Kagum Keteguhan dan Disiplin Korsel, Prabowo Kenang Pelatih Judo saat di Kopassus

Read Time:1 Minute, 18 Second

Cilegon — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kekaguman terhadap keteguhan, disiplin, dan etos kerja bangsa Korea Selatan dalam membangun negara modern.

“Saya kagum dengan bangsa Korea, budaya mereka, kerja keras mereka. Mereka bangsa yang mampu mendirikan negara modern dari kancah peperangan,” kata Prabowo saat meresmikan pabrik LOTTE Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, Kamis (6/11).

Dari kekaguman itu, Prabowo mengenang saat masih bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pengalaman yang menurutnya membentuk rasa hormat mendalam terhadap disiplin ala Korea Selatan.

“Waktu saya di tentara, saya dibantu pelatih-pelatih dari Korea. Mereka sangat keras. Saya ingat pelatih judo Korea yang melatih tim saya di Kopassus,” katanya.

Prabowo menceritakan bagaimana pelatih itu tetap memprioritaskan latihan bahkan saat hari-hari besar keagamaan.

“Menjelang Natal, saya minta anggota diliburkan. Dia bilang, ‘Tidak bisa, Jenderal. Kita nanti (tetap) ke gereja untuk misa, setelah itu latihan.’ Begitu juga saat Lebaran, ‘yang wajib itu sembahyang jam 7 pagi, sesudah itu latihan’,” ujarnya mengenang momen tersebut.

Pelatih asal Korea yang disebut profesor tersebut lantas memberikan prinsip sederhana yang terus diingat Prabowo sepanjang karier militernya.

“Dia tanya, ‘Jenderal, mau tim jenderal juara atau tidak?’ Kalau mau juara, tidak ada jalan lain. Rumusnya tiga: nomor satu latihan, nomor dua latihan, nomor tiga latihan’.”

Menurut Prabowo, kedisiplinan seperti inilah yang membuat bangsa Korea menjadi bangsa tangguh dan sulit ditaklukkan dalam negosiasi maupun kerja sama.

Prabowo juga menyorot sosok Presiden Korea Selatan, Park Chung-hee, yang dikenal memimpin industrialisasi Korea pada masanya.

“Saya kagum karena dia orang bersih, tidak korup. Saya ingin menjadi seperti itu, memimpin pemerintahan yang tidak korup,” ucapnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Resmikan Investasi LOTTE Rp62 T di Cilegon, Prabowo: Ini Bukti Kepercayaan Dunia pada Indonesia

Read Time:1 Minute, 30 Second

Cilegon — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan investasi Sentul Rp62 triliun dari LOTTE Chemical Indonesia di Kota Cilegon, Kamis (6/11). Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa proyek ini menjadi bukti nyata kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi modern. Investasi ini akan memperkuat hilirisasi industri petrokimia, menciptakan ribuan lapangan kerja, dan mendukung rantai pasok strategis nasional.

Prabowo menyampaikan bahwa mitra global datang ke Indonesia karena melihat stabilitas, kepastian, dan arah pembangunan ekonomi yang jelas. Dalam pidatonya, Presiden juga menyoroti keteguhan bangsa Korea, yang kerap menghadapi tantangan besar namun tetap tangguh dan disiplin. “Korea adalah bangsa yang sangat sering diinvasi oleh bangsa lain, Pemimpin-pemimpinnya tangguh, kalau negosiasi dengan orang Korea tidak gampang. Saya kagum dengan bangsa Korea.”

Pengalaman tersebut menjadi konteks bagi Prabowo menekankan arti kepercayaan investor global terhadap Indonesia. “Ini contoh. Mitra dari luar datang ke kita karena mereka percaya sama kita. Di sini mereka memberi manfaat pada kita, kita harus jaga.” Ia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menjamin rule of law, kepastian berusaha, dan lingkungan investasi yang aman serta adil. “Harus ada the rule of law. Ini menimbulkan trust.” tegasnya.

Investasi LOTTE Chemical Indonesia akan memperkuat hilirisasi industri petrokimia, mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri strategis, serta menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat Banten. Proyek ini juga diperkirakan meningkatkan nilai tambah manufaktur nasional dan mendukung rantai pasok berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga otomotif.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga iklim investasi melalui kepemimpinan yang bersih, tegas, dan berorientasi hasil. “Kita wajib mengamankan, kita wajib menjaga semuanya karena ini membawa manfaat yang besar bagi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.”

Dengan investasi ini, Indonesia memperkuat jalur industrialisasi strategis, mengurangi ketergantungan impor, dan membuka peluang kerja baru. Presiden menegaskan bahwa momentum ini menunjukkan kepercayaan global terhadap Indonesia, sekaligus menjadi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Prabowo Siapkan Pendidikan Vokasi untuk Tenaga Kerja Domestik dan Migran

Read Time:1 Minute, 44 Second

Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan agar memperkuat pendidikan vokasi demi menciptakan sumber daya manusia (SDM) siap kerja baik di dalam maupun luar negeri. Ini jadi salah satu strategi utama pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan mengatasi tingkat pengangguran.

“Pendidikan vokasional, yang kebetulan Menko PMK sebagai Ketua Dewan Pengarah, akan menjadi prioritas utama di sektor ini. Jadi, bagaimana kita me-matching-kan antara supply side di sektor pendidikan dengan demand side di sektor tenaga kerja, baik itu tenaga kerja di dalam negeri maupun tenaga kerja di luar negeri,” kata Pratikno usai rapat terbatas dengan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/11).

“Jadi, ini mempersiapkan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, baik di level bawah maupun level yang teknologi tinggi, serta juga untuk pekerja migran,” tambahnya.

Menurutnya, perlu ada pencocokkan kebutuhan sektor tenaga kerja dengan pendidikan. Di sekolah-sekolah vokasi, para siswa diharapkan tak hanya belajar kemampuan teknis, tapi juga bahasa asing.

“Termasuk adalah bagian dari penyiapan kemampuan berbahasa, mengenal budaya, selain kemampuan-kemampuan teknis. Dan ini dilakukan secara sinergis, melibatkan banyak sekali kementerian, karena ini bukan berbicara dari supply side di sektor pendidikan, tapi juga demand side di sektor tenaga kerja. Itu penugasan yang paling utama tadi bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujar dia.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) juga mengatakan pendidikan jadi salah satu strategi utama untuk memutus rantai kemiskinan. Ia menekankan pemerintah akan memperbanyak pelatihan atau pendidikan vokasi untuk mendorong para alumni SMA dan SMK agar bisa lebih cepat terserap ke pasar kerja.

“Kita akan melibatkan balai-balai pelatihan negeri, pemerintah punya, maupun balai-balai latihan kerja swasta untuk bisa terserap dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Cak Imin.

Bertalian dengan itu, kata dia, Presiden memerintahkan untuk merevitalisasi sekolah-sekolah vokasi dan mengarahkan kurikulum pendidikan nasional berorientasi pada persiapan dunia kerja.

Menurutnya, Prabowo bahkan memberikan keleluasaan penggunaan anggaran negara demi meningkatkan kapasitan pendidikan vokasi dan pendidikan formal secara umum.

“Perintah presiden untuk melakukan revitalisasi sekolah vokasi, di mana kurikulum pendidikan dan juga pengelolaan pendidikan berorientasi kepada persiapan menghadapi serapan lapangan kerja dan dunia kerja,” kata Cak Imin.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Prabowo Siapkan Sekolah Terintegrasi untuk Anak dari Keluarga Menengah ke Bawah

Read Time:1 Minute, 31 Second

Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto berencana membuat sekolah terintegrasi bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah demi memperkuat akses pendidikan layak untuk semua kalangan. Ini akan melengkapi Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat yang sudah diresmikan pemerintah.

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mulai memikirkan sekolah terintegrasi, yang akan menampung anak-anak dari keluarga menengah ke bawah terutama dari desil 3, 4, 5, dan 6,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/11).

Pratikno menjelaskan sekolah terintegrasi akan dibangun di setiap kecamatan, menggabungkan jenjang pendidikan SD, SMP, SMA/SMK dalam satu kawasan terpadu. Tiap sekolah dilengkapi fasilitas laboratorium, bengkel vokasional, pusat olahraga, serta sarana seni dan teknologi, demi menciptakan lingkungan belajar yang modern dan menyeluruh.

“Sekolah ini tidak hanya fokus pada sains dan teknologi, tapi juga mengembangkan seni dan olahraga. Jadi, dari STEM kita tingkatkan menjadi STEAM, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, dan Sport,” jelas dia.

Menurut rencana, sebagian sekolah terintegrasi nantinya merupakan hasil transformasi dari sekolah-sekolah yang sudah ada, mengikuti pola yang telah diterapkan pada beberapa Sekolah Garuda. Adapun Sekolah Garuda dikhususkan bagi siswa unggulan atau berprestasi, sementara Sekolah Rakyat dibuka untuk siswa dari keluarga prasejahtera yang ada di kelompok desil 1 dan 2.

“Kalau Sekolah Rakyat dikawal oleh Menteri Sosial dan Menko Penmas untuk desil 1 dan 2, dan Sekolah Unggul Garuda untuk siswa unggulan, maka sekolah terintegrasi ini adalah jembatan bagi keluarga menengah ke bawah agar bisa naik kelas,” ujar Pratikno.

Pratikno menuturkan gagasan ini masih dikaji lebih mendalam oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Ia mengatakan Presiden ingin membangun sistem pendidikan yang inklusif dan merata, sehingga pada akhirnya bisa mengentaskan kemiskinan di Tanah Air.

“Presiden ingin setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas dan kesempatan untuk berkembang,” katanya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Prabowo Tegaskan Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Pemberdayaan

Read Time:1 Minute, 40 Second

Jakarta – Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan dua strategi utama dalam pengentasan kemiskinan yaitu melalui penguatan di sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah pun menyiapkan sejumlah upaya untuk mengimplementasikan strategi itu.

“Salah satu poin penting (dalam ratas) adalah terus menciptakan penanggulangan kemiskinan dengan cara memutus mata rantainya melalui dua skema strategi,” kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/11).

Pada skema pertama, Cak Imin menjelaskan salah satu hal konkret yang telah dilakukan pemerintah dalam aspek pendidikan adalah membangun Sekolah Rakyat. “Mengkonsolidasi pendidikan menjadi bagian integral mengatasi pengangguran dan mengatasi tantangan dunia kerja di masa yang akan datang,” ucap dia.

Berikutnya, pada skema kedua, upaya memutus mata rantai kemiskinan adalah lewat pemberdayaan masyarakat, yakni dengan memperbanyak pelatihan atau pendidikan vokasi. Pemerintah berharap para alumni SMA/SMK bisa lebih cepat terserap pasar kerja.

“Kita mendorong para alumni-alumni SMA dan SMK untuk bisa lebih cepat terserap di dunia kerja. Di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Cak Imin.

Cak Imin menjelaskan pemerintah akan melibatkan balai-balai pelatihan kerja milik pemerintah punya dan swasta untuk meningkatkan keahlian para calon pekerja.

Bertalian dengan itu, kata dia, Presiden memerintahkan untuk merevitalisasi sekolah-sekolah vokasi dan mengarahkan kurikulum pendidikan nasional berorientasi pada persiapan dunia kerja.

“Pak Presiden juga minta agar, selain bahasa Indonesia, bahasa asing seperti bahasa Inggris atau bahasa Arab menjadi bahasa wajib di sekolah-sekolah,” ucapnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menambahkan, Prabowo ingin pendidikan menjadi prioritas utama dalam menanggulangi kemiskinan. Karena itu, pemerintah akan berupaya menyinergikan kurikulum sekolah dengan dunia kerja.

“Supply side di sektor pendidikan dengan demand side di sektor tenaga kerja, baik dalam maupun luar negeri, harus dipersiapkan,” kata Pratikno dalam kesempatan yang sama.

Penyiapan itu tak hanya di level teknologi dasar dan menengah, tetapi juga untuk level teknologi tinggi. Ia berharap calon pekerja bisa bekerja di dalam ataupun luar negeri.

“Makanya kemampuan bahasa dan pengenalan budaya menjadi bagian dari penyiapan itu, selain kemampuan-kemampuan teknis,” katanya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Program Makan Bergizi Gratis Topang Kinerja Ekonomi RI, Dorong Permintaan Domestik dan Sektor Peternakan

Read Time:1 Minute, 51 Second

Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang mampu memberikan dorongan nyata bagi permintaan domestik dan pertumbuhan sektor peternakan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Program ini berkontribusi menjaga daya beli masyarakat dan memperluas rantai pasok pangan, terutama pada komoditas protein hewani yang menjadi menu utama MBG.

“Kebijakan fiskal pemerintah dalam memastikan efektivitas belanja, khususnya melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis, turut menopang kinerja ekonomi pada triwulan III 2025,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11).

Sektor pertanian mencatat pertumbuhan 6,51 persen, ditopang peningkatan permintaan daging ayam dan telur ayam ras seiring perluasan distribusi makanan bergizi di berbagai daerah. Sub-sektor tanaman pangan juga tumbuh kuat 9,94 persen berkat meningkatnya produktivitas dan luas panen padi yang memastikan ketersediaan pangan pokok untuk mendukung program MBG.

Kinerja sektor makanan dan minuman memperlihatkan efek mengganda dari kebijakan ini. Industri pengolahan makanan dan minuman tumbuh 6,49 persen, diiringi peningkatan produksi berbagai bahan pangan olahan. Konsumsi rumah tangga — komponen terbesar ekonomi Indonesia — tumbuh 4,89 persen, dengan kontribusi 53,14 persen terhadap PDB. “Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi 2,54 persen terhadap PDB,” kata Edy.

Pertumbuhan transaksi digital juga mendukung peningkatan akses pangan dan distribusi MBG. BPS mencatat transaksi e-commerce naik 6,19 persen secara kuartalan, seiring meluasnya pemanfaatan platform daring oleh pelaku usaha pangan termasuk UMKM.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor pertanian dan industri makanan-minuman menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja baru. Hingga Agustus 2025, jumlah penduduk bekerja bertambah 1,90 juta orang, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,85 persen. “Ini sejalan dengan fokus pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Edy.

Lebih lanjut, stabilitas harga pangan dan kuatnya permintaan domestik menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah terus mengendalikan inflasi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, sementara mobilitas masyarakat yang meningkat turut memperluas distribusi dan konsumsi pangan di seluruh wilayah.

Dengan kontribusi besar terhadap pertumbuhan sektor pertanian, industri pengolahan, dan penyerapan tenaga kerja, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai nilai ekonomi domestik dan memastikan fondasi pertumbuhan nasional yang lebih inklusif.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Belanja Pemerintah Kembali Positif, Ekonomi Q3 Tumbuh 5,04%

Read Time:57 Second

Jakarta — BPS baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi Q3-2025 sebesar 5,04 persen (y-on-y), menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar5,04 persen (y-on-y) pada triwulan-III 2025, lebih tinggidibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 4,95 persen”, ungkap Moh. Edy Mahmud, Deputi BidangNeraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), pada konferensi pers hari ini di Jakarta (5/11).

Selain kinerja ekspor yang tumbuh impresif hingga 9,91 persen (y-on-y), komponen konsumsi pemerintah juga mencatat pertumbuhan yang progresif, tumbuh hingga 5,49 persen (y-on-y). Kondisi ini merupakan kebalikan dari kondisi Q2-2025 yang mengalami kontraksi hingga 1,38 persen.
Perbandingan pertumbuhan masing-masing komponen PBD menurut pengeluaran

Hampir seluruh komponen PDB menurut pengeluaran pada Q3-2025 tercatat menunjukkan kinerja yang lebih solid dibandingkan Q2-2025, terutama ekspor,konsumsi pemerintah, serta PMTB. Kondisi ini memberikan harapan yang lebih baikuntuk menuju perekonomian Q4-2025 yang lebih baik.

Sebab secara siklus, kondisi pada Q3 masih lebih rendah dibandingkankondisi perekonomian pada Q4, khususnya pada komponenbelanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Sektor Pertanian, Perdagangan, dan Industri Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Read Time:2 Minute, 24 Second

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan jadi tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbanyak jika dibandingkan data Agustus 2024. Penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, akomodasi, dan industri pengolahan juga mengalami peningkatan dalam setahun terakhir dengan masing-masing 0,49 juta, 0,42, juta, dan 0,30 juta orang.

“Tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Sementara, tiga lapangan usaha yang mengalami peningkatan tenaga kerja terbanyak dalam satu tahun terakhir ini adalah lapangan usaha pertanian, kemudian akomodasi dan makan minum, serta lapangan usaha industri pengolahan,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11).

Edy menjelaskan pada triwulan III tahun 2025, sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

“Total share keempat lapangan usaha tersebut mencapai sekitar 65,02 persen dari PDB,” katanya.

Ia menerangkan lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah jasa pendidikan yang tumbuh 10,59 persen. Ini didorong oleh dimulainya tahun ajaran baru dan peningkatan belanja fungsi pendidikan. Selain itu, lapangan usaha jasa perusahaan dan jasa lainnya juga tumbuh tinggi pada triwulan III tahun 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya secara berturut-turut sebesar 9,94 persen dan 9,92 persen.

“Jika dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan III 2025, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yaitu sebesar 1,13 persen,” ucap Edy.

Selanjutnya, lanjut Edy, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha perdagangan dengan sumber pertumbuhan 0,72 persen, informasi dan komunikasi dengan sumber pertumbuhan 0,63 persen, serta pertanian dengan sumber pertumbuhan 0,61 persen.

Ia menuturkan jika dilihat lebih rinci, industri pengolahan tumbuh didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri, di mana industri makanan dan minuman tumbuh 6,49 persen, utamanya didorong oleh peningkatan produksi untuk minyak mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan turunannya.

“Kemudian industri logam dasar tumbuh 18,62 persen, sejalan dengan peningkatan permintaan luar negeri untuk produk logam dasar, khususnya besi dan baja,” kata Edy.

“Kemudian industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 11,65 persen, didorong oleh peningkatan produksi bahan dan barang kimia untuk memenuhi permintaan domestik dan permintaan luar negeri,” lanjutnya.

BPS pun mencatat peningkatan proporsi pekerja formal pada Agustus 2025 yang mencapai 42,20 persen dari total penduduk bekerja. Angka ini meningkat dari 42,05 persen pada Agustus 2024, menunjukkan perbaikan kualitas pasar tenaga kerja nasional ditengah perekonomian yang tumbuh solid.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Agustus 2025 tercatat 4,85 persen, turun dari  4,91 persen pada Agustus 2024.

“Terjadi penurunan TPT, diikuti penurunan jumlah pengangguran terbuka menjadi 7,46 juta orang pada Agustus 2025”, kata Edy.

“Proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mengalami peningkatan selama Agustus 2024-Agustus 2025, utamanya didorong oleh meningkatnya penduduk yang bekerja sebagai buruh, karyawan atau pegawai”, ucapnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

E-Retail dan Marketplace Tumbuh 6,19%, Cerminkan Perluasan Ekonomi Digital

Read Time:1 Minute, 17 Second

Jakarta — Ekonomi digital Indonesia menunjukkan penguatan yang konsisten seiring meningkatnya aktivitas perdagangan online di seluruh wilayah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa transaksi e-retail dan marketplace tumbuh sebesar 6,19 persen secara key-to-key, menjadi sinyal positif bagi perluasan pasar dan transformasi perilaku konsumsi masyarakat.

“Kemudian pertumbuhan transaksi secara online dari e-retail dan marketplace sebesar 6,19 persen secara key-to-key.” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11).

Pertumbuhan ini sekaligus menegaskan bahwa digitalisasi ekonomi telah menjadi motor penggerak baru yang menopang distribusi barang dan mendorong pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk meningkatkan pemanfaatan platform daring. Pemulihan daya beli dan adaptasi digital masyarakat juga menjadi faktor pendukung.

“Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan perdagangan barang-barang domestik, khususnya produk pertanian dan industri pengolahan, serta peningkatan perdagangan secara online dan penggunaan kartu kredit dan uang elektronik.” kata Edy.

Selain sektor perdagangan online, BPS mencatat sektor informasi dan komunikasi terus menunjukkan tren positif yang berkaitan erat dengan meningkatnya infrastruktur dan akses layanan digital, termasuk pertumbuhan trafik data dan layanan telekomunikasi.

“Berikutnya informasi dan komunikasi tumbuh sejalan dengan adanya peningkatan aktivitas telekomunikasi, peningkatan traffic data dan peningkatan transaksi perdagangan melalui sistem secara elektronik.” tambahnya.

Pemerintah menilai momentum pertumbuhan ekonomi digital ini perlu dijaga dan diperluas melalui penguatan ekosistem pembayaran digital, peningkatan kualitas logistik, serta dukungan pemerintah terhadap UMKM digital. Dengan penetrasi internet yang semakin luas dan inovasi layanan e-commerce yang terus berkembang, ekonomi digital diproyeksikan menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Penduduk Bekerja Berpendidikan Tinggi Naik, Didominasi Diploma dan Sarjana

Read Time:1 Minute, 18 Second

Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan signifikan jumlah penduduk bekerja dengan pendidikan tinggi pada Agustus 2025. Berdasarkan data terbaru, 13,06 persen penduduk yang bekerja memiliki pendidikan diploma ke atas, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa meskipun pekerja berpendidikan tinggi menunjukkan tren kenaikan, kelompok berpendidikan rendah masih mendominasi struktur tenaga kerja nasional.

“Pada Agustus 2025, sebesar 13,06 persen penduduk yang bekerja mereka berpendidikan tinggi, yaitu diploma ke atas. Sementara itu, 34,75 persen penduduk bekerja merupakan mereka yang berpendidikan SD ke bawah,” ujar Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11).

Namun demikian, Edy menegaskan adanya perubahan positif dalam komposisi tenaga kerja Indonesia. “Jika dibandingkan dengan bulan Agustus tahun lalu, persentase pekerja pendidikan sekolah dasar ke bawah menurun. Sementara pekerja pendidikan diploma ke atas justru sebaliknya menjadi meningkat,” tambahnya.

Lebih lanjut, BPS juga melaporkan perkembangan terkait jam kerja penduduk Indonesia. Pada Agustus 2025, 67,32 persen pekerja atau sekitar 98,65 juta orang tercatat bekerja penuh dengan durasi lebih dari 35 jam per minggu. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 68,07 persen.

“Dengan demikian, proporsi pekerja dengan jam kerja tidak penuh yaitu antara 1 sampai dengan 30 jam selama seminggu sebesar 32,68 persen atau sekitar 47,89 juta orang,” kata Edy.

Di antara pekerja tidak penuh, tingkat setengah pengangguran, yaitu mereka yang bekerja di bawah 35 jam per minggu dan masih berusaha mencari pekerjaan tambahan, juga mengalami penurunan dari 7,99 persen menjadi 7,91 persen.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Exit mobile version