Site icon Berita

Pemkab Mura, Ikuti Rapat Koordinasi Bersama Mendagri RI

MC_Murung Raya: Pemerintah Kabupaten Murung Raya ikuti Rapat Koordinasi bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia melalui zoom meeting secara virtual mengenai langkah-langkah percepatan realisasi APBD Kalteng TA 2021.

Acara berlangsung di hadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Murung dan Kepala Dinas Bappedalitang, Badan Pendapatan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta Kepala Dinas Kesehatan yang dilaksanakan di Ged. A Lt. II Aula Setda Kantor Bupati Murung Raya Jl. Letjend Soeprapto No. 01 Puruk Cahu, Kamis (27/05/2021).

Gubernur Kalimantan Tengah dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakilnya, Edy Pratowo mengungkapkan “Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap fokus melakukan penanganan penanggulangan penyebaran Covid- 19 yang terus dilakukan diseluruh wilayah Kalimantan Tengah yang akan didukung oleh TNI dan Polri serta stekholder lainnya,” Tuturnya

“Dana yang akan kita glunturkan penanganan Covid- 19 total pagu anggaran sebesar Rp42 Milyar lebih dan proses vaksinasi yang sudah terealisasi 63,54% dan yang belum terealisasi 36,46% dari 338.810 dosis yang kita terima.”

Capaian target dari Nakes, vaksinasi pertama sebesar 105,98% dan kedua 97,93%, Pelayanan Publik vaksinasi pertama 45,46%, kedua 27,78% sedangkan Lansia vaksinasi pertama 10,08%, dan kedua 3,77%.

Disamping itu juga kita tetap berusaha menguatkan pembangunan perekonomian di Kalimantan Tengah meski dalam pandemi Covid- 19, ini terlihat dari grafik triwulan III ekonomi kita sempat melemah diangka -3,12% sekarang ditriwulan IV sudah berada diangka -2,10%.

“Artinya perekonomian kita di Wilayah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, secara perlahan mulai membaik.”

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian mengatakan dampak pandemi Covid- 19 sangat domino diseluruh dunia yang mengakibatkan krisis ekonomi, krisis kesehatan bahkan krisis manusia. Ungkapnya

“Menyebabkan pengaruh produk diera digitalisasi Sehingga kapasitas physical pendapatan belanja menjadi minus diseluruh dunia yang bisa mengubah skenario pembangunan di negara kita.”

Jika pendapatan negara kita berkurang, tentu pentrasferan anggaran pembangunan ketingkat daerahpun menjadi berkurang.

“Tentu kita melakukan stimulasi penguatan ekonomi disetiap daerah, tergantung permasalahan yang ada ditingkat daerahnya masing-masing.” Pungkasnya (MC_Diskominfosp:rfa)

]]>
Exit mobile version