Sekolah Rakyat di Tangsel Dapat Laptop, Satu Siswa Satu Perangkat

Read Time:1 Minute, 24 Second

Jakarta – Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan menerima fasilitas belajar berupa satu unit laptop untuk masing-masing siswa. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempermudah siswa dalam mengikuti proses belajar di sekolah.

Dalam unggahan akun TikTok @srma33tangsel yang diposting ulang oleh @astacitaindonesia, tampak ratusan laptop diturunkan dari mobil boks milik Kementerian Sosial. Laptop-laptop tersebut kemudian dirapikan untuk selanjutnya dibagikan kepada para siswa. Selain siswa, para guru juga akan mendapatkan fasilitas serupa secara bertahap.

“Program ini menjadi bukti kehadiran negara dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang setara, berkualitas, dan berkeadilan,” tulis akun @astacitaindonesia dalam keterangan unggahannya, Minggu (26/10).

Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Melalui Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo ingin memastikan agar kemiskinan tidak diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Masih menurut akun @astacitaindonesia, selain laptop untuk kegiatan belajar, siswa Sekolah Rakyat yang tinggal di asrama juga mendapatkan delapan setel seragam sekolah, makanan bergizi gratis, kudapan, layanan cek kesehatan gratis, serta berbagai fasilitas dan layanan pendukung lainnya.

Unggahan tersebut mendapat tanggapan positif dari warganet.

“Pak bilangnya cuma MBG, ini kok semuanya dikasih gratis sih Pak,” tulis akun @ndlogok.

Akun @wawagomel bahkan menyebut Presiden Prabowo sangat mencintai anak-anak dari kelompok masyarakat desil 1 dan desil 2, hingga semua fasilitas diberikan secara cuma-cuma.

“Baru kali ini ngerasain dicintain ugal-ugalan sama Presiden,” tulisnya.

Di akhir keterangan unggahannya, akun @astacitaindonesia menegaskan bahwa Presiden Prabowo sangat memuliakan kaum marginal dan tidak ingin anak-anak mereka mewarisi kemiskinan orang tuanya.

“Presiden Prabowo memuliakan saudara-saudara kita dari keluarga yang mengalami kemiskinan ekstrem. Mereka sedang belajar dengan tekun untuk menjadi kebanggaan keluarganya dan bangsa Indonesia,” tutupnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Subur, Ayah Pemulung yang Bangga Lihat Anaknya Bisa Sekolah Berkat Program Prabowo

Read Time:1 Minute, 44 Second

Bekasi — Subur (63), orang tua dari siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, mengaku bangga dan mendukung penuh keinginan putrinya, Jumaroh (15), yang bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Sebagai anak perempuan satu-satunya di keluarga, Subur berharap Jumaroh bisa maju dan sukses melalui kesempatan yang diberikan oleh Sekolah Rakyat.

Sehari-hari, Subur bersama istrinya bekerja sebagai pemulung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Ia menyadari tanpa adanya program Sekolah Rakyat, sulit baginya untuk menyekolahkan anaknya lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi.

“Alhamdulillah kita bersyukur lah. Ya anak satu perempuan, biar ada kemajuan. Semoga aja kita sebagai orang tua bisa dukung sampai akhir, dari titik-titik keinginannya itu. Dia memang punya keinginan lanjut kuliah,” ujar Subur saat ditemui di Bantar Gebang, Bekasi, pekan ini.

Subur menuturkan, sejak bersekolah di Sekolah Rakyat, Jumaroh tampak lebih bahagia dan nyaman. Ia sering mendengar cerita anaknya yang senang karena fasilitas sekolah lengkap dan suasana belajar yang menyenangkan.

“Katanya, ‘Saya sekolah di sana betah, banyak teman, banyak kegiatan’. Ya syukurlah kalau betah. Saya sih tinggal dukung aja, asal dia semangat,” ungkapnya.

Meski merasa bangga, Subur tak menampik bahwa ia sering merindukan kehadiran anaknya di rumah. Hidup di asrama membuat Jumaroh jarang pulang. Namun, ia memahami bahwa semua itu demi masa depan yang lebih baik.

“Suka sering ngomel, suka bercanda. Sekarang enggak ada, jadi sepi. Tapi enggak apa-apa, memang anak punya keinginan di Sekolah Rakyat, dia mau mandiri. Alhamdulillah, sebagai orang tua saya bangga,” tutur Subur.

Di akhir wawancara, Subur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya program Sekolah Rakyat. Program ini, menurutnya, memberi harapan baru bagi keluarga sederhana seperti dirinya.

“Masa saya sanggup nyekolahin sampai kuliah, pikirannya dulu paling mentok SMA. Tapi sekarang bersyukur ada Sekolah Rakyat. Kita cita-cita tinggi, alhamdulillah ada Bapak Prabowo yang dukung anak-anak seperti Jumaroh. Terima kasih,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa setiap anak Indonesia berhak atas pendidikan yang layak. Dukungan orang tua seperti Subur menjadi bagian penting dalam keberhasilan program ini untuk membuka akses pendidikan gratis, berkualitas, dan memutus rantai kemiskinan di Indonesia.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Jumaroh Dulu Sering Lapar, Kini Belajar dan Makan Teratur di Sekolah Rakyat: Ingin Kuliah Tinggi

Read Time:1 Minute, 31 Second

Jakarta — Siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumaroh (15), bersyukur bisa melanjutkan pendidikan secara gratis dengan sistem asrama dan fasilitas lengkap, termasuk makan, yang seluruhnya ditanggung pemerintah.

Tanpa bantuan dari program yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto ini, Jumaroh tak akan mampu melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Orang tuanya bekerja sebagai pemulung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

“Aku kayaknya enggak bakal ngelanjutin sekolah, karena kekurangan biaya juga. Kan mama aku kerjanya pemulung,” ujar Jumaroh saat ditemui di SRMA 13 Bekasi, pekan ini.

Jumaroh yang bercita-cita menjadi atlet pencak silat dan ilmuwan biologi ini mengaku senang bersekolah di Sekolah Rakyat. Menurutnya, fasilitas yang diberikan pemerintah sangat lengkap, mulai dari gedung sekolah yang besar, ruang kelas modern, laboratorium, perpustakaan, hingga lapangan olahraga.

“Kayak seneng banget, gede banget ya Allah, Masya Allah,” ungkapnya kagum.

Selama tinggal di asrama, Jumaroh merasa menjadi lebih mandiri. Lingkungan sekolah mendorongnya untuk disiplin dan bertanggung jawab, seperti membersihkan kamar serta mengatur waktu belajar. Ia juga kini bisa makan teratur tiga kali sehari.

“Dulu aku tuh kayak orangnya males gitu. Terus di sini disiplin. Di sini juga aku makan teratur. Dulu tuh makan cuma sekali, kadang dua kali. Di sini aku makan tiga kali,” tuturnya.

Jumaroh berharap bisa meringankan beban ekonomi orang tua, membanggakan mereka, dan mewujudkan cita-citanya melalui fasilitas pendidikan yang diberikan pemerintah.

“Orang tua aku harapannya pengin aku tuh berguna bagi orang-orang di luar. Terus orang tua aku juga mau aku jadi anak perempuan satu-satunya yang bisa kuliah tinggi,” ucapnya.

Ia juga mendoakan orang tuanya agar selalu sehat dan berjanji akan belajar sungguh-sungguh demi mewujudkan cita-citanya.

“Sehat selalu buat kalian di rumah, terima kasih dari aku. Jumaroh di sini bakalan rajin belajar buat buktiin ke kalian kalau Jumaroh bisa sukses,” katanya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Sekolah Rakyat Jadi Solusi, Pemulung Bantar Gebang Harap Anak Tak Wariskan Kemiskinan

Read Time:1 Minute, 51 Second

Bekasi — Di tengah tumpukan sampah Bantar Gebang, Rahmat menaruh satu harapan besar untuk masa depan anaknya. Lelaki yang bekerja sebagai pemulung itu tak ingin putrinya, Alfi Rahma, bernasib serupa seperti dirinya. Harapan itu kini tumbuh lewat Sekolah Rakyat, tempat Alfi belajar dan tinggal di asrama secara gratis, sebagai bagian dari upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan.

“Alfi pengen jadi Polwan. Semoga cita-citanya terkabul. Minimal anak saya bisa mencicipi pendidikan yang setara,” kata Rahmat di rumahnya di kawasan Sumur Batu, Bantar Gebang, Bekasi, Rabu (22/10). Sehari-hari, Rahmat bekerja sebagai pemulung sampah plastik di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Harapan Rahmat ini sejalan dengan tujuan Sekolah Rakyat, yang termasuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto, yakni untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan pendidikan, Presiden berharap kemiskinan tidak diwariskan.

“Dengan adanya Sekolah Rakyat, Alhamdulillah saya merasa dipedulikan oleh pemerintah. Program ini sangat membantu,” ujarnya.

Ia berharap program ini terus berjalan sehingga anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bisa bersekolah secara gratis, termasuk asrama dan makan yang ditanggung pemerintah.

“Jangan sampai anak-anak itu kayak orang tuanya. Nasibnya kayak model begini. Untuk Alfi, doa terbaik mudah-mudahan sehat selalu, bertahan di sana (Sekolah Rakyat) terus bisa menyerap pelajaran,” kata Rahmat.

Sudah lebih dari tiga bulan Alfi, siswi kelas X, bersekolah dan tinggal di asrama SRMA 13 Bekasi. Menurut Rahmat, sudah banyak kemajuan yang didapat putrinya. Kini Alfi lebih disiplin dan lebih sopan kepada orang tua.

Ia menceritakan, pihak sekolah, baik guru maupun wali asrama, selalu menginformasikan segala perkembangan anaknya. Komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid terus dibangun.

“Perkembangan sekecil apapun disampaikan kepada orang tua. Diberitahukan oleh wali asrama maupun guru. Malah laporan mata pelajaran disampaikan secara detail,” ujarnya.

Rahmat mengaku mendukung apa pun yang diinginkan anaknya, apakah melanjutkan kuliah atau langsung bekerja.

“Kayaknya setelah lulus dia pengen langsung kerja, pengen bantu orang tua kali. Tapi saya enggak memaksa. Terserah dia. Kalau mau lanjut kuliah, pihak sekolah juga memfasilitasi. Kalau mau kerja, monggo. Saya ikut saja,” jelasnya.

Yang pasti, kata Rahmat, ia mendukung apa pun cita-cita putrinya selama itu membuat masa depannya lebih cemerlang, termasuk cita-citanya menjadi Polwan.

“Kalau dia cita-citanya pengen jadi Polwan, Bapak dukung. Dukung banget,” tutupnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Bisa Makan 3 Kali Sehari, Kini Alfi Anak Pemulung Nikmati Hidup Layak di Sekolah Rakyat

Read Time:2 Minute, 5 Second

Bekasi — Hidup Alfia Rahma (15) kini jauh lebih layak dibanding sebelumnya. Siswi kelas 1 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi ini bisa makan tiga kali sehari dengan lauk bergizi dan beragam, sesuatu yang dulu sulit ia rasakan di rumahnya di kawasan Sumur Batu, Bantar Gebang.

“Kalau di rumah, makannya dua kali sehari, itu pun sedikit. Lauknya paling sayur sawi bening, tempe, atau ikan,” tutur Alfi saat ditemui di Bekasi pekan ini.

Ia menceritakan itu pun ia harus berbagi porsi dengan ayah, ibu, kakak, dan adik perempuannya yang masih duduk di kelas 2 SD.

Kini, di asrama Sekolah Rakyat, Alfi tidak hanya bisa makan cukup, tapi juga belajar dengan nyaman. “Alfi sekarang punya harapan untuk menggapai cita-cita dan semoga bisa mengubah kehidupan keluarga ke depan. Terima kasih, Bapak Presiden Prabowo. Di sini, Alfi akan berjuang dan belajar sungguh-sungguh,” ujarnya.

Alfi adalah anak dari pasangan pemulung yang bekerja di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Ia bertekad mengangkat martabat keluarganya lewat pendidikan. “Alfi akan berjuang untuk emak dan bapak. Supaya bapak dan ibu bisa lihat Alfi pakai seragam Polwan atau bisa kuliah setinggi-tingginya,” katanya.

Cita-citanya sederhana namun mulia. Ia ingin menjadi polisi wanita (Polwan) atau prajurit wanita (Kowad) agar bisa menjadi abdi negara dan membanggakan keluarga. “Saya mau jadi Polwan pertama di keluarga saya,” ucapnya tegas. Ia tak ingin bernasib sama seperti kakaknya yang putus sekolah di kelas 6 SD dan kini membantu orang tua memulung di TPST Bantar Gebang.

Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini diluncurkan resmi pada 14 Juli 2025, menyediakan pendidikan gratis berasrama setara SD, SMP, dan SMA. Seluruh biaya, termasuk kebutuhan sekolah dan makan, ditanggung pemerintah.

Di SRMA 13 Bekasi, Alfi bersama ratusan anak dari keluarga tidak mampu digembleng pendidikan dan karakternya agar mampu mengangkat derajat orang tua mereka dan memutus rantai kemiskinan.

Alfi dan keluarganya tinggal di rumah bedeng dekat TPST Bantar Gebang. Dindingnya dari triplek bekas, lantainya tanah, sebagian ditutup spanduk usang untuk menahan angin, dan ketika hujan, air menetes dari atap yang bocor. Sejak kecil, Alfi tumbuh di lingkungan itu. Ia sempat bersekolah di PKBM Al Falah, Sumur Batu — yayasan yang memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak pemulung, dari PAUD hingga Paket A, B, dan C.

Kini, lewat Sekolah Rakyat, Alfi memulai babak baru dalam hidupnya. Ia bukan hanya bisa makan tiga kali sehari, tetapi juga menatap masa depan dengan penuh semangat dan harapan.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Guru Muda Lulusan Australia Mengajar di Sekolah Rakyat: Program Ini Tepat Sasaran

Read Time:1 Minute, 52 Second

Bekasi — Keputusan Rifki Nurwan Aziz, lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang melanjutkan studi ke Australia, untuk kembali ke Tanah Air dan mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, berawal dari keinginannya berkontribusi langsung pada program Presiden RI Prabowo Subianto. Ia yakin, pendidikan yang merata adalah kunci memutus rantai kemiskinan.

“Program dari Pak Presiden ini punya tujuan besar: memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan. Saya ingin menjadi bagian dari perjuangan itu — memberikan motivasi dan semangat agar anak-anak bisa percaya diri dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Rifki saat ditemui di Kompleks Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, pekan ini.

Setelah lebih dari tiga bulan mengajar, Rifki mulai melihat perubahan besar pada murid-muridnya yang mayoritas berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Anak-anak yang dulu pemalu dan enggan berbaur kini lebih percaya diri, aktif bertanya, serta berani tampil di depan kelas.

“Pertama kali melihat anak-anak, mereka itu seperti tidak ada harapan untuk bisa berkembang — malu-malu dan sulit berbaur. Tapi dengan berjalannya waktu, Alhamdulillah anak-anak sekarang menjadi percaya diri,” ungkap guru yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SRMA 13 Bekasi itu.

Ia menuturkan, para siswa kini mulai menemukan minat dan bakat mereka. Ada yang aktif di paduan suara, paskibra, hingga olahraga pencak silat.

“Dulu mereka membisu, tidak ada kreativitas. Sekarang senyumnya mulai lebar, semangat belajarnya tumbuh. Karena ekonomi bukan lagi halangan untuk mereka bisa mencapai cita-cita,” tambah Rifki, yang mengajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Menurutnya, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo memang tepat sasaran. Program ini tidak hanya memberi kesempatan belajar bagi anak-anak miskin, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan harapan baru bagi mereka.

Para guru, kata Rifki, berusaha menggali potensi siswa sekaligus memberikan tantangan agar mereka belajar dengan nyaman dan bersemangat. Hasilnya pun menggembirakan: kelompok paduan suara SRMA 13 Bekasi sempat tampil di Istana Negara saat upacara HUT ke-80 Republik Indonesia beberapa waktu lalu.

Ia juga mengaku terharu melihat semangat siswa-siswi dari keluarga pemulung yang memiliki cita-cita tinggi. Salah satunya Jumaro, siswa kelas 1E.

“Jumaro ingin menjadi biologis. Dia bercita-cita kuliah di IPB untuk belajar cara membuat lingkungan Bantar Gebang lebih bersih dan wangi. Katanya, ‘Sekarang baunya menyengat sekali, saya ingin sekolah tinggi supaya bisa memperbaikinya,’” tuturnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Ibu-Ibu Jadi Pahlawan Gizi: Brasil Kagum pada Peran Perempuan dalam Program MBG Indonesia

Read Time:1 Minute, 7 Second

Jakarta — Kunjungan Ibu Negara Brasil Janja Da Silva ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Halim, Jakarta menjadi momen penting pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Brasil dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kunjungan tersebut, Janja Silva menyampaikan kekagumannya terhadap pelibatan aktif perempuan dan komunitas lokal dalam pelaksanaan MBG di Indonesia.

Ia menilai pendekatan berbasis masyarakat dan pemberdayaan ibu-ibu di dapur serta UMKM merupakan kunci keberhasilan program gizi berkelanjutan.

“Karena mereka yang memasak itu ibu-ibu semua dan yang tahu ibu-ibu itu yang tahu anak-anak itu suka apa. Apa kebutuhan perempuan,” kata Nani Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan di Halim, Jakarta, Jumat (24/10).

Pengalaman Brasil menunjukkan bahwa peran perempuan juga menjadi faktor penting dalam keberlanjutan school meal program yang diberlakukan di negara itu.

Kemiripan tersebut memperkuat semangat kerja sama kedua negara dalam membangun sistem pangan sehat yang tidak hanya menyehatkan anak tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal daerah setempat.

“Jadi ekonomi lokalnya juga harus digabungkan. Jadi ini dengan Brasil yang menarik juga sebenarnya karena Brasil sudah lama dan juga ada yang disebut program global, ya, school meal coalition program,” imbuhnya.

Kunjungan ini selain didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti juga oleh Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN) Dian Fatwa dan Staf Khusus Menko Pangan Bidang Kebijakan Strategis Meizani Irmadhiany.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Ibu Negara Brasil Puji Kecepatan dan Skala Program Makan Bergizi Gratis Indonesia

Read Time:1 Minute, 42 Second

Jakarta — Ibu Negara Brasil Janja Lula da Silva memuji dan mengapresiasi kecepatan dan skala program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Janja terkesan dengan Indonesia yang sudah bisa mendistribusikan MBG untuk sekitar 30 juta orang dalam waktu hanya 10 bulan. Menurutnya capaian monumental itu lebih cepat dari Brasil.

“Ibu negara cukup impressed dengan karena kita baru memulainya 10 bulan. Mereka sudah mencapai dalam sejak tahun 1955 mereka baru mencapai 40 juta. Kami baru 10 bulan sudah mampu memberikan benefit kepada lebih dari 30 juta anak belum terhitung dengan ibu-ibu hamil dan juga anak di bawah 5 tahun. Jadi ibu negara cukup impressed dengan apa yang sudah kami capai dalam 10 bulan,” ujar Jubir Badan Gizi Nasional (BGN) Dian Fatwa usai mendampingi Ibu Negara Brasil meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Sekolah Dasar (SD) Angkasa 05 Halim di Jakarta pada Jumat (24/10).

Kendati demikian, Dian secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan di lapangan belum sepenuhnya tanpa kekurangan “Walaupun beliau juga cukup paham tentu dalam perjalanannya, tentu tidak semulus yang kita bayangkan awal tapi mereka cukup impressed, 10 bulan sudah mencapai 37 dan kita sebetulnya 3 juta away dari mereka karena mereka sudah dari 7 dekade baru mencapai 40 juta,” ungkapnya.

Selain itu, Dian mengatakan Ibu Negara Janja juga memberikan sejumlah saran kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan program MBG. Beberapa saran tersebut antara lain seperti memberdayakan hasil pertanian lokal sebagai sumber bahan utama dan membuat sistem dapur di sekolah.

“Partnership dengan farmer, dengan petani, dengan masyarakat di sini, kita sudah mulai dan ini akan growing secara keseluruhan,” pungkasnya.

“Sebetulnya sempat menanyakan (dapur di sekolah) karena mereka melakukannya seperti itu. Nah kami akan melakukannya itu nanti di daerah terpencil, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terpencil),” tambahnya.

Dalam kunjungannya di Halim, Ibu Negara Brasil Janja turut didampingi oleh Plh Sestama Badan Gizi Nasional (BGN) Lili Khamiliyah, Jubir BGN Dian Fatwa, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti. Kemudian ada Stafsus Menko Pangan Bidang Kebijakan Strategis Meizani Irmadhiany dan TA Menko Bidang Pangan Lula Kamal.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Indonesia Diundang ke COP30, MBG Diakui Dunia sebagai Praktik Baik Ketahanan Gizi dan Iklim

Read Time:1 Minute, 31 Second

Jakarta – Ibu Negara Brasil, Janja Lula da Silva, secara resmi mengundang Indonesia untuk menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) yang akan digelar di Belem, Brasil.

Brasil menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu praktik baik dunia dalam memperkuat ketahanan gizi sekaligus mendukung agenda ketahanan iklim global.

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Nani Hendiarti, mengatakan bahwa Ibu Negara Brasil juga mengundang Indonesia untuk mempelajari penerapan teknologi ramah lingkungan yang digunakan dalam program School Meal Global di Brasil.

“Ibu negara tadi mengundang karena akan ada COP30 di Belem. Beliau mengundang kita untuk meninjau fasilitas dan program yang mereka sudah jalankan,” kata Nani usai mendampingi Janja meninjau Sentra Produksi Pangan dan Gizi (SPPG) di Halim, Jakarta Timur, Jumat (24/10).

Nani menjelaskan, tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) nantinya akan berkesempatan melihat langsung beragam teknologi yang dikembangkan Brasil, termasuk biodigester untuk pengembangan energi terbarukan dalam proses memasak.

“Program school meal di sekolah ini juga bisa mendorong lahirnya teknologi dan ekosistem baru, bukan hanya yang berdampak langsung, tapi juga untuk pengembangan teknologi masa depan dalam mengatasi perubahan iklim. Jadi, green,” jelasnya.

Selain itu, kata Nani, Ibu Negara Brasil juga memberikan sejumlah masukan terkait pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal pemilihan bahan baku. Di Brasil, penggunaan bahan baku lokal bahkan telah diatur dalam undang-undang.

“Langkah ini menghindari waktu yang terlalu lama hingga bahan sampai di dapur, sehingga kondisinya tetap segar dan kualitasnya terjaga,” ujarnya.

Nani menambahkan, prinsip serupa sebenarnya telah diterapkan di hampir seluruh dapur pelaksana program MBG, termasuk di SPPG Halim. Ia menegaskan, keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan program MBG.

“Anak-anak yang menerima makanan dari program MBG ini mendapatkannya dalam kondisi segar dan aman. Jarak tempuh dari dapur ke sekolah tidak lebih dari 15 menit, dan makanan langsung dikonsumsi oleh siswa,” tutupnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Momen Ibu Negara Brasil Intip hingga Cicipi Hasil Masakan Dapur MBG di Halim

Read Time:1 Minute, 19 Second

Jakarta — Ibu Negara Brasil Janja Da Silva melakukan kunjungan ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Halim, Jakarta, untuk meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Janja Silva hadir di SPPG Halim pada pukul 10:00 WIB disambut dengan hangat oleh Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti, Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN) Dian Fatwa dan Staf Khusus Menko Pangan Bidang Kebijakan Strategis Meizani Irmadhiany.

“Kami merasa sangat terhormat atas kunjungan Ibu Negara Brazil beserta delegasi ke SPPG Halim Perdana Kusuma 1. Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan sistem penyediaan pangan bergizi yang dijalankan di Indonesia melalui program Makan Bergizi Gratis,” kata Okky Dwika Setyawan, Kepala SPPG Halim Perdana Kusuma 1.

Dalam kunjungan itu, Janja Silva tidak hanya melihat proses pengolahan makanan di dapur akan tetapi juga sempat mencicipi hasil masakan dari dapur MBG yang setiap harinya menyuplai makanan bergizi ke sekolah-sekolah di sekitar Halim.

“Setiap harinya, kami menyiapkan 3.837 porsi makanan bergizi untuk anak-anak sekolah dasar dan menengah di wilayah sekitar Halim. Ibu Negara Brasil tampak antusias melihat langsung proses pengolahan makanan di dapur SPPG, mulai dari persiapan bahan, pengemasan, hingga pendistribusian,” lanjutnya.

Adapun, setelah meninjau proses tersebut, Janja Silva menuju salah satu sekolah penerima manfaat yaitu SD Angkasa 5 guna melihat secara langsung bagaimana Makan Bergizi Gratis tersebut diterima dan dinikmati oleh anak-anak di sekolah.

Kedatangan Janja Silva di sekolah juga disambut antusias oleh anak-anak di sekolah hingga berlangsung momen interaksi bersama para siswa-siswi juga berlangsung hangat dan penuh keceriaan.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Exit mobile version