Pemkab Mura Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla

Read Time:1 Minute, 24 Second

Murung Raya, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) resmi meningkatkan status penanganan bencana dari Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Siaga Darurat Kekeringan Air menjadi Status Tanggap Darurat.

Penetapan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Mura melalui Asisten I Setda Kab.Mura, Rahmat K. Tambunan, di Aula Gedung Pusdalops BPBD setempat, Jumat (18/9/2026).

Rakor turut dihadiri Ketua DPRD Mura, Rumiadi, Kepala BPBD Kab. Mura, Fitrianul Fahriman, unsur Forkopimda, TNI-Polri, KPH, pelaku usaha, serta jajaran kepala perangkat daerah. Peningkatan status dilakukan sebagai langkah mempercepat penanganan dampak kekeringan dan Karhutla yang semakin meluas.

“Atas izin dan persetujuan kita semua, serta berdasarkan koordinasi dengan Kementerian terkait, pada hari ini Pemerintah Kabupaten menetapkan peningkatan status menjadi Tanggap Darurat,” tegas Rahmat K. Tambunan mewakili Bupati Mura, Heriyus.

Ia menjelaskan, kekeringan telah berdampak pada keterbatasan air bersih dan kebutuhan sarana prasarana air, serta berpotensi memengaruhi ketahanan pangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat sebagian masyarakat Murung Raya mengandalkan pertanian dengan musim tanam Oktober-November.

Dengan status Tanggap Darurat, Posko Komando Penanganan Darurat Bencana diaktifkan untuk operasi penanganan secara terpadu. Pengerahan sumber daya melibatkan BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, Tagana, KPH dan unsur terkait, termasuk dukungan distribusi air bersih, pemantauan, serta penanganan Karhutla.

“Dengan status tanggap darurat ini, seluruh Perangkat Daerah, pihak Kecamatan harus memperkuat koordinasi, mempercepat respons, dan mengoptimalkan sumber daya. Penanganan terpadu diperlukan agar dampak kekeringan, krisis air bersih dan Karhutla dapat kita tekan,” pungkas Rahmat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kab.Mura, Suhirman Hutagalung melaporkan adanya peningkatan kasus kesakitan, khususnya diare yang berkaitan dengan kondisi kekeringan. Namun, kasus tersebut masih dalam kendali dan dapat ditangani serta belum menyebabkan kematian.

(DiskominfoSP_Nof, Ren. Foto: Ren).