Berita Murung RayaUncategorized

Kaum Bapak Gereja Berbicara Tentang Adat Budaya

MC-Murung Raya- Kaum Bapak Gereja Hosana Puruk Cahu mengadakan diskusi dengan tema dunia nyata dan dunia roh menurut iman Kristen bertempat di Aula gereja Hosana Jl. Gereja Puruk Cahu, Rabu (26/02/2020).

Menurut Ketua Resort Pdt. Herry menyatakan bahwa Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa makhluk roh itu memang ada. Ada yang baik dan ada yang jahat. Namun, Alkitab dengan jelas menyatakan kalau roh-roh manusia yang telah mati tidak dapat bergentayangan di bumi dan “menghantui” orang-orang yang masih hidup. Surat Ibrani 9:27 menyatakan, “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.”

Lebih lanjut Herry menyampaikan bahwa saat ini orang percaya masih mencampur adukkan imanya dengan adat budaya yang berlaku di masyarakat. “Misalnya kalau ada keluarga yang baru saja meninggal pasti mereka memasang foto yang meninggal dan di depannya aka nada lilin yang menyala, kopi ataupun makanan kesuakaan mendiang” Ujar Herry.

Lain lagi dengan penuturan Ketua KPB, Bimo Santoso, bahwa dia pernah melakukan perjalanan naik kendaraan mobil bersama dengan beberapa temannya pada malam hari, kira-kira di pertengahan jalan tiba-tiba mobilnya mogok. Dengan sepontan temannya menanyakan apakah membawa sesuatu. Memang Bimo membawa kotak kue isinya air mineral, kue bolu, lemper dan telor. “Ini penyebabnya pak, yang membuat mobil kita mogok” ungkap teman Bimo sambil membuang lemper dan telor. Dan anehnya tak lama berselang mobil bisa berjalan dengan lancar.

Herry mengatakan bahwa itu adalah adat budaya yang berkembang di masyarakat, namun tidak alkitabiah. Ada dua sikap yang harus dikembangkan oleh orang Kristen dalam menghadapi adat budaya. Pertama, memeriksa adat budaya dengan kritis. Adat budaya adalah sesuatu yang konkrit menyertai kehidupan manusia dalam masyarakat. Tidak ada masyarakat tanpa budaya dan tidak ada adat budaya yang statis. Meski demikian, sikap kritis dan hati-hati sangat diperlukan. Tugas orang Kristen dan gereja adalah menguji, apakah adat budaya itu sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan? Dalam proses pengujian itu, orang Kristen dan gereja harus mampu melakukan pemisahan, mana yang “terang” dan mana yang “gelap”, mana yang perlu disingkirkan, mana yang dapat dipakai, dan mana yang perlu diperbarui. Kedua, memperbarui adat budaya. Harus diakui bahwa setiap adat budaya mengandung dosa. Tugas orang Kristen dan gereja adalah memperbarui adat budaya, dalam terang Injil, sebagai perwujudan sikap hidup orang Kristen yang baru dan senantiasa bersedia memperbarui diri. (MC DiskominfoSP Mura)

Bagikan link ini :

Tinggalkan Balasan