Ini kendala Warga Murung Raya Enggan Tinggalkan BAB di Sungai

Read Time:1 Minute, 5 Second
<![CDATA[

Puruk Cahu – Sejumlah masyarakat Murung Raya yang bermukim di bantaran sungai barito mengatakan, sebenarnya kebiasaan buang air besar (BAB) di sungai ingin ditinggalkan, namun karena kendala kurangnya sumber air atau sarana air bersih membuat mereka masih menggunakan sungai untuk aktivitas tersebut.

Feri, warga Desa Juking Pajang Kecamatan Murung mengatakan, sebenarnya BAB di sungai merepotkan. Apalagi jika malam hari dan jarak dari rumah cukup jauh.

Namun, karena di rumah tidak ada sumber air atau belum adanya sarana air bersih sehingga terpaksa masih menggunakan sungai sebagai jamban.

“Di desa kami tidak ada jaringan atau sarana air bersih yang dialirkan ke rumah, sehingga ketersediaan air terbatas hanya untuk keperluan air bersih untuk kosumsi atau mencuci,” tuturnya.

Padahal, katanya, apabila pemerintah termasuk di tingkat desa membangun sarana air bersih yang bisa dialirkan ke rumah tentu masyarakat akan memilih melakukan aktifitas BAB di rumah dan tidak lagi mencemari sungai.

Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya dr Suria Siri mengatakan, sampai saat ini mayoritas warga yang bermukim di bantaran sungai memang masih menggunakan sungai untuk BAB. Kondiisi tersebut harus menjadi perhatian serius.

“Kami akan terus sosialisasikan agar masyarakat tidak lagi BAB di sungai. Masyarakat harus pahami ini termasuk harus ada dukungan dari pemerintahan desa untuk menganjurkan masyarakatnya membangun WC di darat,” tuturnya, belum lama ini. post Senin 11/3/2019

]]>
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

1000 Warga Tidak Mampu Murung Raya Dapat Bantuan Rp500 Ribu per Bulan

Read Time:53 Second
<![CDATA[

Murung Raya – Sebanyak 1000 warga tidak mampu di Kabupaten Murung Raya (Mura) mulai 2019 ini dapat bantuan dari pemerintah setempat Rp500 ribu per bulan.

Bantuan itu untuk para lansia, penyandang disabilitas dan yang memiliki kemampuan ekonomi rendah. Ini merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura yang diberi nama Program Kartu Mura Sejahtera (KMS).

Program KMS tersebut resmi dilaksanakan ditandai dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Mura dengan PT Bank Kalteng oleh Bupati Mura Perdie, belum lama ini.

Menurut Bupati, Program KMS merupakan salah satu program unggulan dirinya bersama Wakil Bupati Rejikinnor di masa kepemimpinan lima tahun kedepan.

Juga sebagai janji politik yang telah ditunaikan di samping memang program KMS merupakan kebutuhan dan manfaatnya cukup besar bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Saya pastikan ini tidak tumpang tindih dengan program Kartu Indonesia Sejahtera, karena penerima KMS ini dipastikan tidak juga menerima bantuan dari Pemerintah Pusat tersebut,” tuturnya.

Tahun 2019 ini Mura mengalokasikan angggaran Rp2 miliar untuk Program KMS ini. Program ini ditangani Dinas Sosial. Penerima sebanyak 1000 itu akan mencairkan dana tiap triwulan.

]]>
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Exit mobile version