Rapat Paripurna DPRD ke 8 Masa Sidang II Penyampaian KUPA dan PPAS Perubahan APBD

Read Time:1 Minute, 29 Second
<![CDATA[

MC-Murung Raya- DPRD Kabupaten Murung Raya menggelar rapat paripurna penyampaian kebijakan umum perubahan anggaran (KUPA) dan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) perubahan APBD Kabupaten Murung Raya tahun anggaran 2020 di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Murung Raya, Selasa (25/8/2020).

Saat memimpin rapat paripurna, Ketua DPRD Kabupaten Mura, Doni, SP MSi mengucapkan, perubahan itu dilakukan dalam upaya melanjutkan pencapaian program kegiatan yang telah dirumuskan dalam APBD induk.
“Di tahun ini banyak terjadi pergeseran struktur anggaran sehingga banyak kegiatan-kegiatan yang masih tertunda pelaksanaannya. hal ini perlu untuk disikapi melalui perubahan APBD Tahun anggaran 2020, dengan menyusun KUPA dan PPAS terlebih dahulu,” ungkapnya.
Menurut Doni Kupa dan PPAS tersebut nantinya akan dijadikan dasar bagi perangkat daerah dalam penyusunan RKA dan sekaligus menjadi dasar penyusunan R-APBD perubahan.

Seperti apa yang telah ditekankan pada rapat paripurna yang lalu bahwa alokasi anggaran untuk tahun 2020 banyak terserap dalam penanganan wabah pandemi Covid-19.
“Hal itu memberikan dampak signifikan terhadap penerimaan negara dan juga pendapatan daerah, sementara di sisi lain kebutuhan anggaran semakin meningkat, maka perlu dilakukan langkah-langkah strategis di daerah dalam rangka mencegah, menangani dan mengantisipasi dampak wabah Covid-19 melalui penyesuaian dan perubahan APBD,” terang Ketua DPRD Murung Raya.

Selanjutnya, penyampaian terhadap KUPA dan PPAS APBD Kabupaten Mura yang disampaikan oleh Wakil Bupati Mura Rejikinoor, Tahun anggaran 2020 akan pihaknya tindak lanjuti sesuai mekanisme dan wewenang DPRD Kabupaten Mura.

Sementara Wakil Bupati menegaskan semoga penyusunan KUPA dan PPAS APBD Kabupaten Mura Tahun anggaran 2020 ini dapat dilaksanakan dengan lancar tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan untuk kepentingan umum.
“Kami berharap kepada TPS APBD Tahun anggaran 2020 ini nantinya dapat memberikan arah dan kebijakan dalam pelaksanaan program kegiatan pembangunan secara prioritas demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mura yang sejahtera,”.(MC DiskominfoSP Mura)

]]>
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Kajian Neraca Pangan dan Rantai Pasok Komoditas Penyumbang Inflasi

Read Time:2 Minute, 11 Second
<![CDATA[

MC_Murung Raya – Bertempat di Ruang kerja Sekda Gedung A Kantor Bupati Murung Raya, selasa pagi (25/08/20), Asisten II Bidang Permbangunan dan perekonimian Ferry Hardi dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Murung Raya, mengikuti rapat koordinasi Kajian Neraca Pangan dan Rantai Pasok Komoditas Penyumbang Inflasi via video conference bersama Kepala Cabang Bank Indonesia Kalteng, hadir mendampingi Asiten II, Kadis Kominfo SP, Kepala PBS, Kepala Bulog Puruk Cahu dan anggota Tim TPID.

Menurut Asisten Direktur Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah Yudo Herlambang, Undangan Diseminasi Kajian Neraca Pangan dan Rantai Pasok Komoditas Penyumbang InflasiTPID se-Kalimantan Tengah adalah dalam rangka meningkatkan kapasitas, wawasan, dan pengetahuan serta koordinasi TPID se-Kalimantan Tengah, kami berencana menyelenggarakan Diseminasi Kajian Neraca Pangan dan Rantai Pasok Komoditas Penyumbang Inflasidi Kalimantan Tengah.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Sekda dan TPID se Provinsi Kalimantan Tengah juga Nampak hadir Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri, menampilkan nara sumber dari BI Yudo Herlambang yang menyampaikan materi terkait Inflasi Kalimantan Tengah sampai Dengan 2020. “Inflansi Regional Kalimantan Juli 2020 pada bulan Juli 2020, Kota Palangka Raya mengalami deflasi-0,22% (mtm) sementara itu Kota Sampit mengalami inflasi sebesar0, 28% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, Kalimantan Tengah mengalamid eflasi sebesar-0,03% (mtm) menempati peringka tketiga terendah setelah KalimantanSelatan.” Ungkap Yudo Herlambang.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kalteng di Bulan Juli 2020 tercatat deflasi sebesar-0,03% (mtm) berbeda dari periode sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,44% (mtm). Capaian Kalteng sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan capaian nasional yang tercatat deflasi – 0,10% (mtm). “Dengan perkembangan tersebut, IHK Kalteng tercatat inflasi sebesar 0,94% (ytd), masih dibawah sasaran tahun 2020 sebesar 3,0 ±1%.” Ujar Asisten Direktur BI.

Menurut Yudo herlambang Rekomendasi Pengendalian Inflasi implementasi roadmap Pengendalian inflasi merupakan tuntutan secara nasional dan Komitmen semua pihak adalah keberjhasilan pengendalian harga dengan berpatokan pada roadmap TPID sangat ditentukan oleh sinergi dan koordinasi antar instansi dan lembaga dalam upaya mengendalikan harga pangan.
Sementara rekomendasi pengendalian inflasi jangka pendek adalah dengan memberi himbauan belanja bijak dan cerdas dengan penerapan protokol kesehatanCOVID-19 melalui banner atau video grafis baik melalui videotron di bundaran besar maupun Instagram.

Inovasi Pengendalian Inflasi & Menggerakkan Perekonomian Pemanfaatan Teknologi di Kalimantan Tengah adalah dengan Menggerakkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19 melalui Pemanfaatan Teknologi/Marketplace (TahapI) Pemanfaatan teknologi/marketplacese bagai perantara antara pedagang pasar dengan masyarakat. Permintaan tetap terbentuk dengan memudahkan masyarakat memilih kebutuhan belanja lewat ponsel lalu pasokan di pasar termonitor dengan baik karena sudah terintegasi dalam satu platform. Pemerintah Daerah mendorong/memanfaatkan BUMD yang ada atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar untuk mengembangkan platform tersebut dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat. (Diskominfo_AnrNof).

]]>
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

TP-PKK Kab.Mura Mengunjungi KWT Hapakat Bersama

Read Time:59 Second
<![CDATA[

MC_Murung Raya – Keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT) bermanfaat baik secara perorangan, lingkungan maupun daerah. Hal ini bisa dirasakan mulai dari peningkatan kesejahteraan ekonomi warga, lingkungan berubah hijau asri bersih dan tentunya juga peningkatan ekonomi.  Apalagi dalam kondisi tengah pandemi Covid-19, sangat penting bertanam untuk menjaga kebutuhan pangan keluarga dan masyarakat.

“Di Kabupaten Murung Raya untuk saat ini ada enam Kelompok Wanita Tani, yang terdiri dari tiga puluh orang orang dalam satu kelompok,” jelas Kepala Dinas Ketahan Pangan Murung Raya, Syahrial Pasaribu.

Hal ini mendapatkan perhatian dan apresiasi dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Murung Raya Lynda Kristiane Perdie dalam kegiatan kujungan kerja ke KWT Hapakat Bersama Desa Bahitom. Kujungan ini didampingi oleh Tim PKK Kabupaten dan Dinas Ketahanan Pangan, serta pihak terkait lainnya. Selasa (25/8/2020).

Dalam kesempatan ini Lynda Kristiane Perdie menyampaikan terimakasih kepada KWT yang ada di Kabupaten Murung Raya sudah membantu Pemerintah Kabupaten Murung Raya untuk meningkatkan ketahanan pangan di masa pandemi ini.

“Kita jangan sampai membiarkan keluarga dan warga sekitar kita kekurangan bahan pangan, inilah pentingnya ketahanan pangan dalam tingkat keluarga yang menjadi dan kiprah Kelompok Wanita Tani sangat besar untuk mewujudkan hal ini melalui bercocok tanam,” tutupnya. (Diskominfo_AnrNof).

]]>
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Lynda Kristiane Perdie Ajak Masyarakat Menanam Sayur Mayur

Read Time:1 Minute, 11 Second
<![CDATA[

MC_Murung Raya – Tim Penggerak PKK Kabupaten Murung Raya (Mura) melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Hapakat Bersama program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tahun 2020 di Desa Bahitom, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya.

Ketua TP-PKK Kab.Mura Lynda Kristiane Perdie, bersama rombongan dan Dinas/ Kecamatan terkait setiba ditempat kunjungan disambut hangat oleh ibu-ibu KWT Hapakat Bersama desa Bahitom. Selasa (25/8/2020).

Dalam kesempatan tersebut Ketua TP-PKK Kab.Mura mengatakan dalam melakukan segala aktivitas ibu-ibu harus selalu mengikuti protokol kesehatan dalam masa menghadapi pandemi Covid-19.

Lebih lanjut Ketua TP-PKK Kab.Mura Lynda Kristiane Perdie menjelaskan “di KWT Hapakat Bersama ini tampak banyak sekali tanaman-tanaman yang bisa dijadikan bahan makanan, seperti tomat, terong, timun, cabe, kacang panjang dan tanaman sayuran lain,” tuturnya.

“Hal ini segaja kami sampaikan kepada masyarakat untuk menggiatkan menanam tanaman sayur mayur yang bisa dimakan agar supaya tidak terjadi masalah kekurangan pangan akibat dari pandemi Covid-19, semoga ditempat lain juga di desa-desa yang lain akan ikut menanam seperti yang ada di transbahitom ini, sehingga di Kabupaten Murung Raya tidak akan terjadi kekurangan pangan,” ucap Lynda Kristiane Perdie.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahan Pangan Mura, Syahrial Pasaribu mengatakan, dengan menanam sayur mayur maupun tanaman kosumsi lainnya merupakan salahsatu bentuk mewujudkan ketahanan pangan masyarakat khususnya di Mura. Selain itu, memanfaatkan lahan yang ada dengan tanaman pangan juga akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. (Diskominfo_AnrNof).

]]>
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Exit mobile version