah harus nyebrang sungai. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk sekolah,” kata Prabowo

Prabowo tampak menahan haru ketika video kiriman masyarakat itu terus berlanjut. Ia kemudian terdiam, fokus menyimak video yang memperlihatkan kenyataan pahit di lapangan usai berkata, “Tiap hari pakaian mereka basah, basah di ruang kelas”.

Video itu turut memuat suara seorang anak sekolah yang memohon bantuan. “Kami keseringan dihambat banjir di saat kami pergi ke sekolah. Dan kami mohon kepada Bapak untuk membangun jalan kami ini. Karena kami, kami terciksa kalau kami pergi ke sekolah,” ujar sang anak di video.

Prabowo kemudian mengajak dan meminta para pemimpin dan elit negeri dan menyampaikan bahwa ada 300 ribuan jembatan penyeberangan yang perlu untuk diperbaiki agar bisa digunakan oleh para anak-anak sekolah di daerah terpencil.

“Saudara-saudara para elit Indonesia, para pimpinan ini… ada 300 ribu penyeberangan sungai, 300 ribu jembatan yang seperti ini. Angka-angka pertumbuhan sangat bagus. Tapi rakyat kita, tiap hari, anak-anak, kita tiap hari masuk sungai basah. Duduk di kelas basah, pulang kembali basah,” ucapnya.

“Ini yang saya minta kita sebagai pengelola negara. Kita berpikir yang terbaik. Untuk mengatasi ini, saya bentuk suatu Satgas khusus, Satgas Darurat,” sambungnya.

Ia juga meminta peran aktif generasi muda melalui universitas teknik untuk terlibat dalam penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat dengan koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Dan saya minta Menteri Dikti untuk nanti mengerahkan semua mahasiswa tingkat 2–3–4 dari teknik sipil. Untuk terjun ke desa-desa, merancang dan membantu membuat jembatan-jembatan tersebut,” jelas Prabowo.

TNI dan Polri pun mendapat instruksi langsung. “Saya minta TNI dan Polri untuk juga kerahkan semua batalyon, semua batalyon teritorial pembangunan, semua kompi konstruksi dan kompi-kompi lain, semua terjun turun ke desa-desa tersebut, cari titik-titik. Saya minta ini diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” jelasnya.

“Kita kerjakan dan selesaikan ini. Anak-anak kita teriak. Kita harus jawab,” pungkasnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Guru Lega Prabowo akan Bangun Jembatan untuk Akses Anak Sekolah: Beliau Bekerja Pakai Hati

Read Time:1 Minute, 50 Second

Jakarta — Sudah lebih dari 10 tahun Koko Triantoro mengajar dan mendedikasikan diri di sekolah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Atas kegigihannya itu, Koko yang saat ini menjabat kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Embacang Lama, Sumatera Selatan, meraih penghargaan Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lebih istimewa lagi, penghargaan itu langsung diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Koko meraih Anugerah GTK untuk kategori tokoh masyarakat dari unsur guru.

Koko dianggap berjasa dalam membangun ekosistem sekolah di daerah 3T. Dia tak kenal lelah bergerak untuk kemajuan sekolah-sekolah di daerah terpencil.

“Sangat bangga dan terharu. (Penghargaan) ini menjadi trigger bagi saya sendiri. Apakah saya mampu mempertahankan karya saya ke depan karena ini memang penghargaan luar biasa yang selama ini saya terima,” kata Koko di sela acara Puncak Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (28/11).

Salah satu yang menjadi perhatian Koko adalah pembangunan jembatan agar siswa lebih mudah mengakses sekolah. Koko terharu ternyata Prabowo juga amat memperhatikan pembangunan jembatan ini.

“Sesuai dengan pidato Beliau tadi, jembatan dan fasilitas di daerah 3T akan menjadi fokus ke depannya. Mudah-mudahan ini menjadi semangat saya. Tentunya (memberi) semangat guru-guru yang ada di seluruh Indonesia,” kata dia.

Koko percaya janji Prabowo membangun jembatan ini serius dan akan terealisasi. Dia ingat setahun lalu Prabowo juga pernah berjanji mengirim panel interaktif digital ke sekolah-sekolah. Benar saja, janji itu kini terwujud.

“Saat ini sekolah kami di daerah 3T sudah menerima IFP (panel digital interaktif). Dan itu sangat bermanfaat,” kata Koko.

Janji yang sama untuk revitalisasi sekolah juga terucap dari Prabowo tahun lalu. Termasuk janji memberikan makan bergizi gratis.

“Sekolah kami saat ini sudah bagus, pagar-pagar juga sudah bagus. Dan harapannya, komitmen Pak Prabowo ini ke depan terus memajukan pendidikan,” katanya terkait pembuktian janji Prabowo itu.

Tak heran, Koko sangat percaya komitmen Prabowo membangun jembatan agar siswa bisa mudah ke sekolah, juga akan terealisasi.

“Kami sangat mengetahui Bapak bekerja dengan hati. Pesan-pesan Bapak kepada murid akan terus kami kawal Pak. Supaya pendidikan di Indonesia ini berkualitas. Kami terus akan mendoakan Bapak senantiasa sehat, panjang umur, dan diberi kekuatan untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” harap Koko.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Prabowo Minta Kabinet Gerak Cepat Bangun Jembatan untuk Siswa: Anak-Anak Kita Teriak, Kita Harus Jawab!

Read Time:1 Minute, 24 Second

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan instruksi kepada seluruh jajaran kabinet untuk mempercepat pembangunan jembatan penyeberangan bagi pelajar di berbagai pelosok daerah. Hal ini disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Gedung Grha Bhasvara Icchana, Jakarta, Jumat (28/11).

Dalam pidatonya, Prabowo menggarisbawahi urgensi percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang secara langsung menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak Indonesia.

Prabowo menyoroti video laporan warga dan kondisi siswa yang terpaksa menyeberangi sungai sambil mempertaruhkan keselamatan, dan menegaskan bahwa masalah tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Ada 300.000 titik penyeberangan sungai dan jembatan serupa di seluruh Indonesia. Angka-angka pertumbuhan ekonomi bagus, tetapi rakyat kita anak-anak kita setiap hari basah saat tiba di kelas. Ini yang harus kita jawab dengan tindakan,” tegasnya.

Untuk itu, Prabowo mengumumkan pembentukan Satgas Darurat Jembatan yang melibatkan berbagai unsur negara. Ia memerintahkan Menteri Pendidikan Tinggi untuk mengerahkan universitas guna membantu desain dan perencanaan jembatan.

Prabowo juga menyebutkan TNI dan Polri, khususnya seluruh Batalyon Zeni dan kompi konstruksi, perlu turun langsung ke titik-titik prioritas. Seluruh kementerian dan lembaga terkait juga perlu mempercepat eksekusi tanpa prosedur bertele-tele.

“Tidak ada lagi seminar, tidak ada simposium. Kita kerjakan. Kita selesaikan. Anak-anak kita teriak, kita harus jawab,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kinerja para menteri dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, namun mengingatkan bahwa capaian tersebut harus diimbangi dengan penyelesaian persoalan mendasar di lapangan.

“Rakyat kita yang paling miskin tidak bisa menunggu. Eksekusi sekarang adalah kunci,” katanya.

Pertemuan ditutup dengan ajakan Presiden agar seluruh unsur pemerintahan, sektor swasta, hingga pemangku kepentingan di berbagai level untuk bekerja dalam sinergi, melakukan percepatan, serta menjaga soliditas nasional dalam mencapai Indonesia Emas.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Exit mobile version