Desa Makunjung Salurkan Dana BLTD

Read Time:1 Minute, 50 Second
<![CDATA[

MC-Murung Raya- Sebagaimana kita ketahui dari penjelasan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar bahwa penggunaan dana desa untuk penyaluran BLT diatur dalam Permendesa PDTT Nomor 6 Tahun 2020 yang merupakan revisi Permendesa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Kemendesa PDTT memperkirakan, BLT yang dialokasikan untuk 74.953 desa di seluruh Indonesia mencapai Rp 22,4 triliun. Adapun pagu dana desa tahun ini sebesar Rp 72 triliun.

Anggaran Dana Desa tahun ini, memang instruksi Kemendes, sebagian dialihkan untuk penanganan Covid-19, bentuknya harus bantuan langsung tunai. Bukan kali ini saja, melainkan BLT Dana Desa akan dilakukan setiap bulannya selama tiga bulan ke depan.
Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari dana desa mulai bisa dicairkan. Validasi data menjadi perhatian agar tidak terjadi pemberian bantuan yang tumpang tindih, bahkan salah sasaran.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa telah cair dan disalurkan di desa Makunjung Kecamatan Barito Tuhup Raya (Batura). Keluarga miskin di desa Makunjung yang terdampak pandemi Covid-19 telah menerima penyaluran perdana Rp. 600 ribu perbulan. Sebanyak 174 KK. Sabtu, (9/5/20).

Pj. Kepala Desa Makunjung, Indah Pahrianoor yang juga adalah Sekretaris Kecamatan Batura menyatakan bahwa mulai kemarin telah disalurkan Dana Bantuan Langsung Tunai Desa. “Alhamdulillah sudah disalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap 1 dan 2 Desa Makunjung kepada warga yang berhak menerima manfaat dan terdampak ekonomi pandemi Covid-19.” Ujar Pahrianoor.

Desa Makunjung telah menyalurkan BLT Dana Desa sebesar 600 ribu rupiah perkeluarga kepada 174 keluarga miskin, dari 700 KK Desa Makunjung. Masyarakat sangat gembira mendapatkan BLTD ditengan kondisi pandemik Covid-19 ini. “hendak.manangis yaku malang warga ji keter keter manarima bantuan, hanyar piji ampie malang duit kenyer kenyer walaupun bagi itah jida sabarapa nilai eh tapi warga ji memang berhak lebih dari cukup” Ungkap Plt. Kades dengan bahasa daerah
yang unik pada pembagian dana BLT desa tersebut. Di mana Plt. Kepala Desa Makunjung di damping aparat desa, mendatangi langsung rumah keluarga miskin untuk membagikannya.
Pahrian menjelaskan, cara door to door atau dari pintu rumah ke pintu rumah adalah salah satu cara menghindari kerumunan warga serta mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (MC DiskominfoSP Mura)

]]>
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Camat dan Tripika Murung Bersinergi Lakukan Sosialisasi Cegah Penyebaran Covid-19

Read Time:1 Minute, 21 Second
<![CDATA[

MC-Murung Raya- Sepanjang jalan A. Yani dan tempat-tempat yang sering didatangi oleh masyarakat Kecamatan Murung dilakukan sosialisasi dan pembagian masker oleh Camat Banjang, Lurah Beriwit Khalid Ilmi serta Jajaran Unsur Tripika Kecamatan Murung, pada Jumat Malam, (8/5/2020).
Tidak hanya melakukan sosialisasi atau himbauan lisan ke tempat keramaian dan masyarakat, pembagian masker untuk para pedagang dan pengguna jalan yang masih banyak tidak menggunakan masker dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona dilakukan Unsur Tripika Kecamatan Murung yang dipimpin langsung oleh Camat Murung Banjang , Kapolsek Murung Yuliantho dan Danramil Murung Trio Pramono di bantu oleh Pol. PP.

Camat Murung Banjang mengatakan sosialisasi dan pembagian masker untuk para pedagang dan pengguna jalan di sepanjang jalan A. Yani bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung kebijakan pemerintah, guna mencegah dan antisipasi berkembang biaknya virus Covid-19.
“Kegiatan ini kita lakukan ini agar menggugah masyarakat supaya mandiri dan disiplin mengikuti himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan dan swadaya membikin disinfektan sendiri dan menyemprotkannya dirumah serta pekarangan rumahnya sendiri, serta menjaga kebersihan baik lingkungan maupun dirinya sendiri, serta makan-makanan yang sehat.”ungkap Banjang.

Banjang berharap dengan usahanya ini, dapat menyadarkan masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan sehingga virus tidak menyebar ke masyarakat dan kesehatan masyarakat pun terjamin. “Saya menghimbau agar masyarakat khususnya Kecamatan Murung agar memperhatikan dan mengikuti himbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah, tidak berkerumun, jaga jarak, selalu memakai masker, selalu cuci tangan dengan sabun di air mengalir. juga berpola hidup sehat, demi mencegah penyebaran Covid-19, kita juga berusaha dengan berbagai cara sesuai kapasitas dan kemampuan kita untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini,” ujarnya. (MC-DiskominfoSP Mura)

]]>
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Pelayanan Ibadah Tetap Berjalan, Dengan Menggunakan Multimedia

Read Time:1 Minute, 52 Second
<![CDATA[

MC_Murung Raya – Gereja-gereja tampak lengang, bahkan sepi pada hari Minggu, hari untuk beribadah bagi umat Kristiani. Selama pandemik Covid-19 melanda Tanah Air, termasuk di bumi Tanah Malai Tolung Lingu, Kabupaten Murung Raya.

Tempat-tempat beribadah di seluruh Indonesia termasuk di Murung Raya menyesuaikan dengan kenyataan sekarang akibat terkait dampak pandemi virus corona. Sebagian Gereja tidak dibuka, untuk para jemaatnya dengan larangan- larangan yang keras, artinya jemaat diharapkan beribadah di rumah masing-masing.

Menurut Ketua Majelis Jemaat GKE Puruk Cahu, Pdt. Herry mengatakan bahwa ibadah tetap diadakan, namun melalui media online. Jadi dari Gereja tetap majelis akan hadir karena ditetapkan hanya petugas yang hadir sekitar 12 orang yang boleh hadir, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Berdasarkan situasi dan kondisi saat ini dengan Covid-19, dari imbauan Pemerintah juga, supaya kita tidak boleh berkumpul, tidak lagi bergereja di gedung, sehingga kami membentuk suatu ibadah yang baru. Jadi bukan meniadakan ibadah Minggu, tetapi berdasarkan situasi dan kondisi, kita membentuk ibadah baru. Jadi bentuk baru itu adalah ibadah online, kita membuat dengan rekaman menggunakan multimedia. Sehingga jemaat bisa membuka facebook atau youtube majelis jemaat, jadi tidak mengurangi ibadah yang biasa kita gunakan”, ungkap Herry.

“Jadi kami ada 5 orang majelis dan satu Pendeta, song leader 2 orang, pemain musik 1 orang dan 3 orang operator multimedia, melalui facebook atau youtube kan bisa live jadi nanti dibuka dan semua jemaat bisa mendengarkannya,” tuturnya.

Herry menyadari pelayanannya belum maksimal, karena masih sangat terkendala dengan sarana dan prasarana yang dimiliki, selama pelaksanaan kegiatan alat yang digunakan merekam adalah pinjaman milik warga jemaat. Berkenaan dengan hal tersebut dan keterbatasan sarana multimedia di Gereja, atas inisiatif Ketua seksi Pelayanan Bapak Jemaat GKE Hosana, Bimo Santoso melakukan penggalangan dana untuk pengadaan seperangkat alat Multimedia seperti Handycamp, Mixer video, tripod, HDMI micro dan mini serta repeater, dengan keperluan dana sekitar 13 jt.

Berkat partisipasi dan kebersamaan warga jemaat akhirnya dalam waktu dua hari dana terkumpul sudah melebihi target sekitar Rp 13.359.000. “Puji Tuhan akhirnya keinginan kami memiliki alat multimedia bisa terpenuhi, terima kasih kepada seluruh warga jemaat yang telah dengan sukacita berkenan memberikan donasinya, walau kami memahami situasi saat ini sedang merasakan kesulitan semuanya,” pungkas Bimo selaku inisiator saat berbincang dengan MC. Sabtu (09/5/2020). (DiskominfoSP_Anr).

]]>
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21

Kontributor Wartawan

Exit mobile version