Uncategorized

Wabup Rejikinoor Apresiasi Saran Pendapat Para Kepala Sekolah

MC_Murung Raya – Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih adanya Surat Edaran no. 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing.

Terkait dengan hal tersebut Wakil Bupati Rejikinoor, Sekda Kab. Mura Hermon, Kadis Disdikbud Ferdinand Wijaya dan Kadis Kominfo Bimo Santoso mengadakan silaturahmi dengan para Korwil dan kepala Sekolah di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Mura. Kamis (13/8/2020).

Dalam silaturahmi yang dipandu oleh Sekda di awali dengan laporan Kadisdikbud, Ferdinand Wijaya yang menyampaikan tentang penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Bahwa Prioritas utama Pemerintah adalah untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19.

Sementara itu Wabup menerangkan bahwa kita berpegang pada dua prinsip kebijakan pendidikan pada masa pandemi Covid-19. Prinsip pertama adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran. Kedua, tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan selama masa pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan silaturahmi tersebut banyak para kepala sekolah yang mengajukan pertanyaan maupun sharing pengalaman selama melaksankan pembelajaran dalam Jaringan (Daring) maupun Luar Jaringan (Luring) selama masa pandemic Covid-19. Seperti yang disampaikan kepala sekolah Dasar Beriwit 4 Kec. Murung bahwa pembelajaran di sekolahnya menggunakan Daring (Goegle meet, WA) dan Luring. “Untuk membantu para para guru, mereka kami belikan paket 35 setiap guru dari dana BOS”, ujarnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP 5 mengatakan kendala yang dihadapi bahwa muridnya tidak semua memiliki android dan mereka berasal dari luar kota Purk Cahu. “bahkan tidak ada kesepahaman antara pihak sekolah (guru) dengan orang tua terkait pembelajaran di sekolah selama masa Pandemi ini”, ungkap Jaya Asi.

Kebanyakan permasalahan yang dihadapi oleh pihak sekolah adalah jaringan internet yang tersedia di daerahnya, hal ini sangat dirasakan oleh sekolah yang tidak memiliki akses telekomunikasi.
Seperti kita ketahui, sejak pandemi Covid-19, pembelajaran dilangsungkan via daring. Pembelajaran tatap muka dihindari demi memutus mata rantai penularan Covid-19.

Namun demikian, pembelajaran jarak jauh ini menuai banyak masalah. Mulai dari tidak adanya sinyal di daerah pelosok, biaya pulsa yang tidak murah hingga orang tua siswa tak mampu membelikan gawai untuk anaknya. (Diskominfo_AnrNof).

Bagikan link ini :

Tinggalkan Balasan