Berita Murung Rayacovid19

Gereja Hosana Lakukan Simulasi SOP Peribadatan Menyongsong New Normal

MC-Murung Raya- Simulasi kembali dibukanya rumah ibadah Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Hosana Puruk Cahu turut hadir Kadis Kominfo SP Kab. Murung Raya. Dalam simulasi tersebut Pdt. Herry ketua Resort GKE Purukcahu menyebutkan, simulasi tata cara ibadah ini dilakukan sebagai persiapan para pelayan ibadah dan seluruh jemaat masuki situasi new normal.

“Kita akan memastikan Gereja telah siap melaksanakan ibadah Minggu dengan mematuhi protokol kesehatan jika ingin kembali membuka untuk jemaat dalam menyongsong new normal nantinya.” Ujar Herry di dampingi Tim.

Simulasi diawali dengan pengaturan jemaat yang datang ke gereja dengan diarahkan untuk cuci tangan menggunakan sabun di tempat yang telah disediakan, kemudian dipandu untuk antri dengan jaga jarak untuk di cek suhu tubuhnya dengan thermo gun oleh petugas kesehatan. Apabila suhu dibawah 37 C akan dipandu petugas untuk menempati tempat duduk yang sudah di atur sedrmikian rupa untuk menjaga jarak. Apabila suhu tubuh di atas 37 C, diharapkan jemaat agar kembali ke rumah dan tidak diperkenankan ibadah di gereja.
“Kami juga live streaming, sehingga bagi jemaat yang usia 18 tahun ke bawah dan jemaat yang berusia diatas 70 tahun atau jemaat yang kurang sehat bisa mengikuti ibadah di rumah” Jelas Pdt. Herry Ketua Majelis Resort GKe Puruk Cahu.
“Simulasi yang dilakukan untuk tata cara ibadah dalam situasi new normal tersebut meliputi beberapa tahapan. Meliputi protokoler jemaat masuk gedung gereja, wajib cuci tangan, jaga jarak dan pemasangan floor marking.” Tandas ketua Tim Ibadah new Normal Lampung.

Lalu posisi duduk, bila sebelum pandemik Covid-19 satu kursi untuk 5-6 jemaat tapi new normal hanya boleh dua jemaat. “Sebelum pandemik setiap ibadah ada 400 jemaat, tapi setelah pandemi berkurang sepertiganya. Ada tambahan jam ibadah pagi menjadi dua kali (06.00 dan jam 09.00) dan sore satu kali (jam 16.00)” imbuhnya.
Untuk pemberian persembahan juga tata cara di ruang dengan menempatkan Amplop persembahan di tempat duduk dan jemaat tinggal memasukan dalam amplop kemudian cukup ditinggal ditempat, nanti pada akhir ibadah petugas akan mengumpulkan, juga akan disiapkan kotak persembahan di depan pintu keluar, jemaat juga bisa memasukkan persembahannya pada saat keluar untuk mengurangi sentuhan tangan.
Termasuk memberikan salam di akhir ibadah kepada pendeta dan majelis yang bertugas akan ditiadakan diganti dengan salam tanpa bersentuhan. “Diharapkan dengan simulasi tata cara beribadah dalam situasi normal baru ini, jemaat GKE Hosana Puruk Cahu dapat memahami, beradaptasi dan siap jika suatu saat ibadah bersama di gedung gereja dibuka kembali oleh pemerintah,” tandasnya.
“Dibukanya gereja kami menyambut dengan suka cita, terutama dilakukan dengan protokol kesehatan, berharap agar jemaat semua sehat dan menggunakan hand sanitizer, pakai masker, serta pembatasan jarak saat beribadah,” ujar Cici Mariati salah satu jemaat GKE Hosana nampak sukacita mendengar khabar ibadah di gereja akan segera dimulai sesuai protokol kesehatan. (MC DiskominfoSP Mura)

Bagikan link ini :

Tinggalkan Balasan