Berita Murung Rayacovid19

GKE Melakukan Persiapan Ibadah Jelang Penerapan New Normal

MC_Murung Raya – Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Puruk Cahu, bersiap menghadapi kegiatan ibadah jika new normal mulai berlaku. Ibadah di gereja ini akan dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tak hanya jaga jarak, pakai masker namun setiap jemaat yang akan beribadah sebelum masuk rumah ibadah harus cuci tangan dengan sabun dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh.

Hal tersebut adalah hasil rapat Mejelis Jemaat GKE Puruk Cahu dalam rangka persiapan yang akan dilakukan pengurus Jemaat GKE Puruk Cahu jelang penerapan new normal. Jumat, (12/6/2020).

Ketua Majelis Jemaat GKE Puruk Cahu Pdt Herry di dampingi koordinator Peribadatan di massa new normal Lampung dan Ketua Lingkungan Zaitun Wandato dan Ketua Lingkungan Sion Willem menyempatkan meninjau simulasi ibadah di gereja jelang pemberlakukan new normal.

Dalam rapat sebagai tindak lanjut dari pertemuan antara Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kab. Mura dengan tokoh agama, majelis telah menetapkan SOP Peribadatan dengan teknis pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat untuk memutus penyebaran Covid-19. “Namun, Jemaat Gereja Hosana belum membuka gedung gereja untuk dilakukan ibadah. Kami tidak buru-buru. Diperkirakan awal bulan Juli 2020 akan memulai peribadatan di gedung gereja, sambil melihat situasi dan kondisi pandemi corona”, ujar Herry.

Saat Jajaran Forkopimda Mura meninjau persiapan new normal di rumah ibadah beberapa hari yang lalu.

Sebagaimana kita ketahui, terkait dengan ibadah saat new normal, Menteri Agama telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 tahun 2020 tentang panduan kegiatan ibadah di era menjelang penerapan new normal life, adalah mewajibkan rumah ibadah memiliki surat keterangan aman dari Covid-19. Selain penerapan protokol kesehatan, rumah ibadah harus mendapatkan surat keterangan aman covid dari ketua gugus tugas sesuai tingkatan wilayah.

Dalam waktu dekat akan segera dipersiapkan sarana dan prasana untuk menunjang kegiatan peribadatan di massa new normal, seperti membentuk tim peribadatan yang dibantu dari warga jemaat, pembuatan dan pengadaan beberapa buah tempat cuci tangan, pengadaan thermal gun, pembuatan petunjuk teknis (SOP) peribadatan berupa selebaran maupun spanduk atau standing banner.

“Apabila nanti akan dibuka peribadatan di rumah ibadah, untuk menghindari kepadatan jemaat akan dilaksanakan 3 (tiga) kali ibadah yaitu jam 06.00, jam 09.00 dan jam 16.00 dengan durasi dipersingkat”, Jelas Ketua Jemaat mengakhiri pembicaraan. (DiskominfoMura_Anr).

Bagikan link ini :

Tinggalkan Balasan