MC_Murung Raya: Dalam mewujudkan proses pembangunan Masjid Sultan Muhammad Seman dilakukan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Wakil Bupati Murung Raya yang nantinya akan menjadi Pondok Modern Bumi Al-Qur’an “Al- Hijrah” Entrepreneur Pesantren Alam Indonesia Murung Raya Kalimantan Tengah.
Serangkaian acara tersebut sekaligus diisi dengan agenda penyampaian ikrar serah terima tanah wakaf oleh saudara H. Akhmad Rahmadi dan H. Abdul Wahab (Wakif) kepada pengelola tanah wakaf (Najir) saudara Ustadz H. Amir Hassan seluas 2,5 Ha meter persegi yang disaksikan oleh Kepala Disnakertrans, Dinas Ketahanan Pangan, Kapala Kantor Kemenag Murung Raya, PCNU, Muslimat NU dan Pengurus Muhammadiyah serta Kamtib Babinsa TNI AD yang telah dilaksanakan di Jl. Lintas Negara Muara Untu Puruk Cahu Kec. Murung, Senin Sore (01/09/2020).
Wakil Bupati Murung Raya, Rejikinoor menyampaikan ” kita hari ini patut bersyukur atas khadirat Allah SWT dalam menyaksikan momen bersejarah sebagai cikal bakal kita nanti dalam proses akhir kehidupan,” Tuturnya.
Teruslah semangat untuk membangun yang kita cita-citakan dalam mendirikan Masjid Sultan Muhammad Seman dengan Pondok Pesantren. “Tidak ada yang mustahil karena ini milik Allah SWT, suatu saat apa yang kita lakukan pada hari ini nantinya insyaAllah akan terwujud.” Tutupnya (MC_DiskominfoSp: Rfa)
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21
MC_Murung Raya– Rapat paripurna ke-8 Masa Sidang II Tahun Anggaran 2020 dalam rangka penyerahan KUPA/PPAS (Kebijakan Umum Perubahan Anggaran/Prioritas Plafon Anggaran Sementara) di Jl. Gatot Subroto No. 01 Puruk Cahu Kantor DPRD yang dihadiri oleh Wakil Bupati Murung Raya, Asisten I, II dan III serta beberapa Kepala OPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Selasa (26/8/2020).
Ketua DPRD Murung Raya, Doni Menyampaikan “ Dalam rancangan Anggaran Perubahan Belanja Daerah Perubahan Tahun Anggaran 2020 yang kita buat ini untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sampai seluruh pelosok pedesaan Kabupaten Murung Raya. Untuk itu saya berulang kali mengingatkan kita semua bekerja dan terus bekerja dalam memperjuangkan nasib masyarakat Murung Raya, agar terwujudnya masyarakat yang sejahtera adil dan bermartabat.Ungkap Doni.
Dalam sambutan Bupati Murung Raya, yang disampaikan oleh Wakil Bupati Murung Raya, Rejikinoor mengatakan “Sesuai peraturan pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah yang dijabarkan dalam peraturan menteri dalam negeri No. 13 Tahun 2006 dan No. 59 Tahun 2007, bahwa pemerintah daerah besama DPRD dapat melakukan perubahan anggaran pendapatan belanja daerah apabila terjadi perkembangan tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum anggaran. (DiskominfoSP_MC: rfa)
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21
MC_Murung Raya: Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam hal ini Wakil Bupati Rejikinoor secara virtual mengikuti acara pelaksanaan gerakan diversifikasi pangan lokal bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia di Jakarta yang diikuti oleh 34 Provinsi dan beberapa Kabupaten atau Kota.
Acara tersebut berlangsung di Aula Gedung A Lt. 2 Kantor Bupati Murung Raya Jl. Letjend Suprapto No. 01 Puruk Cahu, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Murung Raya, Kapala Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan serta Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Rabu (19/8/2020).
“Dengan adanya pelaksanaan gerakan diversifikasi pangan lokal, pada tahun 2020 ini di Kabupaten Murung Raya telah melakukan program P2L (Pekarangan Lahan Lestari) yang tersebar di beberapa desa antara lain Desa Karali, Bahitom, Dirung Lingkin, Muara Sompoi dan Muara Laung,” Ungkap Kadis Ketahanan Pangan, M. Syahrial Pasaribu.
Program ini diberdayakan untuk para wanita disetiap desa yang beranggotakan 30 orang, serta diberikan fasilitas bibit dan pot dari penyuluhan pertanian. Tentu program ini bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan serta Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Tutupnya.
Wakil Bupati Murung Raya, Rejikinoor menegaskan “ Kita berharap kepada masyarakat Murung Raya khususnya, agar sebisa mungkin memanfaatkan pekarangan lahan disekitar rumah untuk bercocok tanam seperti ubi kayu, ubi jalar dan sayur-sayuran lainnya untuk meningkatkan kebutuhan pangan selain dari tanaman padi”. Ungkapnya (DiskominfoSP_MC: rfa)
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21
MC_Murung Raya – Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih adanya Surat Edaran no. 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing.
Terkait dengan hal tersebut Wakil Bupati Rejikinoor, Sekda Kab. Mura Hermon, Kadis Disdikbud Ferdinand Wijaya dan Kadis Kominfo Bimo Santoso mengadakan silaturahmi dengan para Korwil dan kepala Sekolah di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Mura. Kamis (13/8/2020).
Dalam silaturahmi yang dipandu oleh Sekda di awali dengan laporan Kadisdikbud, Ferdinand Wijaya yang menyampaikan tentang penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Bahwa Prioritas utama Pemerintah adalah untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19.
Sementara itu Wabup menerangkan bahwa kita berpegang pada dua prinsip kebijakan pendidikan pada masa pandemi Covid-19. Prinsip pertama adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran. Kedua, tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan selama masa pandemi Covid-19.
Dalam kesempatan silaturahmi tersebut banyak para kepala sekolah yang mengajukan pertanyaan maupun sharing pengalaman selama melaksankan pembelajaran dalam Jaringan (Daring) maupun Luar Jaringan (Luring) selama masa pandemic Covid-19. Seperti yang disampaikan kepala sekolah Dasar Beriwit 4 Kec. Murung bahwa pembelajaran di sekolahnya menggunakan Daring (Goegle meet, WA) dan Luring. “Untuk membantu para para guru, mereka kami belikan paket 35 setiap guru dari dana BOS”, ujarnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMP 5 mengatakan kendala yang dihadapi bahwa muridnya tidak semua memiliki android dan mereka berasal dari luar kota Purk Cahu. “bahkan tidak ada kesepahaman antara pihak sekolah (guru) dengan orang tua terkait pembelajaran di sekolah selama masa Pandemi ini”, ungkap Jaya Asi.
Kebanyakan permasalahan yang dihadapi oleh pihak sekolah adalah jaringan internet yang tersedia di daerahnya, hal ini sangat dirasakan oleh sekolah yang tidak memiliki akses telekomunikasi. Seperti kita ketahui, sejak pandemi Covid-19, pembelajaran dilangsungkan via daring. Pembelajaran tatap muka dihindari demi memutus mata rantai penularan Covid-19.
Namun demikian, pembelajaran jarak jauh ini menuai banyak masalah. Mulai dari tidak adanya sinyal di daerah pelosok, biaya pulsa yang tidak murah hingga orang tua siswa tak mampu membelikan gawai untuk anaknya. (Diskominfo_AnrNof).
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21
MC-Murung Raya- Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih adanya Surat Edaran no. 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing.
Wakil Bupati Murung Raya (Mura) Rejikinoor mengatakan saat rapat terbatas dengan Sekda Hermon, Kadisdikbud Ferdinand Wijaya, Kadiskominfo Bimo Santoso dan sekdis Dikbud Aprianto S. Ladju, serta kabid di Disdikbud di ruang Kadisdikbud, menggaris bawahi pentingnya peran teknologi informatika dalam pembelajaran di sekolah-sekolah dimasa pandemik ini. “kita harus memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas, mempercepat, memudahkan akses pelayanan di bidang pendidikan untuk menjawab berbagai keluahan, pertanyaan dan saran dari berbagai komponen masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu dalam pengantar rapat terbatas tersebut sebelumnya Sekda mengatakan pemerataan kualitas pendidikan menjadi pekerjaan rumah kita bersama apalagi pada masa pandemik covid-19 seperti saat ini. Selasa, (11/8/2020). Menurutnya, diperlukan sebuah inovasi, sistem atau aplikasi guna mempermudah guru dan murid dalam belajar. Produknya, jelas Hermon, bisa pembelajaran secara Daring (dalam Jaringan) maupun Luring (Luar Jaringan). “Kita harus memikirkan secara terencana dan teknis agar semua pemangku kepentingan dapat memanfaatkan inovasi yang dihasilkan.”
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Mura, Ferdinand Wijaya menyatakan, sudah banyak sekolah-sekolah yang menggunakan metode dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) untuk mengakomodasi pendidikan siswa selama masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Lebih lanjut Ferdinand Wijaya Mantan Kadis Ketahanan Pangan ini menyampaikan metode pembelajaran jarak jauh dengan metode daring tetap sama seperti yang telah dilaksanakan sejak awal pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia. Namun, metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring saat ini akan lebih memerhatikan psikolgis siswa dan tidak membebani orangtua. “itulah sebabnya kita akan mencari formula yang tepat untuk mengatasi permasalah yang dihadapi saat ini, dan sesuai petujuk Pak Sekda dan Pak Wabup dalam waktu dekan akan dilakukan rapat dengan para Kordinator wilayah maupun para kepala sekolah, sebelum diputuskan terkait dengan pembelajaran sekolah pada masa adaptasi kebiasaan baru.’ Ujarnya. (MC DiskominfoSP Mura)
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21
MC-Murung Raya- Api tiba-tiba membesar. Sejumlah petugas BPBD melakukan upaya pemadaman. Selain menggunakan tongkat kayu, api dipadamkan dengan menggunakan alat berupa tabung pemadam. Kemudian, mobil PMK datang dan api dengan cepat bisa dipadamkan. Begitulah skenario yang disusun saat Tim BPBD Murung Raya menggelar simulasi dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Taman Kota Puruk Cahu, Selasa, (4/8/2020).
Kegiatan itu melibatkan kurang lebih 47 personil BPBD Murung Raya. Dalam simulasi digambarkan adanya hutan yang terbakar. Petugas pun berjibaku memadamkan api dengan peralatan yang ada. Kepala Pelaksana BPBD mengatakan simulasi itu dilakukan agar personil BPBD memiliki dasar kemampuan menanggulangi api saat Karhutla terjadi. Apalagi Murung Raya memiliki hutan yang cukup luas. Murung Raya juga menjadi salah satu Kabupaten yang rawan terjadi kebakaran hutan. “Karena memang setiap tahun pasti masyarakat melaksanakan kegiatan pembakaran lahan dengan tujuan membuka ladang maupun kebun atau perkebunan, yang mana kebakaran tersebut dapat membuat menurunnya kesehatan masyarakat, menggangu aktivitas belajar anak di sekolah maupun menghambat transportasi penerbangan maupun di darat” ujar Kariadi saat Simulasi Karhutla.
Di Kabupaten Murung Raya sendiri masih terdapat beberapa titik hutan yang rentan terjadi kebakaran. Karena itu Ka BPBD berharap, simulasi itu menambah tingkat kewaspadaan personil BPBD “Semua pihak harus bisa berupaya untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran,” tegasnya. Menurutnya Kariadi siap bersinergi dengan instansi terkait dan Masyarakat dalam mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya karhutla di tahun ini.
Dengan upaya preventif yakni pemetaan Hotspot, himbauan dan sosialisai tentang bahaya karhutla. “Preventif yakni melaksanakan patroli bersama, mendatangi TKP dan melakukan pemadaman bersama, dalam simulasi kali ini sekaligus Deklarasi Kabupaten Murung Raya Tahun 2020 Zero Hot spot”. Ungkap kariadi menutup pembicaraan. (MC DiskominfoSP Mura)
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21
MC_Murung Raya – Latihan Penanggulangan Bencana Alam (Latgulbencal) yang dilaksanakan BPBD Kabupaten Murung Raya memasuki tahap pelaksanaan simulasi di lapangan. Kegiatan ini melibatkan 47 personil BPBD Kab. Mura, Adapun kegiatan latihan difokuskan melakukan materi simulasi penanganan korban dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), simulasi tersebut bertempat di taman Kota puruk cahu. Selasa (04/8/2020).
Kegiatan ini mensimulasikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab serta pergerakan unsur-unsur pasukan beserta perlengkapannya yang terlibat dalam penanganan pemadaman dan penanganan korban karhutla dari dari materil dan personel, seperti keadaan yang sebenarnya.
Latihan penanggulangan bencana alam yang dilaksanakan, merupakan salah satu metode untuk memelihara dan meningkatkan kewaspadaan serta kesiapan petugas dalam mengantisipasi bahaya bencana alam khusus Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Murung Raya. Selain itu, latihan ini juga untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam melaksanakan operasi bantuan dalam menangani penanggulangan bencana alam. Kepala Pelaksana BPBD Kab. Mura Kariadi mengatakan, bahwa kegiatan simulasi ini merupakan program kegiatan penanggulangan Karhutla tahun 2020.
Personel BPBD Saat Melakukan Latihan
“Kegiatan ini untuk mendirikan, membiasakan dan membisakan petugas dalam rangka upaya penanggulangan bencana sehingga kita tahu sambil mengevaluasi kebutuhan dan kekurangan serta apa yang perlu diperbaiki atau diperbaharui”, ujar Kariadi.
Peralatan dan perlengkapan yang dimiliki oleh BPBD sangat memadai dan representative, itulah sebabnya perlu selalu dilakukan untuk latihan dan simulasi agar peralatan dan personil tetap terpelihara dan lihai dalam menjalankan tugas. Hadir dalam simulasi Karhutla di Taman kota Puruk Cahu Kadis Kominfo SP Bimo Santoso yang melihat langsung kepiwaian para personil BPBD mengoperasikan peralatan dan perlengkapan karhutla BPBD Mura. (DiskominfoSP_AnrNof.I).
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21
MC-Murung Raya- Setelah dilakukan ujicoba selama satu bulan penuh pada bulan Juli 2020, mulai 1 Agustus 2020 Dinas Kominfo SP Kabupaten Murung Raya resmi akan menggunakan absensi elektronik berbasis teknologi telepon genggam android dengan cara melakukan foto selfie. Hal ini sebagai respon atas keinginan Bupati Murung Raya Perdie M. Yoseph untuk menerapkan absensi dengan selfie.
Sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Kominfo SP Kabupaten Murung Raya (Mura) Bimo Santoso “benar Pak Bupati minta Dinas Kominfo SP Kabupaten Murung Raya uji coba absensi dengan selfie, dan setelah kami lakukan simulasi selama satu bulan, rencana kami dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Murung Raya ke 18 tanggal 1 Agustus 2020 nanti akan melounching penerapan absensi selfie menggunakan teknologi GPS (Global Positioning System) dan biometric sebagai sistem operasional aplikasi.” Terang bimo.
Lebih jauh Bimo menjelaskan bahwa Teknologi berbasis GPS memungkinkan kantor mencatat banyak titik kehadiran bagi pegawai, dimanapun di dunia. Sedangkan teknologi berbasis Biometrik menggunakan face recognition sebagai komplementer dari sistem GPS, dan membuat aplikasi absensi Hadirr App lebih akurat dan mencegah pegawai melakukan kecurangan. Memang Era teknologi saat ini tidak hanya menghasilkan internet cepat atau robot. Tapi juga memberikan sebuah inovasi dalam hal pencatatan absensi pegawai dan menggeser sistem absensi tradisional yang tidak efektif dan efisien. Seperti munculnya aplikasi absensi Hadirr App pada pertengahan 2017 sebagai sebuah terobosan inovasi pengembangan teknologi sistem absensi untuk perkantoran. Menggunakan sistem terkini yang membuat data absensi semakin akurat dan meminimalisir kecurangan. Tidak hanya itu, absen selfie dengan Hadirr App juga tidak memerlukan lagi biaya maintenance atau ruang besar untuk meletakkan mesin.
Menurut kadis Kominfo tidak sekedar absensi pegawai, aplikasi Hadirr App memiliki beberapa fitur yang semakin memberikan kenyamanan bagi institusi dalam mengelola pegawai, seperti mencatat kehadiran pegawai di beberapa lokasi yang tersebar, Memantau kinerja pegawai dengan mobilitas tinggi dan Mengelola reimbursement dengan mudah. Ketika di tanya bagaimana cara kerjanya Aplikasi tersebut? Bimo menjelaskan bahwa pegawai hanya perlu melakukan ‘selfie’ dengan perangkat handphone yang dimilikinya. Foto ‘selfie’ tersebut tidak dapat dimanipulasi, karena saat pertama kali mengaktifkan aplikasi Hadirr App pegawai harus meng-upload foto dan sistem akan mempelajari wajah pegawai tersebut yang kemudian akan di verifikasi oleh bagian kepegawaian.
Bagian kepegawaian adalah orang yang dapat menyetujui foto apakah sesuai dengan pegawai tersebut atau tidak. Selain itu, pegawai hanya dapat absen ‘selfie’ saat berada di titik (spot) yang telah ditentukan oleh admin portal atau bagian kepegawaian sebagai titik absen. Tentunya hal tersebut mencegah pegawai melakukan kecurangan dengan melakukan absen di rumah atau di perjalanan. (MC DiskominfoSP Mura)
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21
MC-Murung Raya- Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 9 Juli 2020 mengadakan rapat dengan Gubernur Kalteng dan Bupati/walikota se Kalteng lewat virtual. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) di Provinsi Kalimantan Tengah. Rapat Terbatas (Ratas) tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo setelah beliau meninjau beberapa daerah di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, tempat yang dipersiapkan untuk mendukung ketahanan pangan. Rapat terbatas itu diikuti Gubernur dan 13 Bupati dan 1 walikota beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah untuk membahas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam Rapat terbatas tersebut Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran melaporkan penyebaran Pandemi Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah. Pasien Positif hingga tanggal 9 Juli 2020 sebanyak 1.093, pasien dalam perawatan sebanyak 393 dan pasien sembuh sebanyak 634 orang. Dan mohon dukungan Presiden melalui Gugus Tugas agar membantu Kalteng dalam menangani pandemik Covid-19, sebagaimana yang disampaikan oleh perwakilan dari para medis yang bisa langsung berkomunikasi dengan Presiden secara langsung.
Selanjutnya Presiden langsung merespon permohonan seorang dokter di sampit yang minta alat PCR dan akan segera dikirim, sementara atas keluhan para medis di Barito Selatan yang selalu mendapatkan ancaman dan intimidasi dari masyarakat atas wabah covid-19. Presiden meminta kepada pihak kepolisian agar memperhatikan hal tersebut. “Jangan sampai ada para medis mendapat masalah dalam melaksanakan tugas sebagai garda terdepan.” Harap Presiden.
Sementara itu di pengujung rapat presiden minta agar yang terkait dengan bantuan sosial dan sejenisnya untuk masyarakat terdampak agar dipastikan dapat tersalurkan, dikendalikan dan dipantau terus penyerahnnya bagi yang berhak. Terkait dengan new normal Presiden mengharapkan harus hati-hati memasuki new normal, “harus dimulai dengan pra kondisi, kapan mulai dan sektor mana yang mau dibuka harus yang beresiko rendah yang diprioritaskan.’ Ujar Presiden.
Hadir mendampingi Bupati Mura, wakil Bupati Rejikinoor, Ketua DPRD Doni, Kapolres Mura Dharmaeswara, mewakili Kajari Kasi Pidum Pujiarto, Sekda Hermon, mewakili Pabung Danramil Murung Trio Pramono, Kadiskes Suria Siri, Kadis Kominfo SP Bimo Santoso Kalaksa BPBD Kariadi, Dirut RSUD Martin Maha. Beserta anggota satuan Gugus Tugas percepatan penanganan covid19. (MC DiskominfoSP Mura)
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21
MC-Murung Raya- Kita ketahui bersama bahwa wabah virus Corona kian meluas. Rasa cemas membungkus tanah air. Di tengah situasi mengkhawatirkan ini, komitmen untuk bersatu padu mendoakan negeri serta aksi nyata mencegah penyebaran COVID-19, harus termotivasi dalam diri setiap warga Negara.
Memaknai dampak pandemi covid-19 ini, Komisi Pelayanan Perempuan (KPPer) Resort GKE Puruk Cahu memberikan pelayanan kasih berbagi sembako dengan lansia dan Janda kurang mampu di jemaat-jemaat Lingkup Resort GKE Puruk Cahu, Kamis (11/6/2020).
Menurut Ketua KPPer Resort GKE Puruk Cahu Sri Karyawati, mengatakan bahwa kegiatan berbagi kasih ini melibatkan pengurus KPPer Resort GKE Puruk Cahu kepada janda yang kurang mampu dan kurang beruntung serta kaum manula, dalam rangka hari perempuan GKE KPPer Resort GKE Puruk Cahu memberikan bingkisan kasih bagi lansia dan janda tidak mampu sebanyak 150 paket (beras 5 kg, gula 2 kg, minyak goreng 1 liter, kopi 1 bungkus, teh 1 bungkus/paket) yang diserahkan, melalui pengurus SPPer Hosana, Eklesia, Tahujan Ontu, Datah Kotou, Dirung Lingkin, Olung Muro, Olung Nango, Olung Siron, Sei Lunuk dan Konut, juga untuk semua pendeta dan vikaris Resort Puruk Cahu dan petugas gereja. “kegiatan berbagi kasih ini memang program dari pengurus dalam rangka hari perempuan GKE, karena biasanya kita melakukan diakonia pemberian bingkisan untuk lansia setiap dilaksanakan ibadah, tetapi setelah merebaknya wabah corona di Indonesia, KPPer hanya bisa mengikuti Ibadah online di rumah masing-masing. “ Ungkap Sri Karyawati.
Tak hanya tidak bisa mengikuti Ibadah di Gereja, bahkan untuk berkumpul bersama sanak saudara juga tidak bisa. “Rindu sekali rasanya, hati saya dan jemaat lainnya makin teriris saat melihat banyak pemberitaan mengenai jemaat yang mulai kesulitan untuk mencari nafkah. Semenjak pandemik covid-19, kegiatan masyarakat pun terbatas dan hal tersebut berimbas pada kesulitan para janda dan manula. “ Ujar Sri Karyawati. Dalam kesempatan tersebut Sri Karyawati juga berharap agar masyarakat tetap mengikuti arahan dari pemerintah serta mendukung berbagai upaya yang dilakukan agar dampak mewabahnya Covid-19 ini bisa diminimalisir, sehingga masyarakat tidak terlalu berat merasakannya. “semoga saja kondisi ini segera berlalu, dan kita semua bisa menjalankan aktivitas sehari-hari seperti sedia kala” Ungkap Sri Karyawati yang juga Kepala Bagian Kesra Setda Murung Raya ini. (MC DiskominfoSP Mura)
Warning: Attempt to read property "roles" on false in /www/wwwroot/berita.murungrayakab.go.id/wp-content/plugins/booster-extension/inc/frontend/author-box-shortcode.php on line 21