Wisuda Sekolah Lansia “Gita Uluh Itah”

Read Time:1 Minute, 48 Second

Murung Raya, Info Publik – Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak menggelar Wisuda Sekolah Lansia “Gita Uluh Itah” bertempat di Aula DPMD, Senin (1/12/2025).

Acara penuh haru dan kebanggaan ini dihadiri Asisten I Setda Kab.Mura, Rahmat K Tambunan, Plt. Kepala Dinas DALDUK KBP3A, Lynda Kristiane, jajaran TP-PKK Kab. Mura, para Wisudawati serta tamu undangan lainnya.

Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas DALDUK KBP3A, Lynda Kristiane, menyampaikan, jumlah peserta Wisuda Lansia “Gita Uluh Itah” yang semula terdaftar sebanyak 24 orang, berkuang menjadi 22 orang karena satu orang meninggal dunia dan satu lagi mengundurkan diri karena kecelakaan.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan Apresiasi kepada Lansia yang telah mengikuti program pembelajaran, meningkatkan motivasi Lansia untuk tetap aktif, sehat dan produktif dan juga memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat dan keluarga dalam mendukung Lansia” ucapnya.

Sementara itu Bupati Mura melalui Asisten I Setda Mura, Rahmat K Tambunan, dalam sambutannya berkata, acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah penghargaan yang tulus kepada para orang tua kita, para sesepuh, yang telah melalui perjalanan panjang kehidupan dengan penuh pengabdian, kerja keras, dan keteladanan. Mereka adalah sumber inspirasi, gudang ilmu, dan pilar kebijaksanaan yang senantiasa menjadi panutan bagi generasi penerus.

“Pemerintah daerah menyadari bahwa lansia adalah aset berharga bangsa. Mereka bukan hanya saksi sejarah, tetapi juga pelaku pembangunan yang telah memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan negara. Wisuda lansia juga menjadi simbol bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya, belajar, dan berkontribusi. Justru di usia senja, para lansia memiliki kekayaan pengalaman dan kebijaksanaan yang sangat dibutuhkan dalam membimbing generasi muda” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui berbagai program akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan lansia. Mulai dari layanan kesehatan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan komunitas lansia agar mereka tetap aktif, sehat, dan bahagia. Hal ini sejalan dengan visi daerah kita untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif, sejahtera, dan berdaya saing.

“Kami juga berharap agar seluruh elemen masyarakat dapat bergandengan tangan dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada para lansia. Karena menghormati dan menyayangi lansia bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bagian dari menjaga jati diri bangsa yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan gotong royong” tambahnya.

(DiskominfoSP_Nof, Ad. Foto: Ad).


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Laporan Akhir Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Kabupaten Murung Raya

Read Time:1 Minute, 21 Second

Murung Raya, Info Publik – Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus melalui Asisten II Setda Kab.Mura, K. Zen Wahyu Priyatna secara resmi membuka acara laporan akhir penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Kabupaten Murung Raya tahun 2025-2030.

Bertempat di aula Bapperida Kab.Mura, Senin (1/12/2025), acara ini dihadiri oleh, Kepala Badan/Dinas/Satuan Perangkat Daerah dan Tim Ahli Penyusun PJPK dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya.

Dalam laporannya Kepala Bapperida Kab.Mura, Reyzal Samat menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan laporan akhir ini adalah untuk menyampaikan hasil penyusunan peta jalan pembangunan kependudukan setelah melalui proses identifikasi data, analisis dan perumusan strategi pembangunan kependudukan.

Hasil yang dicapai adalah adanya pekerjaan yang jelas dan terukur, kependudukan terintegrasi dalam keseluruhan dokumen perencanaan daerah, rencana hasil operasional hingga 2030, komunikasi lintas sektor semakin kuat dan efektif.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan itu bukan hanya pembangunan fisik, tapi pentingnya pembangunan manusia. Oleh karena itu, perlu bahan kajian tentang kependudukan sebagai salah satu dasar acuan dalam penyusunan program.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Mura, Heriyus diwakili Asisten II Setda Kab.Mura, K. Zen Wahyu Priyatna menekankan bahwa dokumen ini sangat penting karena akan menjadi pijakan strategis dalam mengarahkan pembangunan kependudukan secara lebih komprehensif, terencana, dan integrasi dengan arah pembangunan daerah menuju Murung Raya Emas tahun 2030.

“Lima fokus pembangunan kependudukan yang harus menjadi agenda bersama adalah pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan dan ketahanan keluarga, penataan persebaran dan mobilitas penduduk, serta integrasi data kependudukan,” ujarnya

Ia juga meminta seluruh Perangkat Daerah untuk mengintegrasikan indikator, target dan rencana aksi PJPK dalam program kerja masing-masing.

(DiskominfoSP_Nof, Ren. Foto: Ren).


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Pemkab Mura Bersama PGIS Gelar Pertemuan Persekutuan Hamba Tuhan II

Read Time:1 Minute, 19 Second

Murung Raya, Info Publik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Setempat (PGIS) menggelar Persekutuan Hamba Tuhan II se-Kabupaten Murung Raya, bertempat di Gereja JKI Sungai Yordan Puruk Cahu, Senin (1/12/2025). Kegiatan ini diikuti para hamba Tuhan lintas denominasi gereja sebagai wujud kebersamaan dalam pelayanan.

Bupati Mura, Heriyus beserta sejumlah kepala perangkat daerah terkait hadir pada kesempatan ini. Hadir pula Ketua PGIS Mura, Pdt. Gudmar Untung, Pdt. Yandi Manobe sebagai pengkhotbah, serta tokoh masyarakat sekaligus mantan Bupati Mura, Willy M. Yoseph.

Acara diawali dengan ibadah pembukaan. Dalam khotbahnya, Pdt. Yandi Manobe mengajak seluruh pelayan Tuhan untuk terus menjaga kesatuan tubuh Kristus di tengah keberagaman gereja. Ia menegaskan bahwa semua pihak terpanggil untuk melayani dan membangun persaudaraan dalam iman.

Ketua PGIS Mura, Pdt. Gudmar Untung dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Mura yang selalu mendukung pelaksanaan kegiatan rutin ini. Menurutnya, persekutuan Hamba Tuhan menjadi wadah mempererat hubungan pelayanan antar gereja di Murung Raya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara para hamba Tuhan dan Pemkab Mura mengenai sinergi pembangunan kehidupan sosial keagamaan di daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Mura Heriyus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memperkuat kebersamaan gereja dan Pemerintah tersebut.

“Kita dipanggil untuk setia, saling membangun, serta terus bersinergi dalam memperkokoh kesatuan tubuh Kristus di Kabupaten Murung Raya. Melalui pertemuan ini, diharapkan semakin mempererat persaudaraan dan menguatkan kembali panggilan pelayanan,” ujarnya.

Pemkab Mura berharap persekutuan seperti ini terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan karakter masyarakat serta persatuan umat di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.

(DiskominfoSP_Nof, Yos. Foto: Yos, Log).


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Upacara HUT KORPRI Ke-54 Tahun di Kabupaten Murung Raya

Read Time:1 Minute, 5 Second

Murung Raya, Info Publik – Bertempat di halaman kantor Bupati Murung Raya (Mura) dilaksanakan Upacara Peringatan HUT KORPRI Ke-54 Tahun, Senin (1/12/2025) pagi.

Hadir dalam kesempatan ini, Bupati Mura, Heriyus, Wakil Bupati Mura, Rahmanto Muhidin, jajaran Forkopimda Mura, Kepala Perangkat Daerah, peserta upacara dari unsur ASN dan tamu undangan lainnya.

Mewakili Bupati Mura, Heriyus, Wabup Mura, Rahmanto Muhidin bertindak selaku Pembina Upacara, ia menyampaikan Selama 54 tahun, KORPRI telah menjadi pilar birokrasi, saksi perjalanan pembangunan nasional, serta motor penggerak reformasi administrasi.

“Tahun ini, kita memperingati hari ulang tahun dengan spirit “ASN Berintegritas, Administrasi Modern, Pelayanan Tanpa Batas.” Tema ini bukan hanya slogan ini adalah tuntutan zaman,” tuturnya.

“KORPRI adalah rumah besar kita. Mari kita jaga kehormatan rumah ini dengan bekerja sungguh-sungguh, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas. Semoga di usia ke-54 tahun ini, KORPRI semakin matang, semakin solid dan semakin memberikan kontribusi bagi Indonesia yang maju dan berkeadilan. Dirgahayu KORPRI ke-54,” ucap Wabup Mura.

Bupati Mura, Heriyus melalui Wabup Mura, Rahmanto Muhidin menegaskan tiga pesan penting pada ulang tahun KORPRI ke-54 ini pertama, perkuat integritas, kedua, percepat transformasi digital dan yang ketiga hadirkan pelayanan publik yang humanis.

Selain pelaksanaan Upacara bendera, Bupati dan Wakil Bupati Mura memotong tumpeng yang kemudian dibagikan kepada unsur Forkopimda.

(DiskominfoSP_Nof. Foto: PIKP).

Galeri Foto:


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Berlangsung Meriah, Bupati Heriyus Lepas Fun Run Murung Raya Hebat

Read Time:1 Minute, 24 Second

Murung Raya, Info Publik – Acara Fun Run Murung Raya Hebat Season 1 Tahun 2025 resmi digelar di Alun-Alun Jorih Jerah, Puruk Cahu, minggu pagi (30/11/2025).

Antusiasme luar biasa dari masyarakat luas mengikuti acara perdana ini, yang dibuka langsung oleh Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus bersama Wakil Bupati Mura, Rahmanto Muhidin.

Turut hadir jajaran unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, perwakilan perusahaan, hingga komunitas olahraga dan tamu undangan lainnya. Kehadiran unsur lintas sektor ini menjadi bukti kuat bahwa olahraga mampu menjadi ruang pemersatu bagi seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati Mura, Heriyus menegaskan bahwa penyelenggaraan Fun Run ini merupakan upaya nyata Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berolahraga, sekaligus mendukung program Murung Raya Sehat.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang lari, tetapi momentum penting untuk merayakan hidup sehat, mempererat kebersamaan, serta menyemai semangat sportivitas. Fun Run Murung Raya Hebat Season 1 mendapat perhatian khusus karena merupakan kegiatan fun run pertama yang digelar secara resmi di Kabupaten Murung Raya.

Lebih dari sekadar seremoni, Bupati Heriyus melihat Fun Run ini sebagai sarana penting untuk menjaring atlet-atlet muda berbakat. Dirinya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menemukan potensi baru di bidang olahraga yang dapat mewakili Murung Raya dalam kompetisi yang lebih besar, baik tingkat regional maupun nasional.

Bupati Mura juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, mulai dari panitia, sponsor, komunitas olahraga, hingga peserta yang meramaikan acara.

Acara Fun Run Murung Raya Hebat Season 1 pun berlangsung meriah dengan partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan. Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana rekreasi keluarga dan wadah mempererat hubungan sosial.

(DiskominfoSP_Nof, Res. Foto: PIKP).

Galeri Foto:


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Kisah Guru NTT yang Akhirnya Jadi PPPK Usai Videonya Ditanggapi Prabowo: Sampai Tidak Bisa Berjalan, Sa Baru Berhenti Mengajar

Read Time:2 Minute, 8 Second

Soe – Keterbatasan bukanlah halangan bagi Asnat Nenabu, guru PAUD di Desa Fotila, Amanatun Utara, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk terus mengajar. Dengan upah Rp200 ribu per bulan, Asnat menegaskan akan tetap mengajar. Asnat sendiri sekarang sudah resmi menjadi Pegawat Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu usai videonya ditanggapi oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Karena pendidikan adalah panggilan jiwanya. Sepanjang hidupnya akan ia dedikasikan untuk pendidikan anak-anak.

“Sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti (mengajar). Biar saya berbakti kepada manusia dan bangsa, buat anak-anak saya. Biar sampai saya mata buta, baru saya berhenti,” kata Asnat di PAUD Sob’ana Fotila, sekitar 3 jam perjalanan darat dari Soe, ibu kota Kabupaten Timur Tengah Selatan, NTT, Kamis (27/11).

Asnat baru saja diangkat menjadi PPPK paruh waktu setelah 36 tahun mengabdi sebagai guru honorer. Ia sempat mengajar di SMP Kristen Puli setamat SMA, kemudian pindah ke SD Inpres Fotilo. Karena tidak memiliki ijazah S1, Asnat memutuskan mengajar di PAUD hingga kini.

“(Gaji) kami sudah dinaikkan. Satu bulan Rp500 ribu. Baru enam bulan tahun 2025,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa gaji bukanlah hal utama baginya.

Ia mengaku sangat mencintai anak-anak dan ingin menanamkan nilai etika, kejujuran, dan keberanian sejak dini.

“Saya didik mereka dari etika, dari keberanian mereka, dari kejujuran mereka. Saya didik supaya mereka semakin hari semakin bertumbuh yang baik. Kalau dari dasar, PAUD itu didik dengan baik, semakin hari semakin mereka besar, mereka akan punya (karakter),” jelas Mama Asnat.

Asnat menyampaikan bahwa kecintaannya kepada anak-anak bahkan ia jalani sejak mereka masih dalam kandungan. Selain mengajar PAUD, ia juga menjadi Ketua Posyandu di kampungnya.

“Saya mendidik mereka mulai dari dalam kandungan ibu, sejak satu bulan dalam kandungan sampai sembilan bulan. Itu saya kawal para ibu hamil sampai melahirkan, lalu mereka dua tahun ke atas, tiga tahun ke atas, saya rangkul lagi untuk masuk ke PAUD,” tuturnya.

“Dan saya mau relakan saya punya tenaga. Saya bilang, kalau saya tidak bisa berjalan, baru saya lepas mengajar, karena memang saya cinta mereka,” tegasnya.

Untuk menambah penghasilan selain gaji mengajar, Asnat juga bekerja sebagai petani. Setelah mengajar, ia pergi berkebun. Jika bukan musim asam, ia menanam jagung, ubi, atau pisang. “Untuk kami makan, kami bisa cari,” ujarnya.

Asnat pun berpesan kepada seluruh guru di Indonesia agar terus mengabdi demi masa depan anak-anak bangsa.

“Mari kita tanamkan pendidikan yang kuat pada anak-anak kita dari dasar sampai SD, SMP, sampai SMA dan perguruan tinggi. Mari kita semangat untuk mendidik mereka. Kita harus membawa mereka dari kebodohan ke luar kepada kepintaran atau yang terbaik,” tutupnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Akhirnya Resmi Jadi PPPK, Guru PAUD Honorer 56 Tahun di NTT Ucapkan Terima Kasih kepada Prabowo

Read Time:1 Minute, 59 Second

Soe – Asnat Nenabu (56), guru honorer di Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sobana Fatilo, Amanatun Utara, Timor Tengah Selatan, NTT, telah resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya minta terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto yang dengan adanya video saya, Bapak tanggapi. Dan sampaikan salam saya, dari Mama Asnat kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto,” kata Asnat di halaman PAUD Sobana Fotilo, Kamis (27/11).

Asnat akhirnya masuk dalam daftar PPPK paruh waktu Kabupaten Timor Tengah Selatan setelah 36 tahun mengajar. Ia mulai mengajar sejak lulus SMA di SMP Kristen Puli, kemudian pindah ke SD Inpres Fotilo. Karena pihak sekolah mewajibkan semua guru bergelar sarjana, sementara ia tidak memiliki biaya untuk kuliah, Asnat memutuskan mengajar di PAUD hingga sekarang.

Nama Asnat sempat viral di media sosial lantaran memohon kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib pegawai honorer seperti dirinya. Ia berharap sebelum pensiun di usia 60 tahun, ia dapat merasakan satu hari saja menerima gaji dari pemerintah. Selama 12 tahun mengajar di PAUD, ia mengaku hanya mendapatkan upah Rp200 ribu per bulan dari dana BOS.

Ia mengaku sangat bahagia setelah menerima kepastian dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan bahwa ia kini resmi menjadi guru PPPK paruh waktu. Namun ia tetap berharap rekan-rekannya sesama guru honorer juga bisa segera diangkat menjadi PPPK.

“Saya juga mau, saya punya teman-teman juga kalau bisa mereka ikut merasakan berkat dari pemerintah. Karena saya punya teman-teman juga mengabdi untuk generasi umum muda ini,” harapnya.

Asnat menegaskan bahwa mengajar adalah panggilan hidupnya. Bahkan jika pun pemerintah tidak mengangkatnya menjadi PPPK, ia tetap akan mengajar.

“Saya bilang begini, biar tidak diangkat pun saya akan tetap mengajar, sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti. Artinya walaupun tidak diperhatikan pemerintah, saya tetap mengajar. Biar saya berbakti kepada manusia dan bangsa, buat anak-anak saya,” katanya.

“Biar sampai mata saya buta, sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti. Karena saya cinta anak-anak. Saya cinta kampung saya,” tegasnya.

Sementara itu, dalam keterangan resminya, Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Liou memastikan pihaknya telah mengakomodasi permohonan Asnat untuk menjadi guru PPPK. Ia juga menegaskan akan memperjuangkan nasib guru-guru honorer lainnya secara bertahap.

“Menjawab pemberitaan di media sosial mengenai Ibu Asnat Nenabu, dapat kami sampaikan bahwa Ibu Asnat Nenabu telah terakomodir dalam PPPK paruh waktu,” ujar Eduard.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Momen Prabowo Respons Video Anak Sekolah Seberangi Sungai: Ini Teriakan Mereka. Kita Harus Bertindak Cepat!

Read Time:2 Minute, 16 Second

Jakarta — Di tengah Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 di Kantor BI, Presiden Prabowo Subianto kembali menggugah perhatian untuk masyarakat ya g membutuhkan. Di hadapan para pejabat tinggi dan pelaku ekonomi, ia memutar sebuah video yang menampilkan potret pilu perjuangan anak-anak Indonesia di wilayah terpencil untuk menuju sekolah.

Dalam video tersebut, tampak anak-anak yang harus bergelantungan di tali untuk menyeberangi sungai. Ada pula yang harus menerjang arus hingga pakaian mereka basah. Bahkan, sebagian memanfaatkan pelampung styrofoam yang untuk menyeberangi sungai besar, sebuah risiko besar yang mereka ambil demi pendidikan.

“Saya minta dipaparkan anak-anak yang nyebrang sungai,” kata Prabowo Subianto, jeda sejenak menghentikan pidatonya pada Jumat malam (28/11).

Saat layar menampilkan visual tersebut, suasana ruangan langsung berubah hening. Prabowo kemudian terlihat berkaca-kaca menahan haru.

“Di tengah kita di sini, di tengah, nah ini. Ini adalah anak-anak yang tiap hari sekolah harus nyebrang sungai. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk sekolah,” kata Prabowo

Prabowo tampak menahan haru ketika video kiriman masyarakat itu terus berlanjut. Ia kemudian terdiam, fokus menyimak video yang memperlihatkan kenyataan pahit di lapangan usai berkata, “Tiap hari pakaian mereka basah, basah di ruang kelas”.

Video itu turut memuat suara seorang anak sekolah yang memohon bantuan. “Kami keseringan dihambat banjir di saat kami pergi ke sekolah. Dan kami mohon kepada Bapak untuk membangun jalan kami ini. Karena kami, kami terciksa kalau kami pergi ke sekolah,” ujar sang anak di video.

Prabowo kemudian mengajak dan meminta para pemimpin dan elit negeri dan menyampaikan bahwa ada 300 ribuan jembatan penyeberangan yang perlu untuk diperbaiki agar bisa digunakan oleh para anak-anak sekolah di daerah terpencil.

“Saudara-saudara para elit Indonesia, para pimpinan ini… ada 300 ribu penyeberangan sungai, 300 ribu jembatan yang seperti ini. Angka-angka pertumbuhan sangat bagus. Tapi rakyat kita, tiap hari, anak-anak, kita tiap hari masuk sungai basah. Duduk di kelas basah, pulang kembali basah,” ucapnya.

“Ini yang saya minta kita sebagai pengelola negara. Kita berpikir yang terbaik. Untuk mengatasi ini, saya bentuk suatu Satgas khusus, Satgas Darurat,” sambungnya.

Ia juga meminta peran aktif generasi muda melalui universitas teknik untuk terlibat dalam penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat dengan koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Dan saya minta Menteri Dikti untuk nanti mengerahkan semua mahasiswa tingkat 2–3–4 dari teknik sipil. Untuk terjun ke desa-desa, merancang dan membantu membuat jembatan-jembatan tersebut,” jelas Prabowo.

TNI dan Polri pun mendapat instruksi langsung. “Saya minta TNI dan Polri untuk juga kerahkan semua batalyon, semua batalyon teritorial pembangunan, semua kompi konstruksi dan kompi-kompi lain, semua terjun turun ke desa-desa tersebut, cari titik-titik. Saya minta ini diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” jelasnya.

“Kita kerjakan dan selesaikan ini. Anak-anak kita teriak. Kita harus jawab,” pungkasnya.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Guru Lega Prabowo akan Bangun Jembatan untuk Akses Anak Sekolah: Beliau Bekerja Pakai Hati

Read Time:1 Minute, 50 Second

Jakarta — Sudah lebih dari 10 tahun Koko Triantoro mengajar dan mendedikasikan diri di sekolah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Atas kegigihannya itu, Koko yang saat ini menjabat kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Embacang Lama, Sumatera Selatan, meraih penghargaan Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lebih istimewa lagi, penghargaan itu langsung diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Koko meraih Anugerah GTK untuk kategori tokoh masyarakat dari unsur guru.

Koko dianggap berjasa dalam membangun ekosistem sekolah di daerah 3T. Dia tak kenal lelah bergerak untuk kemajuan sekolah-sekolah di daerah terpencil.

“Sangat bangga dan terharu. (Penghargaan) ini menjadi trigger bagi saya sendiri. Apakah saya mampu mempertahankan karya saya ke depan karena ini memang penghargaan luar biasa yang selama ini saya terima,” kata Koko di sela acara Puncak Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (28/11).

Salah satu yang menjadi perhatian Koko adalah pembangunan jembatan agar siswa lebih mudah mengakses sekolah. Koko terharu ternyata Prabowo juga amat memperhatikan pembangunan jembatan ini.

“Sesuai dengan pidato Beliau tadi, jembatan dan fasilitas di daerah 3T akan menjadi fokus ke depannya. Mudah-mudahan ini menjadi semangat saya. Tentunya (memberi) semangat guru-guru yang ada di seluruh Indonesia,” kata dia.

Koko percaya janji Prabowo membangun jembatan ini serius dan akan terealisasi. Dia ingat setahun lalu Prabowo juga pernah berjanji mengirim panel interaktif digital ke sekolah-sekolah. Benar saja, janji itu kini terwujud.

“Saat ini sekolah kami di daerah 3T sudah menerima IFP (panel digital interaktif). Dan itu sangat bermanfaat,” kata Koko.

Janji yang sama untuk revitalisasi sekolah juga terucap dari Prabowo tahun lalu. Termasuk janji memberikan makan bergizi gratis.

“Sekolah kami saat ini sudah bagus, pagar-pagar juga sudah bagus. Dan harapannya, komitmen Pak Prabowo ini ke depan terus memajukan pendidikan,” katanya terkait pembuktian janji Prabowo itu.

Tak heran, Koko sangat percaya komitmen Prabowo membangun jembatan agar siswa bisa mudah ke sekolah, juga akan terealisasi.

“Kami sangat mengetahui Bapak bekerja dengan hati. Pesan-pesan Bapak kepada murid akan terus kami kawal Pak. Supaya pendidikan di Indonesia ini berkualitas. Kami terus akan mendoakan Bapak senantiasa sehat, panjang umur, dan diberi kekuatan untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” harap Koko.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Prabowo Minta Kabinet Gerak Cepat Bangun Jembatan untuk Siswa: Anak-Anak Kita Teriak, Kita Harus Jawab!

Read Time:1 Minute, 24 Second

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan instruksi kepada seluruh jajaran kabinet untuk mempercepat pembangunan jembatan penyeberangan bagi pelajar di berbagai pelosok daerah. Hal ini disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Gedung Grha Bhasvara Icchana, Jakarta, Jumat (28/11).

Dalam pidatonya, Prabowo menggarisbawahi urgensi percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang secara langsung menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak Indonesia.

Prabowo menyoroti video laporan warga dan kondisi siswa yang terpaksa menyeberangi sungai sambil mempertaruhkan keselamatan, dan menegaskan bahwa masalah tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Ada 300.000 titik penyeberangan sungai dan jembatan serupa di seluruh Indonesia. Angka-angka pertumbuhan ekonomi bagus, tetapi rakyat kita anak-anak kita setiap hari basah saat tiba di kelas. Ini yang harus kita jawab dengan tindakan,” tegasnya.

Untuk itu, Prabowo mengumumkan pembentukan Satgas Darurat Jembatan yang melibatkan berbagai unsur negara. Ia memerintahkan Menteri Pendidikan Tinggi untuk mengerahkan universitas guna membantu desain dan perencanaan jembatan.

Prabowo juga menyebutkan TNI dan Polri, khususnya seluruh Batalyon Zeni dan kompi konstruksi, perlu turun langsung ke titik-titik prioritas. Seluruh kementerian dan lembaga terkait juga perlu mempercepat eksekusi tanpa prosedur bertele-tele.

“Tidak ada lagi seminar, tidak ada simposium. Kita kerjakan. Kita selesaikan. Anak-anak kita teriak, kita harus jawab,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kinerja para menteri dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, namun mengingatkan bahwa capaian tersebut harus diimbangi dengan penyelesaian persoalan mendasar di lapangan.

“Rakyat kita yang paling miskin tidak bisa menunggu. Eksekusi sekarang adalah kunci,” katanya.

Pertemuan ditutup dengan ajakan Presiden agar seluruh unsur pemerintahan, sektor swasta, hingga pemangku kepentingan di berbagai level untuk bekerja dalam sinergi, melakukan percepatan, serta menjaga soliditas nasional dalam mencapai Indonesia Emas.


Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Exit mobile version